Kisah Cerita Seorang Anak Yatim yang Ingin Punya Sepeda Bagus

Contohcerita.com - Kisah cerita tentang anak yatim berikut ini bisa dijadikan sebagai bahan belajar dalam membuat cerpen. Mungkin belum ada yang pernah membaca kisah seperti ini. Lumayan bagus kok, meski sederhana tapi ada pesan moral yang patut diteladani. Seperti apa ceritanya, silahkan baca berikut.

cerpen anak yatim ingin punya sepeda
Kisah Cerita Anak Yatim yang Ingin Punya Sepeda Bagus/contohcerita.com
Cerita ini adalah cerita pengalaman ku saat aku tinggal bersama saudaraku di sebuah panti asuhan yang tidak jauh dari kota kecil tempat sekarang kami tinggal.

Dulu aku dan saudaraku sudah harus hidup dengan cara sendiri ketika ayah dan ibuku meninggal karena sebuah kecelakaan saat mengendarai motor.

Kecelakaan itu telah merenggut masa depan ku dan saudara perempuanku. Saat ayah dan ibu baru saja meninggal kehidupan kami sangat miskin.

Aku dan saudara perempuanku akhirnya diadopsi oleh paman dari ibuku. Pada awalnya paman sangat baik namun ketika kami menginjak bangku sekolah paman telah berubah total.

Aku dan saudaraku tidak tau mengapa paman sebegitu cepat berubah. Mungkin karena paman enggan membiayai sekolah kami atau mungkin sebenarnya tidak mau mengadopsi kami berdua.

Hari hari terus ku lalui hingga aku bekerja keras untuk membiayai sekolah kami. Dari mulai berjualan kerupuk keliling kampung hingga membantu di warung.

Semua ku lakukan demi aku dan saudaraku. Saat itu aku tetap ikut paman tetapi aku hanya numpang makan dan tidur ditempat paman.

Suatu ketika bertemulah aku dan saudaraku itu dengan seorang wartawan media cetak yang meliput aktivitas kami.

Sebagai timbal baliknya wartawan itu memberikan sebuah tawaran untuk kami tinggal di sebuah panti asuhan.

Kami mau saja namun kami harus izin kepada paman, karena kami sudah lama tinggal dirumah paman. Pulanglah kami dan langsung meminta izin kepada paman. Dan paman pun mengizinkan kami untuk tinggal di panti asuhan.

Akhirnya kami diantar oleh wartawan itu ke panti asuhan itu. Di panti itu aku menyaksikan anak anak yang sama tidak beruntungnya dengan kami.

Seperti anak yang meminta sepeda kepada orang tuanya. Hingga ia marah dan lari ke jalan. Katanya saat itu orangtuanya mengejarnya, namun kedua orang tuanya juga tertabrak mobil dan meninggal dunia. (Gunarto)

Back To Top