Kisah Pengalaman Kartu ATM Tertelan di Mesin ATM BRI

Sial memang bisa menimpa siapa saja, bahkan orang yang tidak berdaya sekalipun. Contohnya saya, sebut saja nama saya Paijo, bukan nama sebenarnya. Saya adalah anak kost yang sedang merantau kuliah di daerah lain. 


Beberapa waktu lalu saya mendapatkan pengalaman seru, menegangkan sekaligus menjengkelkan berkaitan dengan kartu atm yang tertelan di mesin atm bank mandiri. 

Bukan salah mesin atm-nya, bukan pula salah bank BRI tetapi semua itu adalah kesalahan pribadi saya, tepatnya karena keteledoran saya sendiri. Bagi yang belum pernah mengalami, mungkin akan sangat heran kenapa hal seperti itu bisa terjadi. 

Lalu bagaimana kronologi kejadian kartu atm bisa tertelan di mesin atm bri? Awal kejadian bermula ketika saya memutuskan untuk mengambil uang tabungan di mesin atm terdekat. Itu karena persediaan uang di kantong saya sudah habis dan kebetulan uang kiriman dari orang tua baru datang.

Hari itu Sabtu ketika saya diberitahu orangtua bahwa uang sudah dikirim ke rekening. Karena jadwal kuliah lumayan padat dan waktu juga sudah lumayan sore, akhirnya saya memutuskan untuk mengambil uang esok pagi.

Tepat di hari minggu pagi, saya berangkat menuju atm terdekat dengan lokasi tempat tinggal. Terdapat satu kantor cabang bri disana yang menyediakan mesin atm dan saya langsung mendatanginya. 

Saya tahu bahwa minggu adalah hari libur tapi karena sangat butuh maka saya ambil langsung tabungan di mesin atm. Sudah agak siang ketika saya kesana, sampai di tujuan ada dua orang yang antri dan saya pun menunggu. 

Setelah dua orang tersebut selesai, tanpa ragu saya pun langsung masuk ke ruang atm tersebut. Kejadian selanjutnya seperti biasa, memasukkan kartu atm, pin dan menekan penarikan tunai. Semua berjalan seperti biasa sampai terdengar mesin atm memproses permintaan penarikan.

Sambil melamun saya menunggu uang keluar dari mesin, namun betapa terkejutnya ketika setelah bunyi mesin berhenti uang pun tidak muncul atau tidak keluar sama sekali dari mesin tersebut. 

Sedikit panik, saya yakin sekali pasti transaksi penarikan tersebut gagal. Benar saja, beberapa detik kemudian ada dua pemberitahuan masuk ke ponsel. Pemberitahuan pertama mengatakan bahwa sudah terjadi penarikan tunai dari tabungan saja dan pemberitahuan kedua berisi keterangan transfer masuk dari penarikan yang gagal tadi. 

Saya anggap hal itu karena kelalaian saya tidak mengambil uang yang sudah keluar dari mesin, padahal saya sangat yakin kalau uang tadi sama sekali tidak keluar sedikitpun dari mesin atm. 

Saya masih sangat penasaran dan bingung kenapa hal itu bisa terjadi. Dan tidak sadar karena hal itu saya lupa mengambil kartu atm yang tadi sudah keluar dari mesin. Kartu atm pun masuk kembali ke mesin atm. 

Saat itu saya tidak gugup, bingung atau takut karena saya berpikir kartu tadi tetap bisa digunakan untuk transaksi seperti biasa. Maklum, saya masih belum begitu pengalaman dengan hal semacam ini.

Ternyata, ketika saya ingin mencoba melakukan penarikan lagi, di layar atm tertera permintaan untuk memasukkan kode akses yang berupa nomor ponsel. Nah, parahnya saya sendiri tidak hafal dengan nomor saya yang masih cukup baru. Saya harus membuka ponsel dulu baru mengetik nomor yang diminta.

Sampai disini ternyata sang mesin atm tersebut tidak terima dan bisa dikatakan sudah menjalankan prosedur sistem keamanan yang pada akhirnya membuat saya tidak bisa sama sekali melanjutkan tujuan saya mengambil uang.

Bagi anda yang pernah mengalami kartu atm bca tertelan, mungkin penyebabkan tidak jauh beda dengan yang saya alami di atas yaitu karena keteledoran dan kecerobohan sendiri. 

Setelah beberapa kali mencoba tarik tunai dan tetap gagal akhirnya saya pun mulai panik. Rasa panik semakin menjadi ketika saya ingat bahwa hari itu adalah hari minggu di mana bank tutup. 

Karena sepi tidak ada orang, saya mencoba mencari satpam atau petugas keamanan yang menjaga kantor. Beberapa saat kemudian ia datang dan langsung mencoba mengeluarkan kartu tabungan saya. Naas, usaha yang dilakukan tak membuahkan hasil.

