Cerpen Religi, Ramadhan Penuh Berkah

Cerpen Religi judulnya "Ramadhan Penuh Berkah." Mumpung lagi sedang menyambut datangnya bulan penuh berkah yaitu bulan ramadhan atau yang sering juga di sebut dengan bulan puasa maka sebagai pembuka mari kita baca sebuah kisah cerita singkat tentang bulan ramadhan. 



Cerita berikut adalah termasuk dalam kategori cerpen religi yang tentunya bernuansa kehidupan agamis. Cerita beirkut cukup menarik dan bagus untuk kita jadikan bahan bacaan. 

Ada hiburan, ada pesan moral dan ada ketegangan yang ada dalam alur ceritanya. Bagaimana, ingin membaca koleksi terbaru ini?

Seperti sudah dijelaskan di atas cerpen ramadhan singkat ini cukup menarik meski mungkin entah sesuai dengan keinginan kita atau tidak. Paling tidak kisah dalam cerita pendek ramadhan ini bisa menjadi salah satu bahan bacaan di kala senggang. 

Supaya tidak begitu terfokus pada satu cerita jangan lupa lihat juga beberapa judul kisah cerpen menarik lain yang ada di bagian akhir tulisan ini. Ya sudah, sekarang kita langsung baca aja kisah tersebut di bawah ini. 

Ramadhan Penuh Berkah
Cerita oleh Irma

Dalam satu minggu ada satu hari yang begitu spesial, dalam satu bulan ada satu minggu yang ditunggu-tunggu dan dalam satu tahun ada satu bulan yang benar-benar memberikan begitu banyak keberkahan. 

Bulan penuh berkaih itu adalah bulan ramadhan, bulan puasa. Di bulan ini semua akan berpuasa, maka dari itu kebanyakan pasti akan sibuk mempersiapkan segala sesuatu.

Siapa coba yang tidak sibuk untuk menghadapi bulan ini, semua muslim pasti sibuk meski ada yang lebih sibuk hanya untuk menyiapkan makanan, baju baru, hias rumah dan hal lain yang tidak lebih penting dari ibadah puasa itu sendiri.

"Senang sekali rasanya, ramadhan hampir tiba...."
"Kenapa kak??"

"Ya karena ini adalah bulan penuh berkah, penuh pahala, perbuatan baik dilipat gandakan pahalanya. Sampai sampai seseorang yang tidur saat berpuasa pun dapet pahala...."
"Subhanallah, Allah Maha Baik yah kak".

Momen seperti ini memang jangan sampai terlewatkan dengan sia-sia, apalagi kalau diisi sama tidur saja. Iya sih dapet pahala, tapi kan nggak maksimal. Mending ya buat nglakuin apa gitu yang lebih bermanfaat lagi. Tidur aja dapet pahala, gimana kalau diisi dengan yang lebih baik?? 

Sambil santai aku terus aku terus bercanda ria dengan adikku. Kami bermain bersama sambil sesekali membicarakan masalah bulan puasa yang tinggal beberapa hari lagi.

"Di bulan ramadhan penuh berkah ini pahala akan dilipat gandakan, jadi kita bisa mendapatkan pahala yang lebih banyak meski hanya dengan tidur saja"

"Berarti aku boleh tidur sepanjang hari ya kak, udah enak dapet pahala lagi..."
"Ya gak gitu juga kalee.... kalau kamu cuma tidur nanti pahalamu pasti sedikit, rugi kan??"
"Iya juga sih..."

Memang, ramadhan memang kesempatan emas bagi setiap muslim karena lebih gampang dapat pahala yang banyak. Dari pahala yang gampang dicari itu, maka umat muslim didunia berlomba-lomba memperbanyak kebaikan dibulan ini. 

Yah kalo dipikir sih, harusnya berlomba kebaikan atau ngumpulin pahala sebanyak-banyaknya itu nggak cuma dilakuin pas bulan ramadhan aja, tapi bulan bulan biasa juga. Ya kan?? Hehe. Mungkin karena dilipat gandakan pahalnya, jadi pada semangat deh...

Kami terus bermain dan bercanda sambil sesekali aku mengajari adikku tentang bagaimana menghadapi bulan puasa. Maklum, dia kan masih kecil, rasa ingin tahunya tinggi tapi pemahamannya kurang begitu dalam makanya harus ada orang yang mendampinginya belajar. 

Biasanya di hari-hari seperti ini kami sekeluarga akan berkumpul dan bermain. Tapi kali ini ayah dan ibu sedang ada kerjaan jadi mungkin sore atau malam nanti kami baru bisa berkumpul.

Di saat-saat berkumpul, ayah dan ibu selalu memberikan banyak nasehat, mereka memberi contoh tentang banyak hal. Mereka sering sekali mengajarkan dan mengajak kami untuk menjalankan hidup sesuai dengan syariat islam. 

Jadi kami sudah sedikit terbiasa dengan berbagai hal yang berbau keagamaan di berbagai bidang. Tapi ada sesuatu yang sedikit mengganggu pikiranku kali ini, karena tahun depan mungkin aku sudah tidak bisa seperti ini lagi.

Mungkin ramadhan ini menjadi bulan Ramadhan terakhir aku bisa buka puasa dan sahur bareng keluarga. 

Bulan Ramadhan tahun depan, mungkin aku bakalan sendiri kalau berbuka dan sahur, tanpa keluarga. Karena tahun depan jelas aku sudah harus menuntut ilmu di negeri orang, jauh demi sebuah cita-cita.

"Nda.....tahun depan kita sudah tidak bisa seperti ini lagi ya..."
"Kenapa...?"
"Kan aku sudah berangkat kuliah, jadi mungkin ayah dan bunda cuma dengan adik saja..."

"Ya, begitulah tujuan hidup ini nak, ayah sama ibu dulu cuma berdua sebelum ada kalian dan nantinya pun ayah dan ibu hanya akan berdua, setelah kalian semua dewasa dan membina kehidupan sendiri...."

"Iya nak...tugas kita sekarang adalah berusaha dan berjuang untuk menggapai hidup yang lebih baik..."

"Iya nda...."
"Tapi ingat, hidup yang lebih baik itu bukan diukur dari harta, pangkat dan kedudukan tapi kedekatan kita kepada Alloh SWT, benar kan yah"

"Iya benar sekali..."

Begitulah, kehangatan bersama keluarga terus menjadi kekuatan yang bisa kami gunakan untuk menjalani hidup. 

Aku, adikku dan kedua orang tuaku menjadi satu kesatuan yang akan mewujudkan tujuan sang maha kasih. Aku benar-benar bersyukur memiliki semua ini. 

Alhamdulillah.... aku masih diberi kesempatan untuk merasakan bulan Ramadhan tahun ini. Terima kasih Ya Allah, atas karunia-Mu yang luar biasa banyaknya. 

Semoga, aku dapat senantiasa memperbaiki diri, sedikit demi sedikit menutup dosa dengan pahala yang diraih. Semoga, Ramadhan kali ini membawa berkah untuk semuanya...

--- Tamat ---

Sekali lagi, jangan lupa melihat beberapa kisah lain di bagian bawah setelah selesai membaca cerpen islami ramadhan penuh berkah di atas. Gratis dan tidak perlu repot mencari ke mana-mana lagi. Hemat kuota kan?

Selain cerita ini kan banyak, supaya cepat di bagian bawah sudah ada enam cerpen pilihan yang sesuai dengan tema kita kali ini. Itu saja, selamat membaca berbagai kisah menarik lainnya. Silahkan dilanjutkan sampai selesai!

Back To Top