Kisah Karma Kehidupan yang Sedih

Begitu gersang, tandus, dan juga panas. Inilah kondisi salah satu desa di negara timur nun jauh di sana. Penduduk di desa ini begitu menyedihkan.Banyak anak-anak mati sebelum bisa merasakan betapa nikmatnya hidup.


Penduduk juga harus berhati-hati setiap melakukan aktivitas karena tingkat kriminalitas begitu besar dinegara ini. Kemiskinan membuat orang menjadi lapar, kelaparan membuat orang menjadi emosional. Dan emosi mereka membuat mereka saling membunuh.

Desa yang begitu menyedihkan.Tidak ada petani, sekolah bisa dihitung, dan bahkan tidak banyak orang menjual sembako. Yang ada hanya tempat orang-orang tidak benar. Setiap ada orang yang mencoba membuka lahan pertanian, hasil panennya pasti selalu raib entah kemana. 

Begitu pula dengan warung dan toko sembako. Selalu gulung tikar karena barang dagangannya masuk ke perut orang lain tanpa pernah dibayar.

Di desa itu ada beberapa gangster yang begitu terkenal. Awalnya mereka saling berebut kekuasaan. Tidak hanya berusaha membunuh para gangster lain, kadang mereka juga membunuh warga sipil yang dianggap meresahkan.

Para gangster ini menjual barang perusak untuk kebutuhan hidup mereka. Dengan begitu timbullah sebuah pola pemikiran yang aneh.“Jika kau ingin jadi kaya, jadilah ketua gangster” itulah yang ada dipikiran para penduduk.

Tak hanya para remaja dan orang tua. Bahkan anak-anak pun sudah mulai berfikir seperti itu. Ada beberapa anak yang sangat tertarik dengan dunia kriminal, ada juga anak yang benci sekali dengan pola hidup masyarakat ini. Benar-benar sebuah tatanan masyarakat yang menyedihkan.

Jika di desa lain kepala desa bisa mengatur dan memiliki kekuasaan, di desa ini kepala desa tidak lebih dari sekedar simbol.

Bahkan pihak keamanan sama sekali tidak membantu karena banyak sekali oknum yang ikut menikmati hasil penjualan barang haram. Gangster adalah penguasa di sini, bahkan beberapa orang menyebut ketua gangster dengan julukan kaisar. 

Ada dua gangstar yang begitu kuat dan juga ditakuti di desa ini.Yakni gangster Jenggot Putih dan juga Gangstar Mawa Hitam.

Gangster jenggot putih merupakan pelopor terciptanya sebuah gangster di desa ini. Awalnya mereka hanya sebuah kelompok biasa, namun lama kelamaan mereka berkembang menjadi sebuah kelompok super gangster yang begitu ditakuti.

Setelah munculnya gang Jenggot putih, banyak orang-orang mulai berkumpul dan ikut membentuk sebuah kelompok seperti itu. Sampai akhirnya muncullah sebuah gang baru dengan nama Mawar Hitam dengan Marshall Sebagai pemipinnya.

Perang antar kedua gang ini pun tak dapat terelakan. Karena ingin mencari aman, akhirnya gang-gang kecil lainnya memilih untuk ikut bergabung dengan dua gang besar ini. Ini adalah cara yang digunakan agar mereka bisa hidup. Melawan gang besar, atau bersekutu dengan mereka.

Perang ke 20 antara Jenggot Putih yang di pimpin Edward melawan Mawar hitam yang dipimpin Marshall. Perang dimulai dengan letusan beberapa senjata api. Bangunan-bangunan yang sudah hancur menjadi tameng tempat perlindungan bagi mereka, anggota gang pun beragam.

Mulai dari anak-anak, remaja, dewasa, hingga para wanita pun ikut berperang. Pertempuran hanya akan berakhir jika mereka sudah lelah. Atau salah satu pihak sudah kelelahan dan memutuskan untuk mundur.

Pola peperangan antar gang ini terus berlanjut hingga akhirnya negeri ini menangis. Tidak ada gang yang pernah menang. Setiap ketua gang mati, selalu saja ada penerusnya. Begitu seterusnya sampai tercipta sebuah siklus gangstar yang tak pernah berakhir.

---oOo---

Back To Top