Cerita Wanita Cantik Pasang Perangkap Burung

Cerita Wanita Cantik Pasang Perangkap Burung – ini bukan hanya masalah makan atau daging, tetapi hal seperti ini juga merupakan sesuatu yang bisa menjadi hobi dan kesenangan tersendiri. Mungkin anda pernah pasang jebakan burung, bagaimana kira-kira ceritanya ya, apakah cukup menarik?


Eh, bicara mengenai jebakan atau perangkap burung, ada satu cerita menarik yang akan saya ceritakan. Biasanya nih ya, kalau berbicara masalah beginian kan cowok yang melakukan. Tapi ini beda, seorang wanita cantik pergi ke luar rumah, panas-panas hanya untuk mencari burung. Seru bukan?

Mencari burungnya ini beda, wanita tersebut membuat perangkap burung dan berhasil. Ternyata perangkap yang sangat sederhana tersebut 100% sukses dan bisa menghasilkan buruan. Lalu bagaimana wanita tersebut melakukannya?

Berbaju merah muda, dengan bawahan berwarna kuning, wanita itu tampak mempesona. Rambutnya yang diikat rapi kebelakang kepala memperlihatkan bahwa ia siap berburu. Dengan langkah yang pasti, wanita itu berjalan dengan seorang anak kecil. 

Ditemani dengan seorang gadis cilik ia menjejakkan kakinya di areal persawahan. Burung apakah yang hendak mereka tangkap di areal tersebut? Bagaimana mereka melakukannya?

Wanita itu terlihat membawa alat penggali tanah, semacam tembilang dan juga sebuah pisau besar. Sang gadis kecil berjalan dibagian depan dengan membawa beberapa batang kayu kecil. Di tangan kanannya tampak sebuah gumpalan berwarna putih, mungkin tali atau sejenisnya.

Tak lama, mereka segera sampai di lokasi yang dituju. Terlihat sekali bahwa wanita dan anak kecil tersebut tahu benar lokasi yang akan dituju. Seperti bukan yang pertama kalinya, mereka mulai melakukan perburuan.

Di dekat sebuah semak belukar, di daerah persawahan mereka berhenti. Terlihat sang wanita segera memberikan instruksi kepada gadis kecil yang menemaninya. 

Kita perjelas lagi, ternyata anak kecil itu membawa sekitar 3 buah batang pohon yang cukup panjang. Ada yang lebih besar dan ada juga yang ukurannya lebih kecil. 

Anak kecil itu segera jongkok dan meletakkan barang-barang yang dibawa. Sang wanita yang memberi komando tampak memegang tembilang dan bersiap menggali. Apakah mereka akan menggali tanah, lalu untuk apa?

Iya benar sekali. Wanita itu mulai menggunakan tembilang untuk menggali tanah. Sebelum itu ia terlebih dahulu menentukan posisi yang benar-benar tepat untuk digali. 

Tangannya mengambil satu batang kayu yang dibawa sang gadis kecil. Memposisikannya di dekat semak kemudian meletakkan batang tersebut. Duduk jongkok, ia mulai menggali dengan alat yang dibawa.

Waktu berlalu, menit berganti, ia terus menggali sampai kedalaman yang diinginkan. Tak lama setelah itu ia meletakkan alatnya. Tangan kanannya meraih batang pohon kecil yang sudah disiapkan tadi.

Batang pohon itu ditancapkan di lubang yang telah digali. Ah, ternyata ia seperti sedang mempersiapkan sebuah tiang. Benar, setelah ditancapkan, lubang itu pun kembali di timbun dengan tanah galian.

Sementara ia menimbun lubang tadi, sang gadis kecil segera mempersiapkan batang kayu kecil lainnya. Setelah itu, ia meletakkan batang kayu tersebut dibagian atas tiang yang sudah dibuat. 

Setelah itu wanita itu mengikatkan satu batang kayu yang lebih panjang. Jaraknya sekitar satu jengkal dari tanah. Ia mengikat batang kayu tersebut dibagian bawah, sementara sang gadis kecil memegangi batang kayu tersebut. 

Setelah selesai, ia kemudian mengambil tali yang sudah disiapkan. Ia mengukur tali tersebut dan memotongnya dengan gunting. Salah satu ujung tali kemudian diikatkan pada ujung batang kayu yang baru saja diikatkan pada tiang. 

Ia kemudian meraih ujung tali lainnya dan memasukkan tali tersebut ke ujung tiang. Ternyata, di ujung tiang yang menanjap ke tanah sudah dibuat lubang kecil untuk tali tersebut. Dibagian ujung tersebut juga terdapat cabang membentuk huruf V, seperti ketapel. 

Selesai sudah, apakah jebakan burung yang mereka buat sudah jadi? Ternyata belum, itu baru separuh. Setelah memasukkan tali ke ujung tiang, ia segera membuat tali simpul di ujung tali yang satunya. 

Agak lama, ia menyiapkan simpul jerat untuk ujung tali tersebut. Setelah itu, ia meraih ranting lain yang sudah disiapkan dan menyatukannya di bagian atas. Ranting terakhir ini ternyata berfungsi sebagai pijakan untuk burung yang akan dijerat.

Di bagian atas ujung tiang tadi kemudian rangkai menjadi jeratan dengan titambahkan sehelai daun dan juga umpan. Rupanya, cara kerja jebakan burung tersebut adalah burung akan datang bertengger di atas ranting yang sudah diberi tali jerat untuk memakan umpan yang diberikan.

Akhirnya selesai sudah. Umpan sudah dipasang pada tempatnya dan mereka pun pulang meninggalkan jebakan burung tersebut. Kira-kira burung apa yang akan terjebak dalam perangkap sederhana tersebut?

Ditinggal pulang, tinggal menunggu jebakan tersebut mencari mangsa. Setelah lama ditinggal, masih dengan pakaian yang sama wanita dan gadis kecil itu pun kembali. 

Ternyata, seekor burung perkutut telah terjabak, menggantung pada tali pada jebakan yang dibuat oleh wanita cantik itu. 

Ya, senyum merekah, mereka mempercepat langkah untuk segera mengambil burung yang mereka dapat. Benar-benar mengagumkan ya? Teknik menangkap burung yang diterapkan oleh wanita tersebut mungkin bisa kita terapkan.

Itu tadi si wanita kan hanya memasang satu jebakan maka ia dapat satu burung. Untuk mendapatkan lebih banyak burung maka perlu memasang lebih dari satu jebakan karena satu jebakan hanya untuk satu burung.

Asyik memang, cerita pengalaman seperti ini memang cukup menyenangkan. Bayangkan saja, selain bisa menikmati udara persawahan yang sejuk tanpa polusi, kita juga bisa mendapatkan lauk untuk makan. 

Back To Top