Ketika Kesabaranku Diuji

Contoh Cerpen tentang Kehidupan - Hari hari berlalu, bulan demi bulan pun berjemput. Ketika hari dimana saya mendapatkan cobaan dari sang pencipta Tuhan semesta alam. Cobaan, bukan cobaan tapi aku menganggapnya sebuah ujian bagiku yang sangat berat untuk saya lalui.


Aku percaya bahwa tuhan tidak memberikan cobaan begitu berat kepada umatnya yang tidak sesuai dengan kemampuan umatnya sendiri. Aku yakin bahwa aku bisa melewati ujian ini walaupun sangat sulit. Tapi ujian ini entah kenapa saya sangat sulit melaluinya langkah ku berhenti cukup lama ketika kedua orang tuaku berpisah.

Kenapa semua ini bisa terjadi di keluargaku sendiri. Aku marah dengan diriku sendiri, aku melukai tubuhku dan sering mabuk-mabukan karena perpisahan kedua orang tuaku yang mengakibatkan aku jadi begini.

Aku stres, aku gila, aku melampiaskan perpisahan kedua orang tuaku dengan mabuk mabukan hanya karena untuk menghilangkan beban sesaat. Setelah sadar dari mabuk justru palah menambah rasa sakit ini semakin pedih kurasakan. Aku tidak berhenti disitu saja, pergaulanku semakin liar dan tak terarah.

Pergaulanku yang semakin lama semakin liar, dan bujukan teman aku terjerumus di lubang hitam aku mulai memakai narkoba. Tapi justu hidupku tambah tidak tenang jadi tambah gelisah. Aku yang haya ingin menghilangkan beban yang ada di benakku palah beben ini tambah menyiksaku saat aku ketergantungan dengan narkoba.

Berbagai cara aku lakukan untuk mendapatkan narkoba karena saya sudah ketergantungan dengannya, saya mencuri hanya untuk mendapatkan sebutir narkoba itu, awalnya semua itu berjalan dengan lancar, tapi tidak begitu lama.

Akhirnya saya tertangkap polisi sebagai pengguna narkoba dan pencurian aku mendapatkan pasal berlapis, di penjara aku semakin terkekang aku tidak bisa apa - apa semua aktivitas ku di pantau oleh polisi.

Nambah sakit tubuh ini, ketika ketergantungan dengan narkoba itu kambuh di dalam penjara, itu semakin sakit tubuh ini. Setelah cukup lama saya menahan ketergantungan dengan narkoba akhirnya saya bisa lepas dari barang haram ini walaupun sangat sulit.

Setelah beberapa tahun di penjara dan merenung akhirnya saya mendapat mukjizat saya mengetahui arti dari perceraian itu, saya sadar akan hidupku yang kelam itu justru merusak tubuhku sendiri.

Di dalam penjara hidupku semakin terarah dan mempunyai tujuan untuk hidup, hidupku jadi bertambah baik lagi dengan bantuan dari polisi itu yang mengarahkan untuk yang lebih baik lagi,  perasaan menyesal sangat melekat dalam hati ini.

Aku tidak menyalahkan siapa siapa hanya keadaan yang membuat aku jadi begini. Janganlah kamu mencoba coba dengan kehidupan yang suram itu, kehidupan itu hanya akan merusak tubuhmu sendiri, kalau kamu tidak bisa membuat bangga kedua orang tuamu setidaknya janganlah buat mereka bersedih.

---oOo---

Back To Top