Masih Banyak Sisa di Piringmu, Pantas Rejekimu Sedikit

Contohcerita.com - kata orang tua dulu kalau makan harus bersih, jangan disisain atau dibuang-buang karena itu akan mengurangi rezeki kita. Orang dulu percaya benar mengenai hal itu, tapi banyak anak muda sekarang ini yang tidak demikian. Cerita pendek berikut mengenai rejeki yang sedikit karena suka menyisakan makanan.


Bapak bicara sepertinya aku ingin menangis. Ketika masa itu begitu sulit karena memang kondisi yang tidak memungkinkan.

Untuk makan saja susah apalagi untuk melanjutkan sekolah ke tingkat yang lebih tinggi lagi. Saat itu adikku akan masuk SMA sedang aku akan masuk perguruan tinggi.

Kondisi orang tua kita sangat tidak memungkinkan. Ayah hanya bekerja sebagai buruh tani dan ibu hanya sebagai ibu rumah tangga.

Penghasilan yang tidak memungkinkan membuat aku berfikir untuk mengalah demi keluarga. Terkadang menyakitkan namun harus tetap dijalani.

Kondisi kami seperti di ujung tanduk sebuah kehidupan. Rasa ingin tetap bersekolah tapi daya dan biaya tak memungkinkan.

Teringat akan kata - kata ayah ketika aku diajak olehnya untuk makan nasi goreng di pinggir jalan.waktu itu kami pulang dari sawah.

Ayah biasa mampir ke tempat Mbok Juminem kala ia punya uang untuk mentraktir anak anaknya yang kurus kering.

Termasuk aku akhirnya kebagian untuk merasakan kasih sayang seorang ayah walau hanya makan bersama.

Namun itulah pelajaran paling berharga dalam hidupku ketika aku merasakan bagaimana mencari rezeki dan nafkah orang tua untuk anak anaknya.

Waktu itu aku makan dengan lahapnya karena lapar sehabis mencangkul di sawah. Aku tidak menghabiskan makanan dalam piringku.

Ayah langsung memarahiku bahwa aku harus menghabiskan nasi yang ada dalam piringku karena satu nasi adalah satu keringat petani sedangkan kami adalah petani.

Kata ayah jika kamu tak menghabiskan makanan itu berarti seolah olah kamu sudah menyisakan rezekimu sendiri untuk orang lain.

Jadi ketika makan aku harus menghabiskan makanan yang ada dalam piring itu. Makanan yang sudah diambil harus dihabiskan dan tidak boleh menyisakan sedikitpun. (Gunarto)

Back To Top