Cerita Dua Wanita Cantik Tawu Cari Ikan di Sawah

Cerita Dua Wanita Cantik Tawu Cari Ikan di Sawah – di desa tempat saya tinggal, dulu sekali, banyak masyarakat yang mencari ikan dengan cara tradisional. Tapi bukan dengan cara memancing, yaitu menangkap ikan dengan tangan.

Foto: Dua Wanita Cantik Cari Ikan di Sawah/youtube

Cara yang dimaksud adalah mereka membendung genangan air yang ada di persawahan kemudian mengeringkan airnya. Setelah air cukup dangkal barulah mereka mencari dan menangkap ikan yang ada digenangan tadi dengan tangan. Cara seperti itu di desa kami dulu dikenal dengan istilah “tawu”.

Dengan cara tawu, para petani dan masyarakat desa dapat mencari ikan dengan cara yang relatif mudah. Namun cara ini sangat tergantung dengan ketersediaan ikan yang ada di sawah, rawa atau area lain disekitar lahan pertanian. Kadang, tawu bisa mendapatkan ikan banyak sekali dan kadang juga tidak.

Berbicara mengenai tawu, menangkap ikan dengan cara tradisional, di Kamboja masih banyak juga dijumpai masyarakat yang mencari ikan dengan cara ini. Salah satu contohnya adalah seperti apa yang diperlihatkan oleh salah satu youtuber pailin ever. 

Cerita dan pemandangan menarik disampaikan melalui salah satu video yang diunggah. Dalam video youtube tersebut ada dua orang wanita cantik yang pergi ke area persawahan untuk mencari ikan dengan cara tradisional.

Satu wanita berperawakan lebih besar dengan rambut di cat pirang sedangkan yang satu lebih kecil dengan rambut hitam yang diikat. Mereka berdua membawa cangkul, ember besar dan serok dari bambu yang seperti untuk membuang sampah.

Dengan cerita mereka berdua menuju ke persawahan. Mereka kemudian mencari saluran air (genangan air) dan membendung kedua sisinya. Sambil berbincang, wanita berambut pirang yang berbaju merah kemudian mengeringkan air pada genangan yang sudah dibendung tadi. 

Pelan, air mulai terkuras dan semakin dangkal dari sebelumnya. Setelah air cukup dangkal, mereka bergantian. Wanita satunya memegang ember sedangkan wanita berbaju merah kemudian meletakkan serok bambu untuk penghalang. Wanita lainnya kemudian menguras air dalam genangan itu dan menyiramkannya di serok bambu tadi.

Rupanya, hal itu dilakukan agar jika ada ikan yang ikut masuk ke dalam ember ketika airnya diambil bisa ditangkap melalui serok bambu tersebut. Beberapa menit berlalu, air dalam genangan tersebut sudah sangat dangkat, tersisa sekitar sampai mata kaki saja.

Mereka kemudian berhenti mengeringkan air dan mulai mencari ikan dengan tangan mereka. Dari ujung yang satu mereka bergerak perlahan ke arah ujung lainnya sembari mencari ikan. Kaki mereka disapukan ke kanan dan kekiri. 

Satu ikan kecil didapat, dua, tiga, empat. Wow, ternyata banyak juga ikan yang mereka dapat. Beberapa ikan sebesar lengan mereka mulai masuk ke dalam ember besar. 

Kalau dilihat, ikan yang mereka dapat sepertinya jenis ikan gabus yang banyak ada dilahan persawahan. Itu juga bisa dilihat dari cara mereka menangkap ikan tersebut yang tidak mendapat kesulitan yang berarti. 

Sampai di ujung genangan yang satu, mungkin lebih dari 20 ekor ikan besar yang dapat mereka tangkap. Mereka kemudian berbalik arah, mencari lagi kalau-kalau ada ikan yang masih terlewat.

Benar saja, satu ikan hampir terinjak kaki. Wanita berbaju merah dengan sigap segera menangkap ikan tersebut. Beberapa langkah ke depan, satu ikan lagi terlewat. Kini giliran wanita cantik satunya yang beraksi. 

Senyum dan tawa lebar keluar dari bibir mereka. Tampak jelas mereka sangat senang karena mendapatkan ikan yang cukup banyak di satu tempat saja. Cari ikan dengan cara tradisional, ternyata sangat menyenangkan. 

Bagaimana dengan anda, apakah anda juga pernah memiliki cerita cari ikan di sawah dengan cara seperti itu? Anda yang berasal dari keluarga petani mungkin pernah merasakan sensasi cari ikan dengan cara tawu seperti dua wanita cantik tersebut. Sayang, di negara kita sekarang ini lahan persawahan sudah semakin berkurang.

Back To Top