Jangan Harap Sukses Jika Belum Pernah Gagal

Cerpen Pengalaman tentang Kegagalan Usaha - Sukses adalah kondisi dimana kita sudah bisa mendapatkan sesuatu yang kita inginkan. Tapi itu menurut saya, tentu berbeda jika yang mendifinisikannya orang lain. Karena memang sukses memiliki arti dan makna yang berbeda bagi setiap individu.


Dan kita tentu juga tidak bisa menyalahkannya, karena memang tidak ada indikasi atau standar khusus untuk membenarkan atau menyalahkan definisi sukses dari pendapat orang lain.

Aku sendiri belum terlalu banyak belajar mengenai kesuksesan dan bagaimana cara mendapatkannya, karena memang umur ku masih terlalu muda. Sulit bagi bocah biasa berumur 16 tahun sepertiku untuk bisa sukses muda.

Tapi waktu itu aku pernah menoton sebuah film Thailand yang menurutku benar-benara menggugah. Membuat setiap orang yang menontonnya termotivasi dan bangkit dari kegagalan.

Waktu itu aku sedang duduk di kelas bersama teman-temanku. Kebetulan saat itu sedang ada pelajaran kosong, jadi kami bebas melakukan apa-apa. Saat sedang asyik duduk dan berbincang bersama teman-temanku,  tiba-tiba Andi mengeluarkan laptopnya dari tas dan kemudian mengajak kami untuk menonton sebuah film.

Yaah, dia memang orang yang selalu di berkati dengan hal-hal baru. Seperti biasa jika kami tidak mau menonton, maka dia akan memaksa kami dan mempengaruhi kami dengan mendeklarasikan film nya  itu…

“Ini film keren banget! Lo semua pasti bakal ketagihan deh nonton film ini! Gue udah lima kali nonton, tapi sampe sekarang gue belum bosen buat nonton film ini!” kurang lebih seperti itulah kalimat yang digunakan Andi untuk mempengaruhi kami semua.

Dan akhirnya kami pun menurut dan ikut menonton film itu. Judul film itu adalah ‘Top Secret a.k.a The Billionare’. Memang aneh ketika ada sebuah film Thailand berjudul bahasa inggris. Dan jika film itu diceritakan lewat tulisan, maka akan menjadi sebuah tulisan yang sangat panjang.

Film berdurasi sekitar 143 menit ini menceritakan seorang bocah muda bernama Top. Dia memiliki ambisi yang besar untuk jadi pengusaha yang sukses. Namun jalan yang di lalainya benar-benar sangat sulit. Bahkan bisa di bilang menyedihkan.

Orang tuanya bangkrut, pindah, buka usaha gagal, kena penipuan, dan berbagai macam kedihan lainnya pernah ia alami. Dalam film itu, entah sudah berapa kali aku melihat Top si tokoh utamanya itu gagal.

Bahkan aku sampai gregetan sendiri karena sampai di sepertiga film dia tak kunjung sukses juga. Setiap kali dia hampir sukses dan mendapat sebuah pencerahan, pasti selalu saja ada masalah yang akhirnya membuatnya gagal.

Seperti saat ia jualan kacang goreng di super market. Saat usahanya itu sedang laris-larisnya, tiba-tiba saja pihak supermarket mengusirnya karena asap yang dihasilkan mengotori atap gedung.

Ditambah lagi kekasih yang meninggalkannya tentu membuat mental si tokoh utama ini down. Tak hanya di tinggal sang kekasih, kedua orang tua nya pun juga pergi meninggalkannya karena di daerah yang ia tinggali sekarang orang tuanya tidak bisa menghasilkan uang.

Namun, kehilangan orang-orang yang disayanginya tidak membuat bocah ini menyerah. Justru dia semakin semangat dan bertekad untuk menjadi pengusaha sukses.

