Kisah Cerpen 4 Orang Sahabat Sejati yang Berebut Cowok

Contohcerita.com - cerpen tentang 4 orang sahabat mungkin bisa jadi bahan bacaan yang cukup menarik ya? Lagi santai, tak ada pekerjaan juga, mau keluar tidak ada teman ya lebih baik di rumah sambil membaca cerita pendek sederhana. Yang penting bagus, menarik dan menghibur. Yuk ikutan!

cerpen 4 sahabat rebutan cowok
Kisah Cerpen 4 Orang Sahabat yang Rebutan Cowok
Anis, Rini, Alfi dan Negi, empat orang sahabat sejati yang sedang menempuh pendidikan SMA disalah satu kota kecil.

Memiliki dan bersekolah ditempat yang sama membuat mereka memiliki kebiasaan yang sama pula, dari mulai bermain sampai dengan mengerjakan tugas tugas sekolah.

Dari kebiasaan kebiasaan mereka, mereka sering bercerita tentang kisah - kisah kehidupan dan percintaannya masing masing.

Kebetulan sore itu dan 4 orang sahabatku itu sedang melakukan kerja kelompok di rumah Alfi. Menyelingi kerja kelompok itu mereka bercerita.

Ani menceritakan bahwa ia sedang mengagumi seorang cowok dari kelas sebelah. Cowok itu sangat ganteng katanya, cool dan gagah.

Rini pun demikian. Ia sebenarnya juga sedang mengagumi cowok yang mirip diceritakan oleh ani tadi. Mereka tak mengetahui bahwa sebenarnya orang yang mereka kagumi adalah orang yang sama.

Alfi kemudian menambahkan."hehehe sebenarnya aku juga kagum di sama dia tapi kalian sudah mengatakanya ."

Alfi mengatakan ia akan segera menyatakan perasaannya kepada cowok itu. Tetapi belum sampai Alfi mengatakannya, tiga sahabatnya sudah memprotes-nya.

Kemudian negi berkata "jangan pada rebut si, orang aku saja suka sama dia bicaranya biasa aja. Kalau mau dapetin dia mari kita bersaing sehat, jangan jontor - jontoran.

Kemudian keempat sahabatnya tepuk tangan. Negi luar biasa katanya. Seperti orang berpidato lalu mereka tepuk tangan.

Keempat sahabat sejati ini merasa bersaing dalam mendapatkan cowok itu. Mereka bersaing secara sehat namun tidak menyakiti yang lain.

Cowok itu sendiri bernama Rendi anak pengusaha garmen. Dia sangat tampan walaupun masih SMA dia sekolah sudah membawa mobil sendiri. (Gunarto)

Back To Top