Kisah Horor Jagal Pincang Cari Korban

Contoh Cerita Horor tentang Hantu - Mendengar judulnya diucapkan, cerita “jagal pincang cari korban” benar-benar membuat merinding dan takut. Apalagi jika dikaitkan dengan kenyataan bahwa kisah tersebut merupakan kisah cerita hantu yang mengerikan. Meski hanya cerpen yang berisi kisah fiksi namun tetap saja menakutkan.


Cerita yang diangkat merupakan kisah teror yang terjadi karena hantu. Jadi bisa dikatakan juga ceritanya mistis dan berkaitan dengan makhluk halus yang tidak bisa dilihat sembarangan orang. Menakutkan, tentu saja.

Minimal merinding kalau mengikuti ceritanya sampai habis. Ya namanya juga cerita hantu, pasti tidak lepas dari hal-hal yang menakutkan. Tapi tidak hanya itu, dalam kisah cerpen kali ini juga tersembunyi misteri yang membuat penasaran. Untuk yang bernyali dan suka dengan dunia seperti ini tentu akan menegangkan.

Meski bernuansa hantu yang menakutkan namun cerita yang diangkat cukup unik dan menarik. Keunikan tersebut bisa ditebak juga dari judul yang digunakan. Sepertinya, kalau dari judul, ada yang sedang mencari korban yaitu si tukang jagal.

Nah, masalahnya tukang jagal apa nih, hewan atau manusia coba? Kalau tukang jagal hewan sih sudah biasa mungkin, bagaimana dengan tukang jagal yang mencari manusia kan seram juga? Belum lagi kalau kita tebak siapa yang jadi tukang jagal, ah penasaran deh. Lebih baik dinikmati saja langsung cerita tersebut!

Jagal Pincang Cari Korban
Cerpen tentang Hantu Jagal

Suara jangkring terus berbunyi keras. Terdengar jelas sekali di tengah gelap dan sunyi malam. Suara lolongan anjing juga terdengar begitu jelas dari dalam hutan. Malam yang dingin terasa semakin dingin ketika angin berhembus lembut masuk ke pori-pori kulit.

Entah kenapa malam ini terasa begitu mencekam dan mengerikan. Aku dan ketiga teman ku  yang sedang nongkrong juga perlahan mulai merasa merinding dengan suasana malam ini.

“Malem ini kok serem banget ya.” Ujar jamal sembari mengangkat sarungnya menutupi bahu dan lehernya.

“Iya ini, ngga biasa nya malem ini kayak gini.” Ujar Rusdi yang juga nampaknya sudah mulai kedinginan.

“Kayaknya ini gara-gara terror hantu si tukang jagal itu deh.” Ujar Usman.
“Waah kalo ngomong ati-ati kamu man. Malem-malem gini kok ngomongin gituan.” Protesku.

“Ati-ati gimana toh din. Lawong emang sekarang  itu lagi sering ada terror si tukang jagal kok. Kemaren katanya sapi pak lurah yang jadi korban.” Ujar Usman lagi.

“La terus apa hubungannya si tukang jagal sama malem yang sere mini?” Ujar Rusdi ikut menimpali.

“Waaduuh.. kamu ngga tau ya, kalo rumornya itu si tukang jagal itu pake ilmu hitam. Dia bisa ngilang kebawa angin. Lagian tukang jagalnya itu kakinya pincang. Kalo ada orang yang ketauan mergokin dia lagi njagal sapi terus mau nangkep dia, dia ngga segan-segan buat njagal si orang itu. Katanya si dulu pernah ada kejadian”

“Wah, serius lo man? Serem amat. Tapi siapa yang udah pernah nemuin si tukang jagal itu coba?” Tanya Rusdi

“Dulu banget mbah sumo pernah ketemu sama si tukang jagal itu. Terus dia berusaha nangkep si tukang jagal. Sayangnya dia ngga bisa ngelawan si tukang jagal dan akhirnya dia malah ikutan mati bareng sapi-sapi itu.” Ucap Usman serius.

“Itu sekitar 5 tahun yang lalu. Sejak kejadian itu, si tukang jagal ngilang. Dan sekarang balik lagi buat cari korban.” Lanjut Usman.

Aku benar-benar merinding mendengar cerita Usman. Terlebih setelah ini aku pulang sendirian menuju rumahku. Jalan menuju rumahku adalah jalan yang menurutku paling seram didesa ini.

Tak hanya jalannya yang sepi, kondisinya yang licin dan berair juga menambah kesan mistis jalan itu. Terlebih suasana gelap dan suara lolongan anjing hutan yang membuat bulu kuduk berdiri. Sial, buat apa juga tadi aku ndengerin cerita si Usman. Jadi parno sendiri sekarang kan.