“Bagaimana pak…?”,
“Sudah terlambat, tertelan…! Orang kamu dari tadi sibuk mainan hp terus sih!”
“Ya, terus bagaimana pak…?”
“Ya sudah…. Orang sudah tertelan, besok senin di urus, minta surat kehilangan dari kepolisian…!”
“Jadi….”

Satpam itu meninggalkan saya sendiri yang kebingungan tanpa tahu bagaimana cara mengeluarkan kartu atm dari mesin atm tersebut. Sesaat terbayang beberapa kejadian buruk yang bisa saja menimpa pada tabungan tersebut. Isi tabungan itu mungkin tidak seberapa tapi itu bekal hidup saya selama sebulan ke depan. 

Saya duduk di motor sambil memikirkan apa yang akan saya lakukan selanjutnya. Sempat terpikirkan berita tentang kartu atm tertelan rp 46 juta hilang yang pernah saya dengar akan menimpa diri saya saat itu.

Saya berpikir keras bagaimana caranya kartu atm saya yang tertelan di atm bersama tersebut bisa selamat. Sambil menahan keringat dingin yang bercucuran, saya kembali mencoba tenang dan berpikir jernih. 

Lima menit kemudian saya masih duduk di atas motor sampai akhirnya saya ingat tentang call center bri. Kemudian saya masuk ke ruang atm dan mencatat nomor call center yang tertera di layar mesin atm. 

Dengan modal pulsa 20 ribu saya nekad menghubungi layanan tersebut. Ternyata tidak gampang karena nomor yang saya hubungi adalah nomor pusat. Setelah dialihkan beberapa kali akhirnya saya dipandu untuk mengatasi masalah kartu atm saya yang tertelan di mesin tersebut. 

Setelah panjang lebar dijelaskan dan bertanya beberapa hal yang belum dimengerti akhirnya saya menutup telpon dan pulang ke kontrakan. Di jalan tak lupa saya beli pulsa dulu dan sesampainya di kontrakan saya langsung menyiapkan data-data tabungan saya. 

Setelah semua siap saya kembali mengubungi call center untuk memblokir kartu atm yang tertelan milik saya. Melalui sambungan telpon tadi saya dipandu dan diberi beberapa pertanyaan sampai akhirnya permintaan blokir pada kartu atm saya disetujui. 

Sekitar jam 13.00 siang akhirnya semua selesai. Selanjutnya saya harus menunggu hari senin untuk mengambil uang dengan membuat kartu atm baru karena kartu yang sebelumnya sudah tidak bisa digunakan lagi.

Dalam kejadian pengalaman saya tersebut ada dua hal yang saya lakukan untuk menyelamatkan dan mengatasi masalah kartu atm tertelan di mesin atm. 

Sesuai saran dari call center, pertama saya melakukan pemblokiran terhadap kartu atm tersebut. Tujuannya adalah jika ada orang lain yang menemukan kartu di mesin atm itu tidak bisa menggunakan kartu tersebut.

Yang kedua adalah membuat kartu atm baru di kantor cabang bank bri terdekat. Saat itu saya tidak menggunakan surat keterangan kehilangan dari kepolisian tetapi langsung mengurus yang baru.

Jam sembilan pagi hari senin akhirnya semua beres. Saya mendapatkan kartu baru dan bisa mengambil uang tabungan di mesin anjungan tunai mandiri tersebut. Untung saja pelayanan di kantor cabang tersebut cukup ramah dan cepat jadi saya tidak harus terlalu lama kelaparan karena belum sarapan.

Saya sangat bersyukur karena meski atm tertelan tetapi saldo tidak hilang dari tabungan saya. Itulah bagaimana pengalaman saya ketika mengalami masalah dengan kartu atm yang tertelan di mesin atm bank bri. 

Jika rekan ada yang mengalami hal seperti itu saran saya jangan panik. Rekan semua bisa langsung menghubungi call center untuk memblokir kartu atm yang tidak bisa diambil dari dalam mesin atm tersebut. Tapi ingat, jangan sampai salah nomor, pastikan rekan mendapatkan nomor call center yang benar dan resmi.

Setelah kartu atm di blokir, rekan bisa mengurus untuk membuat kartu baru. Untuk membuat kartu baru ada yang membutuhkan surat kehilangan dan ada juga yang tidak, tergantung bank masing-masing. Saya bercerita dengan harapan semoga tidak ada orang lain yang mengalami hal seperti saya ini karena ceroboh. 

Dari pengalaman saya itu, kenapa tidak mulai membuka tabungan di bank yang aman dan memberikan pelayanan yang prima, benar bukan?

Back To Top