TKW Sukses Buka Usaha Laundry Omzet Jutaan

MARKONAH, TKW Sukses Buka Usaha Laundry Omzet Jutaan (KHAYALAN DAN IMPIAN) - Markonah adalah satu dari sekian banyak gadis desa yang lahir dalam keadaan kurang beruntung. Dia terlahir dikeluarga yang miskin. Ibunya adalah seorang tukang cuci baju tetangga. Sedangkan ayahnya adalah seorang buruh yang kerjanya serabutan.


Dia memiliki tiga orang adik yang masih kecil. Yang terbesar berusia 12 tahun dan sedang menempuh pendidikan di SMP. Satu adiknya lagi berusisa 8 tahun dan sedang menempuh pendidikan di SD. Sedangkan yang paling kecil masih berusia 3 tahun.

Adiknya yang paling kecil selalu ikut ibunya pergi mencuci baju dirumah tetangga karena jika dia ditinggal dirumah sendiri, tidak ada orang yang mau mengasuhnya. Adiknya yang paling besar selalu pergi ke tukang kopra untuk bekerja.

Hasil kerjanya itu diberikan pada orang tuanya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Keluarga yang menyedihkan. Selalu tertatih-tatih mencari nafkah untuk mencukupi kebutuhannya.

Saat keluarga lain mengeluh karena tidak bisa membeli kendaraan mewah, keluarga Markonah selalu bersyukur karena bisa makan  nasi dengan sayur dan lauk. Bisa makan nasi dengan sayur dan lauk adalah hal yang sangat jarang bagi mereka. Karena setiap hari mereka hanya bisa makan nasi dan garam saja.

Jika ingin makan daging, mereka harus menunggu sampai lebaran haji tiba. Karena memang dengan kondisi ekonomi merka yang seperti ini sangat tidak mungkin bagi mereka untuk membeli daging dipasar.

Semakin hari kondisi ekonomi mereka bukan semakin membaik, tapi justru malah semakin memburuk. Kebutuhan mereka semakin meningkat seiring bertambahnya usia adik-adik Markonah.

Sampai akhirnya orang tua Markonah menyuruhnya untuk menjadi TKW. Markonah adalah satu-satunya harapan keluarganya itu. dia masih muda dan bisa bekerja. Dan dengan kepergiannya menjadi TKW, membuka kesempatan untuk keluarganya hidup sejahtera.

Meski berat, Markonah pun akhirnya bersedia melaksanakan perintah kedua orang tuanya. Dengan bantuan tetangganya yang juga merupakan majikan dari ibu Markonah, akhirnya dia bisa berangkat ke Taiwan sebagai TKW.

Tetangganya itu adalah seorang penyalur yang sudah tersohor. Dia tidak mematok tarif bagi siapa saja yang ingin menjadi TKW, karena nantinya dia akan memotong gajih dari TKW-TKWnya sebagai ganti uang keberangkatan.

Ironis. Saat gadis-gadis seusianya menempuh pendidikan dan mendapatkan banyak teman, Markonah justru harus pergi ke belahan dunia lain untuk mencari nafkah. Kehidupan keluarganya kini ada ditangannya.

Dia adalah tulang punggung keluarganya sekarang. Karena jika hanya mengandalkan ayahnya yang bekerja serabutan, keluarga mereka akan sulit untuk terus hidup. Markonah telah mengorbankan masa mudanya. Masa dimana seharusnya ia bisa bersenang-senang bersama teman-temannya.

Masa dimana seharusnya ia bisa menimba ilmu untuk masa depannya kini telah hilang. Dan ini lah Markonah yang sekarang. Seorang TKW muda yang bekerja ke luar negeri. Hanya dengan bermodalkan tekad untuk merubah nasib dan menghidupi keluarganya, ia telah sampai di Taiwan. Sebuah negeri yang sama sekali belum pernah ada dalam bayangannya.

***

Lima tahun sejak kepergian Markonah telah berlalu. Desanya yang dulu kini telah berubah menjadi maju. Sudah mulai ada banyak tempat pendidikan yang bagus. Penduduk-penduduk didesanya kini juga telah berkembang. Baik secara ekonomi maupun secara pemikiran.

Semenjak berganti masa kepemimpinan, desanya itu kini telah berkembang pesat. Sudah mulai ada banyak gedung-gedung baru dibangun. Berbagai macam jenis usaha baru pun bermunculan. Membuat penduduk dari daerah lain tertarik untuk tinggal didaerahnya itu.

Kini Markonah sudah siap kembali menuju kampung halamannya. Kontrak kerja nya sudah habis. Dan karena dirasa sudah cukup mendapatkan uang, Markonah tidak mau lagi meneruskan kerjanya.

Dia ingin menghabiskan sisa hidupnya di Indonesia. Tinggal bersama ayah ibunya dan juga melihat adik-adiknya tumbuh dan berkembang. Kini adik Markonah yang paling besar telah memasuki masa akhir pendidikan di SMA.

Berkat Markonah keluarganya berhasil lepas dari jerat kemiskinan. Adik-adiknya bisa meneruskan pendidikan tanpa harus bekerja sebagai kuli kopra. Ayahnya juga sudah membuat sebuah tok sembako.

Dengan toko sembakonya itu keluarga Markonah bisa terus melanjutkan hidupnya. Dan yang paling spektakuler adalah ibu Markonah. Dengan bantuan uang dari Markonah, kini ibunya telah memiliki usaha Laundry sendiri.

Usahanya ini merupakan  satu-satunya usaha laundry paling terkenal didaerahnya. Dia memiliki cabang diberbagai daerah. Dengan bermodalkan kepercayaan dari para majikannya dulu, ibu Markonah telah berhasil membangun sebuah usaha laundry yang sangat maju.

Jika dulu ibu Markonah harus datang kerumah-rumah tetangganya untuk mencuci baju, kini tetangga-tetangganya lah yang harus menghampiri ibu Markonah. Tak hany tetangga-tetangganya saja, para pelajar dan juga para pejabat daerah setempat juga tak ragu untuk melaundrykan bajunya ini kepada ibu Markonah.

Laundry Markonah. Itulah nama perusahaan Laundry yang telah dibangun oleh ibunya. Karena merasa sudaha cukup untuk hidup dan merasa sudah tua, akhirnya ibu Markonah memutuskan untuk pension. Dan usaha laundry nya itu ia serahkan kepada anaknya.

Anak yang telah berjuang keras untuk keluarga. Anak yang telah berjuang membanting tulang demi kehidupan keluarganga dikampung.

Dialah Markonah, seorang mantan TKW yang kini menjadi pemilik tunggal perusahaan Laundry Markonah. Setiap bulan omset yang didapatkannya selalu berhasil menembus angka puluhan juta rupiah.

---oOo---

Cerita di atas adalah cerita fiksi dan bukan kenyataan. Cerita tersebut dibuat untuk memberikan motivasi dan inspirasi bagi kita yang sedang berjuang untuk mendapatkan hidup yang lebih baik. Tetap semangat, semoga kita menjadi orang sukses di masa depan.

Back To Top