Contoh Cerpen tentang Iseng Buka Jasa Sewa Kamera

Contohcerita.com - cerpen tentang bisnis atau usaha ini cukup unik dan bisa dikatakan masih sangat jarang ditemui. Tema cerita mengangkat masalah wirausaha, usaha atau bisnis seseorang yang berawal dari ketidaksengajaan. Iseng membuka jasa sewa kamera, kira-kira ceritanya seperti apa ya?

cerpen tentang wirausaha bisnis kamera
Cerita Pengalaman Punya Kamera Sering Dipinjam, Akhirnya Iseng Buka Jasa Sewa Kamera
Dua tahun sudah Alfin dan bersamaku membuka sebuah usaha yang begitu maju pesat yang tak pernah ku duga duga.

Pikiran ini semakin berambisi bagaimana menaklukkan pasar dengan pasar dan keringat sendiri tanpa bantuan orang lain.

Namun aku harus sadar, usaha ini tak akan pernah se-maju ini jika aku dan Alfin tak sadar akan peluang yang ada di depan mata.

Sejenak aku merefleksikan perkembangan usaha ku ini dua tahun yang lalu. Aku dan Alfin anak yang suka berpetualang.

Dari kegiatan petualanganku itu aku selalu membawa kamera untuk memfoto setiap objek yang menarik.

Sudah 4000 lebih koleksi foto yang kami miliki. Foto sebanyak itu belum mendatangkan keuntungan untuk kami berdua.

Suatu ketika temanku Rendi berkunjung ke rumahku. Ia melihat begitu banyak foto foto tertempel di dinding kamarku.

Dia sangat menyukai objek objek yang telah kami berdua foto. Sering mengobrol akhirnya Rendi meminjam kameraku karena dianggapnya sangat bagus.

Aku sendiri meminjamkan kamera itu, karena ku pikir Rendi akan menjaga dan menggunakan kameraku dengan baik, apalagi dia juga sahabat karibku.

Tanpa kusangka Rendi mengatakan kepada teman - temannya yang juga banyak bergelut dengan dunia jurnalistik dan travelling.

Orang orang semakin banyak berkunjung ke rumahku dan memberi saran kami untuk membuka peluang usaha penyewaan kamera.

Akhirnya aku dan Alfi memutuskan untuk berbicara kepada orang tua. Kami mengatakan perlu modal untuk mengembangkan usaha rental kamera.

Orang tua kami akhirnya merestui keyakinan kami. Waktu itu modal terkumpul 50 juta untuk membeli kamera.

Akhirnya selang beberapa bulan usaha kami maju pesat. Dan kami sangat beruntung bisa membuat usaha sebesar sekarang. (Gunarto)

Back To Top