Contoh Cerita Dongeng Keledai dan Pesan Moralnya

Contoh Cerita Dongeng Keledai dan Pesan Moralnya – kalau baca dongeng itu senang, apalagi dongeng binatang, soalnya ceritanya menarik, lucu dan sangat menghibur. Tapi bukan hanya itu, membaca kisah seperti ini bisa juga untuk belajar terutama memperhalus budi pekerti. Hayo, siapa yang ingin jadi orang baik yang sukses?


Nilai yang ada di cerita dongeng ini seputar kepercayaan. Kepercayaan begitu sangat sulit dibangun untuk orang lain terlebih orang itu baru mengenal kita dan belum tahu banyak tentang kita. Untuk itu ada baiknya semua tindakan yang berkaitan dengan kerjasama anda dengan orang lain haruslah dilakukan dengan profesional.

Hal itu semata-mata untuk membangun kepercayaan partner anda. Dengan terbangunnya kepercayaan tentulah hubungan kerja sama akan menjadi lebih baik dan menyenangkan.

Cerita ini akan memberikan pelajaran kepada kita untuk membangun kepercayaan terhadap orang lain. Dengan membangun kepercayaan tersebut, kita akan jauh lebih mudah berinteraksi dengan lawan kerjasama kita. Pelajaran pembangunan kepercayaan inilah yang akan ada di dalam cerita ini.

Mudah-mudahan apa yang ada didalamnya bisa menjadi pelajaran yang begitu berharga bagi kehidupan kita. Kisah dan pesan moralnya ini berjudul ”Kisah keledai yang bodoh”. Dalam cerita ini memang memakai sebuah karakter keledai sebagai media belajar kita.

Dengan peran yang dimainkan keledai tersebut yang merupakan keledai bodoh kita bisa mengambil hikmah dari apa yang dilakukan keledai yang tidak perlu kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari kita.

Cerita ini menceritakan tentang seornag saudagar yang pada suatu ketika hendak mengirim barang ke konsumennya. Untuk mempermudah pekerjaannya dia memakai tenaga keledai untuk membawa banyak barang yang menjadi pesanan.

Hingga pesanan itu di bawa keledai menyeberangi sungai, keledai yang begitu lelah terpeleset dan kemudian jatuh ke sungai. Setelah keledai bangun dia bisa merasakan bahwa ada manfaat ketika dia jatuh barang bawaannya tidak lagi berat.

Kini dia bisa berjalan dengan cepat karena tidak barang bawaan. Keesokan harinya dia kembali membawa garam menyeberangi sungai, dan seperti hari kemarin, kali ini dia berlagak terpeleset untuk mengurangi muatannya.

Pada hari ketiga dia kembali diberi tugas untuk membawa garam melintasi sungai. Ketika melintasi sungai keledai mengambil ancang-ancang dan kemudian melompat ke sungai. Namun kini beban garam yang dibawanya justru menjadi semakin berat.

Kenapa bisa begitu? Hal itu karena tempat untuk membawa garam adalah kampas yang bila terisi air jauh lebih berat. Kini keledai harus berjalan dengan berat lebih banyak dari pada biasannya. Agar lebih jelas silahkan baca langsung dongeng tersebut.
dongeng keledai dan pesan moral
Pesan moral yang bisa diambil dari cerita ini adalah janganlah anda meniru perilaku keledai karena memang anda bukan keledai. Selain itu bila memang anda tidak ingin menjadi orang yang disamakan dengan keledai bersikaplah amanah ketika mendapat tugas, amanat, tanggung jawab, dan perintah dari orang lain.

Dengan demikian anda tidak bisa disamakan dengan keledai. Bila anda tidak amanah dan tanggung jawab ketika mendapat amanah maka apa bedanya anda dengan keledai. Cerita ini menarik sekali karena cerita yang mengajarkan tentang sikap tanggung jawab dengan menghadirkan keledai sebagai media cerita.

Pesan moral yang terkandung di dalam cerita ini bahwa kita tidak boleh menjadi keledai bodoh yang ada di dalam cerita ini, karena manusia tentu lebih normal karena mempunyai akal dan pikiran yang lebih.

Selain dongeng keledai dan pesan moralnya di atas masih ada juga dongeng-dongeng lainnya. Ada banyak kisah dongeng lain yang akan membahas tentang pembelajaran-pembelajaran hidup di dalam situs ini.

Pembelajaran-pembelajaran yang dihadirkan di dalam situs ini beragam tema dan pesan moralnya yang pasti tetap menarik dan mendidik. Sehingga bisa menjadi situs langganan bacaan yang bisa diakses ketika datangnya waktu luang. Ya sudah, kali ini itu saja, sampai bertemu pada kisah selanjutnya.

Tag : Anak, Dongeng
Back To Top