Contoh Naskah Drama Lucu tentang Anak Manja

Contoh Naskah Drama Lucu tentang Anak Manja – meski hampir keseluruhan ceritanya adalah tentang seorang anak yang manja, tetapi dalam cerita drama berikut ini ada juga kisah asal usul sesuatu yang bisa ditangkap. Kalau bicara mengenai asal usul maka jelas sekali bahwa alur kisah dalam teks naskah ini adalah tentang masa lampau atau zaman dahulu kala. Semacam masa kerajaan gitu deh.


Berarti tentang cerita rakyat dong? Bosan deh kalau begitu? Ya tidak juga sih, ini kan untuk melengkapi koleksi kumpulan naskah drama yang ada di situs ini. Jadi, ini tentu khusus untuk adik-adik pelajar yang membutuhkan ide cerita rakyat yang bagus untuk drama di sekolah. Meski karakter atau tokoh pemainnya ada yang binatang tetapi nanti bisa disesuaikan bahkan bisa gokil abis deh.

Makanya dinamakan drama lucu karena alur cerita atau plot drama ini memiliki potensi yang cukup menarik untuk dikembangkan menjadi adegan-adegan lucu. Apalagi alurnya banyak menempatkan beberapa karakter tokoh yang unik dan menarik untuk dikembangkan lebih detail. Lebih jelas, silahkan langsung pelajari teks drama 8 orang tersebut.

Para Tokoh Pemain
1) Raja
2) Rohib
3) Prajurit
4) Anak-anak
5) Pangeran Ular
6) Pangeran Kucing
7) Pangeran Tikus
8) Pangeran Anjing

Naskah Drama Cerita Mentiko Betuah
Drama 8 Orang Pemain tentang Anak Manja

Pada zaman dahulu di negeri Simeulue, hiduplah seorang raja. Ia memiliki seorang anak laki-laki yang diberi nama Rohib. Mereka terlalu memanjakannya, sehingga Rohib tumbuh menjadi anak yang manja. Setelah menginjak usia remaja, raja mengirimnya untuk belajar di kota. Rupanya, sifat manjanya terbawa juga ke tempatnya belajar. Suatu hari, Rohib pulang sebelum masa belajarnya berakhir. Tentu saja, ayahnya sangat marah.

Raja :”Rohib Mengapa kau pulang sebelum masa belajarmu berakhir..!”.
Rohib : “Ayahanda aku hanya ingin berkumpul bersama kalian semua di istana ini saja( Jawab rohib dengan santai), lagi pula di kota aku tidak terlalu betah”.
Raja :”Kan ayahanda sudah bilang kepadamu nak untuk belajar dan tidak boleh kembali sebelum kau selesaikan sekolahmu itu, sekarang kembalilah ke kota dan jangan pernag kembali sebelum kau menyelesaikan sekolahmu”.
Rohib : “Tapi aku tidak mau ayahanda, aku sudah begitu tidak bersemangat untuk bersekolah”.
Raja :”Baik bila itu maumu, lebih baik kau pergi saja dari istana ini, karena aku tidak mau anakku tidak berpendidikan, pergilah dan jangan anggap aku sebagai ayahmu lagi. Perajurit..! usir anak tidak berguna ini dari istanaku ”.
Perajurit:”(Langsung memegang tangannya dan hendak mengusir Robib”.
Robib:”Ayahanda mengapa engkau begitu tega kepadaku”.

Akhirnya rohib di usir keluar dari istana. Tidak lama berselang, Rohib berpamitan kepada orang tuanya. Ia pergi dari satu kampung ke kampung lain nya. Di tengah perjalanan, ia bertemu dengan anak-anak yang sedang menembak burung dengan ketapel.

Rohib :”Hey jangan kau sakiti hewan itu( Sapa Robib kepada anak-anak itu)” .
Anak anak : “Siapa kau beraninya menghalangiku, kau tidak mempunyai hak untuk menghalang-halangiku, biarkan aku bermain dengan ular ini”.
Rohib : “Aku rohib, tapi apa yang kau lakukan membuat hewan itu tersiksa dan kesakitan kau tidak kasihan kepada hewan itu”.
Anak anak : “Aku tidak peduli karena dengan cara inilah aku bisa bahagia, dan kau jangan coba halangi aku”.
Rohib : “Bagaimana bila aku memberimu uang, tetapi ada syaratnya”.
Anak-anak:”Apa syaratnya..?”.
Robib:” kau harus melepaskan hewan malang itu”.
Anak anak:”Ya aku setuju”.