Beruntung saat itu dia masih memiliki paman yang setia menemani dan membantunya. Saat menonton film ini, aku sempat melirik ke kiri dan kanan. Kudapati beberapa teman ku matanya sudah mulai berkaca-kaca.

Yaah, memang banyak adegan epic yang mengharukan di film ini. Tapi sampai hampir di penghujung film, kesuksesan tak kunjung mengahampiri sibocah ini. Saat dia benar-benar hampir menyerah, tiba-tiba harapan datang.

Entah bagaimana terjadinya, tapi semuanya seperti sudah di rencanakan. Setiap kegagalan yang di alami si tokoh utama ini seolah menjadi sesuatu yang membuat tokoh utama ini semakin dekat dengan kesuksesannya.

Saat itu dia mencoba membuat keripik rumput laut. Dia mendapat kan ide itu ketika kekasihnya datang kembali padanya. Saat itu keripik rumput laut hanya di masukkan ke dalam toples dan belum bisa di jual di pasar-pasar swalayan.

Di situ lah ide gila bocah berusia 19 Tahun ini muncul. Benar-benar gila menurutku. Seolah setiap kegagalan yang dia alami membuat dia semakin kuat dan tumbuh semakin dewasa.

Dia membuat sebuah ide yakni mengemas keripik rumput laut yang basah ini ke dalam sebuah kemasan lalu mencoba mendaftarkan produknya ke 7-eleven-salah satu perusahaan mini market terbesar di dunia.

Dan lagi-lagi saat semuanya dirasa sudah siap, si tokoh utama ini gagal lagi dan gagal lagi. Namun seolah dia mendapat sebuah hadiah dari Tuhan karena sikap pantang menyerahnya, dia mendapatkan panggilan dari pihak 7-eleven yang ingin mencoba memasarkan produknya ini.

Di sinilah kehebatan yang bisa kurasakan dari tokoh utama. Seolah sudah kebal dengan kegagalan, dia benar-benar tidak takut akan gagal. Seolah dia sedang bertaruh dengan nasib. Dia menggunakan semua uangnya untuk membuat sebuah pabrik yang nantinya akan di reiew oleh pihak 7-eleven. Dan

saat pihak 7-eleven mereview, dia tampak begitu tenang dalam ke gugupan. Tapi semuanya berjalan lancar dan sampai pada akhirnya dia mendapat sebuah surat tanda kerja sama antara pabrik keripik rumput laut kecilnya dengan perusahaan mini market besar dunia 7-eleven.

Adegan di mana Top membuka isi suratnya itu adalah salah satu adegan terbaik yang pernah ku lihat selam hidupku. Tapi yang jelas saat melihat adegan itu, banyak teman-temanku yang berkaca-kaca bahkan sudah ada yang mengeluarkan air mata.

Aku rasa dari film itu saja, aku sudah berhak menyimpulkan bagaimana hubungan kesuksesan dan kegagalan. Kedua nya memang berlawan tapi saling membutuhkan.

Yang aku lihat di film itu adalah bagaimana sebuah kegagalan bisa membuat Top menjadi semakin kuat, bagaimana kegagalan memberikan Top pengetahuan baru dan kegagalan yang membuat Top berakhir sukses. Entah sudah berapa kali kegagalan yang di alaminya. Dan sampai akhirnya dia benar-benar bisa sukses.

Saat aku sedang duduk dengan Andi dibawah pohon depan kelasku, aku bertanya padanya tentang apa yang ada dipikirannya setelah menonton film itu. Dia hanya terdiam, wajah nya serius, lalu dia memejamkan matanya.

“Jangan harap bisa jadi orang sukses kalau belum pernah gagal!” jawab Andi mantap. Yaah, aku setuju dengan ucapannya itu. Karena yang terpenting bukan seberapa banyak kita gagal, tapi seberapa banyak kita bangkit dari kegagalan. Saat kita bangkit dari kegagalan itu artinya kita sudah berevolusi menjadi manusia yang lebih tangguh dan berkualitas!

---oOo---

Back To Top