Bulan Bulat Tak Terbelah, Cerita Cinta Remaja

“Bulan Bulat Tak Terbelah”, merupakan salah satu cerita cinta remaja yang akan menyegarkan ingatan kita semua pada masa lalu yang rasanya nano-nano. Bagian dari hidup yang tak terpisahkan, masa lalu memang harus disikapi dengan baik.

Cerita Cinta Remaja
Cerita Cinta Remaja: Bulan Bulat Tak Terbelah
Cerita kita kali ini sebenarnya bisa masuk dalam kategori cerpen remaja atau juga cerpen tentang pendidikan. Meski begitu, susunan gaya penceritaannya lebih dekat ke sebuah karangan pribadi yang berbentuk curhat. 

Tidak seperti karya cerpen yang penuh keindahan dalam hal bahasa, karangan berikut sepertinya lebih menitikberatkan pada cerita yang diangkat. 

1) Cerita cinta remaja smp
2) Cerita cinta remaja romantis
3) Cerita cinta remaja masa kini
4) Cerita cinta romantis dan mesra
5) Cerita cinta yang negatif
6) Cerita cinta remaja sma
7) Cerita cinta terlarang
8) Cerita cinta pertama

Menarik, yang seperti ini sepertinya belum pernah kita hadirkan sebelumnya. Ingin tahu seperti apa, mari langsung saja kita nikmati kisah cerita berjudul “bulan bulat tak terbelah” di bawah ini. Silahkan! 

Bulan Bulat Tak Terbelah
Cerita Cinta Remaja oleh Irma 

Bagai “yin” dan “yang”, persahabatan dan cinta saling menaut, mengikat tak terberai. Pengalaman cinta yang terjebak dalam sebuah ikatan persahabatan seperti tak akan pernah letih menghantuiku. 

Tujuh tahun silam, aku adalah seorang remaja yang baru mengenal indahnya hidup. Remaja beruntung, atau mungkin yang bernasib sial karena telah mengenal cinta sejak duduk dibangku smp. 

Sebuah keindahan yang tak bisa dilukiskan dengan milyaran kata sekalipun. Indah, tapi nyatanya juga menakitkan. 

Betapa tidak, perasaan cinta tumbuh di waktu dan tempat yang tak subur, bahkan gersang. 

Tujuh tahun silam, aku adalah remaja yang periang. Aku selalu dikelilingi banyak teman. Maklum, di sekolah aku termasuk yang cukup pandai. Belum lagi tampangku yang mirip artis. 

Kala itu, aku memiliki tiga orang sahabat dekat, sangat dekat. Mirna dan Dwifi adalah sahabat yang selalu bersamaku, dalam banyak kesempatan. 

Hari-hari kami lalui dengan bahagia dan cerita. Bertiga kami menantang aral. Bertiga, kami selalu menundukkan masalah. Kami selalu berpacu dalam prestasi, berebut peringkat di kelas. 

Kami selalu akur, tak pernah ada perselisihan. Kalaupun ada, kami selalu bisa mencairkannya. 

Indah, sangat indah persahabatan itu. Tapi nasib berkata lain. Aral mulai menghadang dan menguji kebersamaan kami. 

Suatu hari, di awal semester, kami kedatangan seorang murid pindahan dari sekolah lain. Malangnya, murid tersebut masuk di kelas kami dan menjadi mentari kedua yang menghancurkan kebersamaan kita semua. 

Namanya Dika, itu nama panggilan. Anaknya tampan, sopan dan sangat manis. Dalam sebulan ia sudah mampu menggegerkan seisi kelas. 

Kalau awalnya kami selalu berpacu menuju prestasi ketika dia datang semua berubah. Semua murid cewek kini berlomba menarik dan mencuri perhatian sang Dika yang sok ganteng itu. 

Aku yang pertama sadar benar bahwa keberadaan Dika akan menghancurkan kami. Tapi, aku jugalah yang menyulut api di persahabatan itu. 

“Jangan sampai salah satu dari kita suka dengan Dika, pasti hancur persahabatan kita”, aku masih ingat benar mengatakan hal itu pada Mirna dan Dwifi. 

Waktu berlalu, kami masih mampu menahan dan membentengi diri dari virus cinta yang Dika tebarkan. Sampai akhir, pelan, sangat pelan Dika masuk di lingkaran persahabatan kami. 

Aku sangat keras menolak keberadaan Dika di persahabatan kami. Aku tak berdaya. Dika pandai mencari celah. Saat Dwifi mengundang teman sekelas di acara ulang tahunnya, saat itulah Dika menebarkan benih cinta. 

Aku semakin tak berdaya. Semakin keras aku menolak keberadaannya, semakin kuat ia menerobosnya. Semakin kuat aku membencinya, semakin menarik tingkah dan lakunya. 

Singkat cerita, aku menyerah kalah. Di sebuah malam yang sunyi bertabur rintik hujan dengan gagah aku mengakui bahwa aku suka padanya. 

Itulah momen dimana kehidupanku, persahabatanku dan sekolahku mulai kacau. Mencintai Dika adalah hal terindah dalam hidupku tapi mengenal Dika adalah bencana untuk masa depanku. 

Kini, setelah tujuh tahun berlalu, bayang persahabatan yang kuhancurkan masih ku kenang. Bayang kebersamaan dan perpisahanku dengannya masih nyata di depan mata. Meski aku sudah tak sendiri lagi. 

---oOo--- 

Unik memang kalau melihat pada judulnya. Tapi ternyata isi ceritanya mengangkat hal atau kejadian yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. 

Kejadian seperti itu sepertinya banyak terjadi di kehidupan nyata bukan? Ya, sebuah pengalaman yang tak kan mungkin mudah untuk luntur. Sebuah pengalaman yang membekas di hati dan akan selalu menghiasi ingatan. 

Jangan kecewa, untuk yang lain yang kurang berkenan dengan kisah di atas sudah dipilihkan juga beberapa kisah yang mirip. Sebagai ganti kekecewaan maka telah disiapkan untuk rekan semua judul cerpen menarik yang bisa dipilih. 

Tag : Cerpen, Cinta, Remaja
Back To Top