Tawaran itu pun diterima oleh anak anak. Sampai akhirnya uang rohib buat modal berdagangnya habis.Karena perjalanan yang sangat melelahkan, Rohib segera beristirahat dibawah pohon. Tiba-tiba seekor ular mendekatinya. Rohib sangat ketakutan.

Ular :"Jangan takut, Anak muda! Aku adalah Raja Ular di hutan ini. Siapakah nama gerangan anak muda? Kenapa kamu bersedih?( tanya ular itu)”.
Rohib :  "Namaku Rohib”, jawab Rohib.( Lalu rohib menceritakan semua pengalaman nya,)
Ular  : "Kamu adalah anak yang baik. Kamu pantas mendapat hadiah dariku," tambah Ular itu sambil mengeluarkan sesuatu dari mulutnya.
Rohib  : "Benda apa itu?" tanya si Rohib.
Ular :  "Benda ini namanya Mentiko Betuah. Apa pun yang kau minta, pasti akan dikabulkan," jelas ular itu, lalu pergi meninggalkan si Rohib.
Rohib  : "Wah, benda ini bisa menolongku dari kemurkaan ayah," gumam Rohib.

Berbekal Mentiko Betuah itu, Rohib kembali ke istana. Sebelumnya ia memohon kepada Mentiko betuah agar memberinya uang yang banyak. Tibalah Rohib di istana. Ayahnya merasa senang karena Rohib membawa uang yang banyak.

Robib:”Ayahanda aku pulang, dan ini adalah hasil dari kepergianku selama ini(Sambil memegang uang yang begitu banyak)”.
Raja :”Rohib kamu pulang dengan membawa uang banyak nak Maafkan perbuatan ayah dulu nak karena telah mengusirmu.
Rohib : “Iya ayahanda.. Putramu juga bersalah dan mohon untuk dimaafkan”.

Semua itu berlalu dan Selanjutnya, Rohib membawa Mentiko Betuah kepada tukang emas untuk dijadikan cincin. Ternyata tukang emas itu membawa kabur benda tersebut. Rohib pun meminta bantuan kepada sahabatnya, yaitu Tikus , Kucing , dan Anjing.

Rohib :”Sahabat sahabatku, aku tolong kepada kalian untuk mencari mentiko betuah yang di bawa kabur tukang emas.
Tikus , Kucing , dan Anjing : Iya Rohib, kami akan membantumu dan serahkan serta percayakan tugas itu kepada kami”.

Sang Anjing berhasil menemukan jejak si tukang emas. Ketika si tukang emas tengah tertidur, si Kucing memasukkan ekornya ke lubang hidung nya. Akibatnya tukang emas itu bersin, sehingga Mentiko Betuah terlempar dari mulutnya. Pada saat yang bersamaan, si Tikus segera mengambil benda itu. Namun, si Tikus menipu kedua teman nya bahwa Mentiko Betuah terjatuh ke dalam sungai.

Kucing :”Tikus kau sudah dapatkan mentiko betuahnya.
Tikus : “Belum, cing aku belum menemukannya”.
Anjing : lantas kemana mentiko betuah itu”.
Tikus : “Mentiko betuah itu terjatuh ke sungai, Cing dan Njing”.

Kucing dan anjing pun panik dan segera mencarinya ke dasar sungai, seangkan si tikus segera memberikan Mentiko Betuah kepada Rohib.

Tikus :”Rohib, ini mentiko betuah kepunyaanmu yang di ambil tukang emas itu”.
Rohib : “Terimakasih sahabatku, kaulah sahabatku yang paling baik”.

Ketika Si Kucing dan Anjing menghadap Rohib, mereka merasa sangat terkejut bahwa Mentiko Betuah itu sudah kembali ke Rohib. Rupanya perilaku licik Tikus segera tercium oleh Kucing dan Anjing. Keduanya marah besar terhadap perbuatan curang Tikus. Sejak saat itulah Anjing dan Kucing membenci Tikus sampai saat ini.

Tamat

Back To Top