Tukang Bakso Keliling Istri 3 dan Rumah Mewah

ROBIN, Tukang Bakso Keliling Istri 3 dan Rumah Mewah - Namanya Robin. Dia adalah tetanggaku. Aku selalu menatap rumah mewahnya dipagi hari. Saat aku terbangun dari tidurku, rumah itulah yang memberiku semangat. Dia seperti api kecil yang membakar sumbu tekadku. Membuat semangatku meledak-meledak. Muntah membasahi seluruh jiwaku.


Sebenarnya malam ini aku ingin pergi ke rumahnya. Berkunjung sekaligus meminta arahan darinya. Dia adalah orang yang pandai membakar semangat. Dengan wejangannya, dia bukan hanya membangunkanku dari keterpurukan.

Tapi dia juga memberikan sebuah langkah baru untukku. Dia adalah seorang motivator yang hebat. Idenya segar, baru, dan mendobrak. Tapi sayang, mala mini tak bisa berkunjung kerumahnya. Dia baru saja menikah.

Lagi. Dan ini adalah pernikahannya yang ketiga. Bukan karena dia bercerai atau ditinggal pergi istrinya. Tapi karena memang dia diminta untuk menikahi wanita itu. Dan beruntungnya, kedua istrinya bersedia untuk poligami.

Kurasa sangat wajar jika manusia semacam dia bisa mempunyai istri sampai tiga. Bukan hanya karena hartanya yang berlimpah. Tapi juga karena memang kharismanya yang hebat.

Untuk manusia sekeren dia memiliki istri tiga bukanlah hal yang sulit. Aku kagum sekaligus bangga dengannya. Umurku terpaut sekitar lima tahun dengannya. Dulu kami sering bersama saat masih muda. Sekarang kami juga masih sering bersama.

Tapi, sekarang kondisinya sudah sangatlah berbeda. Sampe sekarang aku masih saja seorang pedagang bakso rendahan. Sedangkan dia, dia sudah memiliki banyak sekali cabang dimana-mana. Karyawannya juga sudah sangat banyak. Dan kurasa, omzetnya kini sudah mencapai ratusan juta rupiah. Hal yang wajar untuk manusia segigih dia.

Aku masih ingat sekali masa itu. Sebuah masa dimana dia masih sama sepertiku. Berjualan bakso keliling dan pulang tanpa banyak membawa hasil. Satu kalimat yang dulu sering sekali dia katakana ketika aku berkeluh padanya adalah ‘bersabarlah kawan.

Teruslah beristiqomah karena Tuhan  sebentar lagi akan menunjukan jalannya.’ Itu lah yang ia katakan kala itu. Karena hasil jualan yang tak kunjung membaik, saat itu ia memutuskan untuk pergi.

Dia bilang padaku kalau dia butuh sesuatu yang baru. Sesuatu yang bisa membuat baksonya menjadi laris manis dan banyak disukai orang. Dia memutuskan untuk pergi ke Jakarta. Menimba ilmu sekalaigus mencari pengalaman.

Saat dia pergi, omsetku sedikit naik. Karena memang saat itu akulah satu-satunya pedagang bakso di daerahku. Tapi, itu semua hanya berlangsung kurang dari satu tahun.

Sekitar sebelas bulan dia pergi, akhirnya dia kembali ke daerah ini dengan benar-benar membawa sesuatu yang baru. Dia kembali dengan membawa sebuah resep bakso yang hebat.

Aku sengaja tidak diberi tahu resepnya karena dia bilang ini adalah resep rahasia. Saat aku mencicipi kuah baksonya, lidahku seperti bergoyang. Menari-nari laksana seorang ballerina. Rasanya sangat khas dilidahku. Berbeda sekali dengan kuah-kuah bakso lainnya. Sejak saat itu aku thau, dia adalah orang yang istimewa.

Dalam waktu yang relaif singkat, dia telah berhasil mendapatkan banyak uang sejak kembali ke daerahku ini. Sebagaian besar pelangganku memilih beralih padanya. Tak hanya itu saja, orang-orang yang sebelumnya tidak suka dengan bakso pun akhirnya menggilai bakso setelah mencicipi baksonya.

Aku sama sekali tidak marah karena memang dia adalah sahabatku. Suatu waktu dia memintaku untuk bergabung saja dengannya. Tapi aku menolaknya secara halus. Aku memang ingin jadi seperti dia. Tapi aku tidak mau menjadi karyawannya. Aku lebih suka bekerja sendiri walaupun penghasilanku kecil.

Sekitar dua bulan dia berjualan kembali didaerahku, dia langsung membuat sebuah warung bakso yang besar. Dan itulah tonggak awal kejayaannya. ‘Goyang Lidah’ itu lah nama warung baksonya. Dari situ dia benar-benar berkembang pesat.

Berbagai inovasi baru ia keluarkan dari dalam kepalanya. Idenya memang gila, tapi sangat ilmiah. Dia merubah sesuatu yang tidak mungkin menjadi mungkin. Ditangannya itu semua seolah menjadi mudah.

Bukan hal sulit untuknya menarik pengunjung untuk datang ke warung bakso-nya itu. Media promosinya beragam dan imajinatif. Mulai dari mulut ke mulut, baleho, sampai ke radio.

Dia juga sering mengadakan sebuah acara di warung bakso nya itu. Sehingga nama nya semakin melejit ditelinga masyarakat. Desain warungnya selalu di perbarui. Kepuasan pelanggan adalah hal yang pertama dan utama baginya. Dan tentu saja itu sukses membuat pelanggan setia pada baksonya.

Sekitar enam bulan setelah kehadiran warung bakso nya, dia langsung membuka cabang baru dengan nama yang sama. Warung barunya itu juga berhasil menuai kesuksesan yang ham pir sama dengan pendahulunya.

Setiap malam para pengunjung berbondong-bondong membeli bakso nya. Sedangkan bakso ku sendiri selalu sepi tanpa pelanggan. Dua bulan berikutnya, dia kembali membuka cabang baru. Dan selalu seperti itu untuk dua bulan setelahnya.

Kini, dia memiliki lebih dari dua puluh lima cabang yang tersebar ke berbagai wilayah. Dan kesemua cabangnya itu telah berhasil membuat Robin mendapat predikat orang paling kaya di kampungku.

Dia adalah rival, motivator, sekaligus mentor bagiku. Aku tidak akan iri atau pun dengki pada kesuksesannya. Aku juga tidak akan merusak kesuksesannya itu. yang akan ku lakukan saat ini adalah mencuri ilmu sebanyak-banyaknya dari dia, lalu pergi ke daerah lain untuk menciptakan kesuksesan ku sendiri.

Dengan ini aku yakin, aku bukan hanya bisa men jadi Robin yang berikutnya. Aku yakin kalau aku juga bisa mencetak Robin-Robin baru untuk Indonesia yang lebih baik!

---oOo---

Cerita di atas adalah cerita fiksi dan bukan kenyataan. Cerita tersebut dibuat untuk memberikan motivasi dan inspirasi bagi kita yang sedang berjuang untuk mendapatkan hidup yang lebih baik. Tetap semangat, semoga kita menjadi orang sukses di masa depan.

Back To Top