“Waduh, kayaknya udah mulai malem nih. Aku balik duluan ya.” Ucap Rusdi yang siap-siap berangkat pulang.

“Yaah, ngga asik banget si. Baru juga jam berapa.” Ucap Jamal protes.
“Ini udah malem mal, aku ngantuk. Lagian besok juga aku harus bangun pagi buat kerja.” Ucap Rusdi lagi.

“Waduh… yaudah deh. Kalo kamu mau pulang, aku ikut pulang juga lah.” Ucap Jamal yang juga sudah mulai bersiap-siap.

“Wah… nggaK setia kawan banget siH. Masak jam segini udah pada mau pulang.” Ucap ku ikut protes.
“Yaa gimana lagi din. Orang si Rusdi nya aja gitu.” Ucap si Jamal.
“Yaah, yaudah deh. Aku ikut pulang juga biar adil.” Ucapku yang juga sudah mulai bersiap-siap.

“Balik dulu ya man. Besok malem kita nongkrong sini lagi.” Ucap Jamal.
“Iya mal, ati-ati ya.”
“Aku pulang juga man,” Ucap ku sambil memakai sandal.
“Iya din, kamu ati-ati juga.”

“Oke man.” Ucapku sambil melangkah pulang. Rumah Usman memang sejak dulu menjadi basecamp kami. Selain karena rumahnya yang sepi, kopi dirumah Usman juga sangat enak sehingga kami jadi betah nongkrong disana.

Selama perjalanan ku pulang, aku terus memikirkan cerita si tukang jagal pincang dari si Usman. Seharusnya itu hanya mitos saja, tapi kenapa tubuhku merinding setiap ingat ceritanya.

Saat aku berjalan melewati rumah almarhum mbah Sumo yang merupakan korban si tukang jagal, aku mendapati rumahnya tampak begitu sepi. Rumah yang sudah lima tahun lebih kosong itu juga sepertinya kini sudah banyak dihuni setan-setan gila.

Kondisinya yang sudah tua dan tidak terawatt juga menambah kesan mistis rumah ini. Saat sedang asik menatap rumah ini. Aku tiba-tiba saja dikejutkan dengan kemunculan bayangan seseorang. 

Dari bayangannya nampak dia membawa sebuah golok yang tampak begitu tajam. Dari goloknya perlahan mulai menetes sebuah cairan. Sepertinya cairan itu darah.

Sebenarnya aku merasa takut melihat ini, tapi karena merasa penasaran, akhirnya aku pun melangkah berusaha mencari tau bayangan siapa itu. Bayangan itu nampak menjauhi rumah mbah Sumo. 

Saat aku mulai masuk ke pelataran mbah Sumo, bayangan itu tampak mulai sedikit jelas. Aku pun merasa semakin penasaran dan kemudian berjalan menuju belakang rumah mbah Sumo.

Dan betapa terkejutnya aku ketika melihat seorang pria paruh bayah yang wajahnya sudah sedikit hancur. Dia berjalan terseok-seok karena kakinya pincang. Dan golok ditangannya juga tampak begitu mengerikan.

Ada darah yang terus menetes dari goloknya itu. Sepertinya dia baru saja menjagal seorang korbannya. Aku benar-benar merasa panik dan ingin sekali berteriak. Namun ketika aku membuka mulutku dan berusaha berteriak, tidak ada suara yang keluar dari mulutku.

Tubuhku pun terasa sangat kaku. Tak ada satupun organ tubuh yang bisa ku gerakan. Seolah tangan dan kakiku ikut kaget dan shock melihat sosok tukang jagal ini.

Tukang jagal itu berjalan kearahku dengan kakinya yang pincang. Aku tidak tau apa yang ada dipikirannya. Dia sama sekali tidak mengucapkan satu kata pun. Dan tiba-tiba dia mengayunkan goloknya kearah lenganku. Sial! Seketika lenganku pun jatuh ke tanah.

Aku sangat kaget. Rasanya sangat sakit sekali. Aku juga tak punya banyak kekuatan untuk melawan. Terlebih ketika aku teringat cerita Usman tadi. Setelah menebas lenganku, si tukang jagal tua itu tertawa keras.

Seolah telah berhasil menyelesaikan misinya. Sial aku benar-benar merasa sial. Aku menyesal karena sudah memiliki rasa penasaran. Dan aku juga sangat menyesal karena sudah datang ke sini.

Di tengah tawanya tiba-tiba dia mengayunkan pedangnya lagi. Kali ini kearah leherku. Dan sialnya, aku tak sempat mengelak. Setelah itu semua yang tampak hanyalah kegelapan.

---oOo---

Tag : Cerpen, Hantu, Horor
Back To Top