Liburanku di Pulau Durai Kepulauan Riau

Kalau anda bilang punya pengalaman bagus tentang berlibur ke pantai pasti tidak sebagus pengalamanku. Pengalaman ini adalah pengalaman yang menyenangkan, menegangkan, dan tidak pernah terlupakan.

Foto: Ilustrasi/kepri.travel.com

Pada hari itu aku dan kedua teman ku berangkat mengkabiskan waktu luang untuk berlibur ke pantai anabas di kepulauan Riau. Kami tak sabar untuk bermain setelah itu kami berhambur ke pantai.

Kami menyusuri pantai sampai jauh, tak terasa kami pun sampai di tempat yang sepi. Kami merebahkan diri di sana sambil tidak lupa menangkap keindahan di pantai itu dengan kamera kami.

Waktu berjalan begitu cepat, tak terasa hari sudah sore. “Hay, kita kan mau ke pulau durai, jadi berburu sunset tidak nih…” ujar Ari.
“Oh ya sampai lupa…”
“Waduh ini sudah sore ayo buruan”, ucapku mengajak Yudi dan Ari bergegas.

Setelah mengunjung beberapa tempat penyewaan perahu akhirnya kami mememukan perahu terahir. Setelah bernegosiasi harga, akhirnya pemilik perahu pun menyetujui mengantar dan menjemput kami di pulau Durai.

“Jangan lupa ya pak, nanti di jamput lagi”
“Iya mas, tapi ingat ya jam 18:30 aku sudah ada disini, tidak lebih dari jam itu”
“Iya pak, tenang saja…”

Ternyata pulau itu masih cukup indah, pepohonan di sana dan lingkunganya pun masih asli dan bayak penyu juga disini. Kami pun mencari tempat untuk bersantai. kami terpukau indahnya matahari tengelam di tepi pantai.

“Benar kata orang ternyata menikmati suasana pantai waktu disorot sinar matahari sore begitu mengagumkan.”

Kami pun sampai lupa waktu karena keindahan pantai itu, tiba tiba yudi berteriak mengagetkan kami. ‘’hay sudah jam berapa ini!’’ ujar yudi
Waduh ya sudah jam berapa ini ri?  Sudah jam 7 jawabku.

Dan kami pun segera berlari bergegas menuju penjemputan  ternyata hening tidak ada perahu pun disana. Kami pun mulai khawatir, tapi kami masih melihat ada seseorang disana kami medengarnya .

Dengan perasaan takut tak dijemput dan harus bermalam disana, kami duduk lemas    samil menunggu jemputan, jam 8 setelah kami putus asa terlihat dari kejauhan sekilas cahaya yang mengkampiri kami.

Alhamdulilah kami tidak jadi terdampar di pulau itu tanpa persiapan. “Ya untung saja…” Setelah perahu sampai kami naik, dan berkeliling sebentar untuk menjemput beberapa orang lainnya dan lalu pulang. Itu pengalamanku yang mendebarkan, menegangkan sekaligus yang tak terlupakan.

---oOo---

Back To Top