Cerpen Lucu, Hari Tersial

Cerpen Lucu, Hari Tersial - Berikut ini adalah sebuah contoh cerpen lucu yang bisa membuat kita tertawa terbahak-bahak. Atau setidaknya cerpen ini mudah-mudahan bisa membuat kita tersenyum geli karena beberapa kejadian yang dialami oleh tokoh ceritanya. 

Foto: Ilustrasi/skalanews.com

Bagi yang memang sedari tadi sedang mencari cerpen-cerpen untuk hiburan maka bisa langsung menikmati kisah yang ada dalam cerita pendek berikut.

Dari segi bahasa cerpen lucu ini ditulis dengan bahasa yang cukup sederhana. Yang menarik, dibagian kejadian atau adegan tertentu di jelaskan secara detail bagaimana kejadian terjadi sehingga seolah-olah dengan membacanya saja kita bisa merasakan apa yang terjadi. 

Dalam cerpen ini diceritakan seorang wanita yang menurut dirinya mengalami hari yang begitu sial. Alasannya adalah pertama dia dijahili oleh pacar sendiri yang kedua ia mendapatkan perlakuan yang kurang enak dari seorang pengemis. Tapi jangan lupa sebelum itu baca juga:

1) Cerpen lucu bergambar 
2) Cerpen lucu pendek
3) Cerpen lucu panjang 
4) Cerpen romantis
5) Cerpen cinta 
6) Kumpulan cerpen lucu 
7) Cerita lucu
8) Cerpen lucu terbaru

Pokoknya cerita berjudul "hari tersial" ini akan menjadi salah satu cerpen lucu singkat yang akan bisa menghibur kita. 

Dari pada tidak ada kerjakan dan bosan dengan hiburan yang itu-itu saja kenapa tidak sesekali membaca kisah-kisah konyol seperti ini, benar tidak? Ya sudah sekarang kita baca langsung bagaimana cerita selengkapnya di bawah ini.

Hari Tersial
Cerita lucu oleh Irma

Hari itu merupakan hari yang mungkin tak akan pernah aku lupakan seumur hidup. Bukan karena pada hari itu aku merayakan ulang tahun dengan begitu banyak kejutan istimewa. Bukan pula karena aku telah mendapatkan sesuatu yang sangat penting dalam hidupku.

Tapi karena hari itu adalah hari terburuk dalam hidupku. Mungkin kata orang agak sedikit berlebihan namun bagiku tidak pasalnya hari itu aku mendapati dua kesialan sekaligus.

Yang pertama sekali, pada hari itu aku dijaili oleh pacarku sendiri, padahal hari itu aku sedang benar-benar tidak dalam kondisi normal untuk bercanda gurau. Kedua, lagi-lagi aku dikerjai oleh orang yang akhirnya membuatku ilfeel dan benar-benar down.

Malam itu, aku sangat lelah, sebelum aku tidur aku berharap bahwa esok akan menjadi hari yang menyenangkan apapun yang akan ku lalui. 

Mulai tidur masih sore, tepatnya setengah sembilan malam, aku tidur dengan pulas karena terlalu lelah mengerjakan berbagai rutinitas hidup yang membosankan. Besok adalah hari minggu, libur dan aku akan meluangkan waktu untuk hal yang bisa membangkitkan semangat. 

Pertama aku ingin menghabiskan sedikit waktu untuk menimba semangat dari kekasih. Setelah itu aku ingin jalan-jalan, menghabiskan waktu sejenak untuk menyusuri jalanan ramai tanpa kendaraan.

Pagi sekali aku sudah terbangun, dengan senyum yang menghiasi bibir, dengan suasana pagi yang begitu menyegarkan. Tak mau kehilangan banyak waktu senggang aku langsung membersihkan diri, mandi dan segera menyiapkan sarapan. 

Hari ini aku akan menyiapkan sedikit kejutan untuk kekasihku yang rencananya nanti ia akan berkunjung.

Orang tuaku kebetulan sedang di luar kota, biasa bisnis batu akik yang sedang ramai saat ini. Setelah selesai membersihkan diri aku langsung meminta bibik (dia pembantu rumahku) untuk membantu menyiapkan kejutanku.

"Bi, hari ini buat kue ceprot ya, yang spesial" pintaku pada bibi

"Tumben non minta buat kue ini, ada acara apa sih non, biasanya kalau tidak ada acara spesial tidak begitu" tanya bibi

"Biasa bi, Tiar ntar mau kesini...." balasku singkat
"Ow... Den Tiar yang super cool itu ya...." jawabnya

"Eits.... awas ya bibi inih...." balasku
"Iya ya non, abis pacar Non emang keren abis, menurut bibi sih begitu..."

Setelah sedikit berbincang akhirnya aku dan bibi mulai persiapan membuat kue. Akhirnya setelah berjuang mati-matian kue ceprot istimewa ini siap disajikan. Tahu kue ceprot tidak? 

Kue ceprot adalah kue tradisional yang lebih dikenal dengan sebutan onde-onde tapi yang ini beda karena sudah dipermak sedemikian rupa hingga rasanya tidak seperti kue onde-onde, pokoknya nikmat banget - menurut saya sih. 

Nah kali ini aku membuat kue spesial itu untuk pacarku, secara dia sangat suka dengan keju jadi ku buatkan kue tersebut.

Setelah semua beres aku tinggal menunggu kekasihku itu datang. Jam sepuluh, akhirnya pintu rumah di ketuk dan dia sudah datang dengan membawa sekuntum mawar merah yang sangat segar dan merekah. Aku sangat bahagia, "hari ini benar-benar istimewa" gumamku dalam hati.

