Cerpen 6 Paragraf, Rencana Bolos Jam Pelajaran

Contohcerita.com - Cerpen berikut panjangnya 6 paragraf, jadi sangat singkat untuk dibaca di waktu santai. Meski begitu, ceritanya cukup menarik dan menghibur khususnya untuk rekan-rekan pelajar. Inti ceritanya yaitu tentang tiga orang pelajar yang ingin menghindari hukuman karena tidak mengerjakan tugas. Mereka ingin bolos, akhirnya gagal. Jangan ditiru ya, silahkan baca ceritanya berikut.

cerpen bolos pelajaran 6 paragraf
Cerpen 6 Paragraf Berjudul Rencana Bolos Jam Pelajaran
Waktu istirahat. Suarana begitu riuh. Semua kantin sekolah penuh sesak dengan anak-anak yang sedang sarapan. Istirahat pertama menjadi waktu yang paling sibuk di sekolah. Banyak anak yang belum sempat sarapan hingga kantin sangat ramai. Narto, Hendar dan Rahmat duduk di pojok kantin dengan raut muka tegang.

“Ndar, tugas kamu sudah selesai belum?”, tanya Narto. “Ah sial, belum. Kamu sudah belum. Habis istirahat pelajaran pak Madi ya. Waduh gimana ini?”, jawab Hendar dengan panik. Ia kemudian menoleh pada Rahmat, “kamu udah kan Mat, sini pinjam tugas kamu”, Tanya Hendar. “Boro-boro, tugasnya aja aku enggak tahu…?” jawab Rahmat.

Sejenak mereka bertiga beradu pandang. Tak ada satupun dari mereka yang sudah mengerjakan tugas. Padahal, pak Madi adalah guru yang killer, galak dan suka menghukum. Mereka pun menelan ludah getir membayangkan hukuman yang akan mereka dapat.

“Bolos aja yuk, mumpung masih istirahat…”, tiba-tiba Narto berkata setengah berteriak. “Hust… jangan keras-keras”, jawab Hendar. “Iya nih, gimana. Kalau masuk kita pasti di hukum. Tahu sendiri pak Madi seperti apa?”, timpal Rahmat. Sekali lagi, mereka beradu pandang. Kali ini lewat tatapan mata, mereka masing-masing setuju untuk bolos jam pelajaran pak Madi.

“Cabut…”, ucap Hendar. Tanpa dikomando, mereka bertiga langsung menuju ke gerbang depan. Belum sampai di gerbang, mereka bertiga berhenti. “Tas, bagaimana tas kita?”, tanya Rahmat. “Ah, sudah. Biarkan saja, nanti kita masuk lagi. Lebih baik cepat keluar, keburu gerbang ditutup!, jawab Hendar. Mereka pun langsung menuju ke gerbang. Sampai disana mereka kaget. Gerbang tertutup rapat. Tak ada satpam, hanya guru piket.

“Ah, sial…” ucap Narto, “bagaimana ini?” lanjutnya. “Kita lompat pagar aja, lewat belakang yang sepi…”, ucap Rahmat. Mereka langsung menuju pagar belakang gedung C. Belum sampai disana, mereka berpapasan dengan bapak kepala sekolah, “eh, sudah mau masuk, mau kemana kalian…?”, tanya bapak kepala sekolah. “Anu… anu pak, mau mengambil sesuatu ketinggalan di belakang”, jawab Narto terbata. “Iya pak…” ucap Rahmat menimpali. “Sudah, sudah, nanti aja. Pelajaran sudah akan dimulai…”, ucap kepala sekolah. “Tapi pak…”, jawab Narto lagi. “Enggak usah tapi-tapian, masuk sana ke kelas…”, bentak kepala sekolah. Bapak kepala sekolah tahu bahwa mereka bertiga pasti akan bolos. Akhirnya, dengan sangat terpaksa mereka harus masuk kelas. Rencana bolos gagal mereka laksanakan.

--- Tamat ---

Back To Top