Cerita Pengalaman Lucu Sakit Perut Mules Berujung Rasa Malu

Perkenalkan namaku Idin berasal dari kota City umur 18 tahun. Di sini, di mana pada hari Senin aku akan menceritakan tentang pengalaman yang membuat malu. Pada suatu ketika aku mau berangkat sekolah.

Cerita Pengalaman Lucu Sakit Perut Mules Berujung Rasa Malu
Cerita Pengalaman Sakit Perut
Aku mengalami gangguan di perut (men---et) yang nyelekit, mual, perih, kembung bercampur jadi satu. Jadi di sekolah aku sering sekali untuk bersemedi di Jamban, WC.

Gara - gara sakit perut karena aku makan sambal enggak pakai ukuran. Aku senang sekali dengan pedas, apa lagi sambal tomat ada terasinya, “peh… rasanya ingin tambah terus…!”

Pagi itu ibuku masak sambal goreng yang lumayan pedas. Karena aku makan sambal enggak kira – kira, mungkin karena suka sekali dengan namanya sambal aku makan banyak. 

Aku enggak memikirkan efek samping dari makan sambal kebanyakan.

Waktu itu juga sebenarnya sudah di peringatkan oleh bundaku namun aku enggak memperdulikannya sudah terlanjur suka makan banyak.

Setelah makan, aku tidak langsung berangkat sekolah. Aku langsung mampir ke rumah temanku dulu. Nah di situ lah mulai timbul efek samping dari makan sambal terlalu banyak.

Perut mulai mules dan perih, serasa hewan-hewan yang berada di dalam perut ini pada demo dan membawa untuk keluar dari perut. Rasanya perih tapi aku tidak langsung ke kamar kecil.

Aku empet, aku tahan sampai ke sekolahan. Di sekolah aku cuma duduk doang, enggak bergerak sama sekali. 

Kata temanku, wajah aku pucat seperti orang sakit tapi bukan itu. Wajah aku pucat karena aku ngempet ingin segera ke kamar kecil.

Bukan itu aja, disitu aku juga merasakan perut sakit. Entah karena kebelet atau karena makan banyak sambel. Tapi yang pasti sakit perutnya sudah enggak bisa di tahan.

Di kelas sudah ada gurunya sedang mendekte, dia membaca sesuatu dan muridnya menulis. Tapi aku tidak mencatat apa yang guru aku baca melainkan tangan yang kiri aku dudukin untuk menahan sakit di perutku.

Yang kanan aku cuma memegang perut sambil memegang batu. Tapi aku tidak bertahan lama dengan itu. 

Aku beranikan diri untuk minta izin kepada guru untuk pergi ke belakang dulu. Aku harus ke kamar kecil untuk menyelesaikan masalah sakit yang aku alami di perutku itu.

Aku sudah dapat izin, aku langsung lari sangat kencang untuk cepat - cepat sampai ke dalam kamar kecil. Sesampainya di kamar kecil aku langsung tanpa basa-basi.

“Peh, nikmatnya luar biasa. Benar bahwa kita memang harus banyak bersyukur. Buktinya, buang air saja bisa terasa nikmat. 

Sudah lama, aku berada di kamar kecil-nya, aku mau ambil air untuk membersihkan kotoran tadi. Tapi sialnya airnya sedikit banget dan cuman cukup buat ce…ok doang. 

“Wah…!” dalam hati aku bingung entar kalau ketahuan aku tidak menyiram wc, aku kena marah dan sudah pasti aku jadi diejek teman – teman.

Aku pasti akan menjadi malu, aku di wc berpikir sejenak dan ternyata aku putuskan untuk keluar. Alhamdulillah enggak ada orang. Aku bergegas ambil air pas aku mau kembali ada 2 murid putri.

Mereka masuk, “deng… deng…”, cewek tadi langsung keluar dan sambil ngomong “sapa sih ini bab enggak di siram jorok banget“. 

Murid itu sudah tahu aku di belakangnya dan tahu aku bawa ember yang berisi air. Si cewek tadi tanya, “kamu ya yang enggak di siram?”

Aku malunya minta ampun….lalu aku jawab “bukan lah orang aku ke sini saja mau nyiram itu kotoran karena aku juga mau pipis.

Setelah itu si cewek langsung pergi enggak jadi ke kamar kecil. Aku merasa malu banget tapi untung saja aku punya alasan jadi malu nya bisa tertutup sedikit karena alasan itu.

Setelah itu aku ke kelas dan di kelas aku ditanya guru, “kok lama banget di wc habis ngapain?” Aku jawab saja enteng dengan alasan “enggak ada air di wc bu…” Setelah itu nyaman hati nyaman pikiran perutpun ikut nyaman.

---oOo---

Tag : Cerpen, Lucu, Remaja
Back To Top