Kami langsung duduk di teras rumah sambil menikmati suasana yang sedikit redup. Perbincangan begitu terasa hangat sampai aku hampir lupa sudah menyiapkan sesuatu, untuk bibi mengingatkanku.

"Non...." panggil bibi
"Iya bi... ada apa?" tanyaku

Tidak menjawab lagi ia hanya mengedipkan mata padaku, dan aku pun ingat telah menyiapkan sesuatu untuk Tiar. Akhirnya aku meminta izin sebentar untuk ke dalam dan segera menyiapkan kue kesukaan Tiar tersebut.

"Aku buatin kue kesukaan kamu, aku sendiri loh yang buat" ucapku
" Iya tah, macaci...?" jawab Tiar.

Setelah ia melihat kue yang aku bawa tiba-tiba raut mukanya sedikit berubah. 
"Dimakan ya..." pintaku
"Iya tenang aja, kalo kamu yang buat apa aja pasti aku makan..." ucapnya

Begitu romantisnya ia memperlakukanku, membuat aku sedikit terlambung ke awang-awang tinggi. Tak sadar kedua pipiku pun memerah. Sambil menyantap hidangan tersebut kami lanjut berbincang.

"Saaayyyaaaangg???
"Iya... apa??"
"Aku punya sesuatu buat kamu nih?"
"Ah masa sih... emang apaan...?"

Ada deehhh??"
"Iiihhh... bikin penasaran aja sebel sebel sebel dehh..."
"Iya dong kan aku suka nya yang selalu membuat mu penasaran sayang?"
"Apa yok.... cepetan kasih tau aku?? Mau ngasih apaan sih?"

Aku semakin penasaran dengan apa yang ingin ia berikan padaku, tapi sepertinya ia juga semakin ngotot membuat aku lebih penasaran. 

"Mau tau buwanget apa mau tau bingit bingit bingit, he e e..."
"Hiks hiks hiks" nangis model monyet 
"Palah nangis? Aku punya boneka loh buat kamu, mau enggak niihhh..."
"Eeemmmmm....."
"Mau enggak, kalo gak mau yaudah?"

"Mmmaaaauuuu!!!
"Tapi boneka santet.... ha a a....." 
"Kamu pikir aku dukun, di kasih boneka santet" nelen gelas

Telak sekali, rupanya dia memang sengaja meledek aku yang sedang kesengsem sama dia. Meski aku sedikit dongkol dengan candaan yang ia buat namun akhirnya kami pun kembali cekikikan..

Waktu berjalan begitu cepat tak terasa kami sudah dua jam bercanda bersama-sama. Akhirnya Tiar mohon diri dan pamit untuk pulang. Dengan perasaan yang sedikit berat aku akhirnya mengijinkan dia pulang meski sebenarnya masih merasa rindu dan kangen.

Setelah istirahat siang akhirnya aku melanjutkan acara santaiku. Sore ini aku akan belanja sedikit sambil jalan-jalan menikmati suasana libur. Akhirnya, sore itu aku berangkat ke pasar, aku membawa uang sebesar Rp. 20.000 (dua puluh ribu rupiah). 

Sesampainya di tujuan uang tersebut aku gunakan untuk membeli sayuran Rp. 10.000 (sepuluh ribu rupiah), dan yang Rp. 10.000 (sepuluh ribu rupiah) niat-nya mau buat beli pembalut. Akan tetapi tiba-tiba ada seorang pengemis yang menghampiri ku.

"Sedekahnya Non buat saya, saya udah lima hari belum makan" ucap sang pengemis

Karena bilang begitu, aku pun kasihan dengan pengemis tersebut. Aku mengeluarkan uang Rp. 10.000 (sepuluh ribu rupiah) yang masih tersisa untuk membeli pembalut. 

"Ini pak 10 rbu tapi kembali 5rbu ya pak" ucap ku dengan polos

Si pengemis pun dengan menganggukan kepala berkata "iya Non"
Lalu si pengemis mengembalikan kembalianya tersebut.

"Ini Non kembalianya Rp. 6.000. ucap sang pengemis.
"Loh... pak saya kan cuma minta di kembalikan 5rbu, ini plah 6rbu..." ucapnya dengan terkejut

"Enggak apa-apa Non, itung-itung yang seribu saya sedekah sama Non" ucap pengemis sambil memalingkan muka.

Mendengar ucapan dan perlakuan si pengemis itu sontak wajahku langsung memerah. Tak ku sangka sama sekali bahwa pengemis itu benar-benar sadis memperlakukan aku demikian. Apa coba maksud dia berkata demikian, tapi ya sudahlah. 

Dengan hati dongkol dan kesal akhirnya aku kembali ke rumah tanpa membawa pembalut yang tadi ingin aku beli. 

Di rumah aku langsung meminta bibi untuk membelikan pembalut untukku. Itulah hari tersial yang tak pernah bisa aku lupakan sampai saat ini.

--- Tamat ---

Memang tidak begitu konyol sih, tapi kalau di pikir dan dihayati ternyata kisah dalam cerpen terbaru di atas benar-benar membuat geli. Bagaimana tidak, kejadian yang ada dikisahkan dengan detail jadi terasa begitu nyata.

Eits, kalau sudah membaca cerpen lucu hari sial di atas jangan beranjak dul geh, masih ada yang lain kok. Coba cek saja beberapa cerita lain yang tak kalah seru dan gokil di bagian akhir tulisan ini, ada beberapa judul yang sudah disiapkan spesial untuk kita baca.

Tag : Cerpen, Humor, Lucu
Back To Top