Perseteruan Petani Kendeng dan PT Semen Indonesia yang Tidak Mau Mengalah

Petani adalah sebuah realitas dari sebuah mata pencaharian yang sangat dekat dengan tanah dan ladang maupun kebun. Mereka hanya memiliki tanah yang biasa mereka tanami dan menghasilkan untuk kehidupan keluarganya.

Petani Kendeng Demo Cor Kaki

Namun saat ini kehidupan masyarakat Kendeng di kabupaten Rembang Jawa Tengah telah banyak berubah atas kehidupannya. Tanah tanah petani dijadikan pabrik semen atas PT. Semen Indonesia. Mereka menyesalkan atas berdirinya pabrik semen di wilayah mereka.

Mereka beranggapan bahwa jika pabrik semen didirikan maka sawah sawah yang ada dibawah pabrik itu tidak dapat ditanami.

Seperti yang dilansir dari berbagai media. Jika pabrik ini tetap didirikan maka akibatnya akan menguras air di wilayah hulu Gunung Kapur Kendeng.

Pabrik semen PT semen Indonesia akan mengeruk bahan baku berupa batu kapur untuk dijadikan semen dengan mengeruk Gunung Kapur di Kendeng.

Jika ini terjadi maka pola air di hulu gunung akan terhenti dan akibatnya tanah tanah dan sawah petani tidak akan terairi.

Selain itu limbah dari pabrik semen itu akan merusak lingkungan dan dapat membahayakan kesehatan warga desa seluruhnya.

Banyak pihak telah melakukan advokasi namun sampai saat ini belum membuahkan hasil. Petani hanya berbekal keputusan dari mahkamah agung tentang peninjauan kembali.

Pembangunan pabrik semen dan penghentian pembangunan pabrik semen. Namun putusan itu belum dilaksanakan oleh PT semen Indonesia.

Sampai saat ini para petani terus melakukan penolakan terhadap pembangunan pabrik semen di wilayah Kendeng. Yang terbaru mereka melakukan teatrikal sebagai wujud penolakan terhadap kebijakan ini. Mereka merantai orang - orang dalam teatrikal itu pada senin (3/4) di jakarta. (Gunarto)

Back To Top