Mimpiku Mendapatkan Uang dari Internet

Mendapatkan uang dari internet adalah hal yang sangat lucu pertama kali aku mendengarnya. Waktu itu aku masih duduk di bangku SMA kelas 10. Pada saat itu satu hal yang terfikirkan ketika aku mendengar mendapatkan uang dari internet adalah penipuan.


Ya, memang masa aku kelas 10 SMA adalah masa gencar-gencarnya penipuan lewat internet. Mulai dari undian, sampai penipuan yang lainnya. Jika ada orang yang bisa mendapatkan uang dari internet, otakku langsung berfikir itu pasti penipuan.

Tapi semua itu seketika berubah ketika kakak ku yang kuliah di kota waktu itu pulang kampung. Dia mengajakku pergi ke kantor pos untuk mengambil uang. Saat itu dia bilang kalau dia mendapatkan uang dari internet.

Aku pun langsung saja dengan mudah bertanya “penipuan macam apa yang kakak lakukan?” Dia hanya tertawa terbahak-bahak mendengar perkataan polosku. Aku hanya cemberut ketika dia menertawakanku.

Tanpa menjelaskan panjang lebar, kakakku langsung mengajakku pulang kerumah. Sesampainya dirumah dia pun menjelaskan satu-persatu proses bagaimana dia mendapatkan uang.

Dia juga menjelaskan kalau banyak cara menipu kalau ingin mendapatkan uang dari internet, tapi dia tidak mau mencobanya karena dia yakin uang yang dihasilkannya itu tidak akan barokah.

Aku merasa penasaran dengan semuanya, dan sejak itu aku bilang kalau aku ingin belajar mendapatkan uang dari internet seperti kakakku.

“Kamu serius mau belajar cari uang dari internet Rin?” Tanya kakakku.
“Iya ka, aku serius, kayaknya hebat deh kalo bisa kayak kakak.”
“Emm,, yaudah kalo gitu, tapi prosesnya itu panjang, kamu mau berproses?”
“Ya asal nanti hasilnya bisa dirasain Ririn ya mau dong ka.”

“Oke, kakak mau bantu kamu. Sekarang kamu baca-baca dulu tentang online marketing, terus nanti bikin blog ya?”
“Iya ka, oke.” Jawabku sumringah.

Sejak saat itu aku benar-benar mulai rajin membaca. Mulai dari biografi tokoh-tokoh yang sukses didunia internet, sampai dengan cara mereka mulai mendapatkan uang dari internet.

Dari situ aku juga mulai tau berbagai cara untuk mendapatkan uang dari internet. Ada yang lewat jasa, iklan, sampai ke afiliasi. Awalnya aku bingung mau memulai dari mana untuk mencobanya.

Namun ketika kakakku menyarankanku untuk membuat blog dulu, aku pun mulai membuatnya. Blog pertama ku benar-benar buruk. Saat itu aku belum tahu cara menulis di blog, apalagi sampai ke niche dan SEO.

Tapi aku tetap terus belajar dan terus menulis blogku. Sampai sekitar 2 bulan aku mengurus blogku, penyakit paling menjengkelkan dalam hidupku tiba-tiba datang.

Penyakit ini bisa dibilang jauh lebih menjengkelkan dari pada sakit gigi, juga lebih menjengkelkan dari sekedar masuk angin. Nama penyakit ini adalah MALAS!. Saat rasa malas menyerang, aku merasa semua yang sudah aku kerjakan selama dua bulan ini sudah sangat sia-sia.

Aku juga sama sekali belum merasakan hasil yang nyata. Mungkin benar pengetahuanku banyak bertambah, tapi tetap saja itu tidak bisa cukup membuat ku sembuh dari rasa malas.

Untung saja aku mempunyai kakak yang selalu menyemangatiku. Saat sedang benar-benar malas, tiba-tiba kakakku yang ganteng itu memberikan ku suntikan semangat seperti biasanya.

Dia kembali mengajakku untuk mengambil uang di kantor pos. Entah apa tujuannya selalu mengajakku untuk menemaninya mengambil uang di kantor pos, tapi yang jelas aku hanya bisa nurut dengan perkataannya.

Saat melihat dia menerima uang itu seketika aku merasa iri. Aku rasa tidak hanya rasa iri saja, rasa iri ini juga bercampur dengan rasa senang. Rasa iri ini seolah mengobati rasa malasku.

Terlebih ketika mendengar kakakku bilang kalau suatu saat nanti aku juga pasti akan bisa seperti dia, atau mungkin bahkan melebihinya. Saat itulah semangatku benar-benar terpacu.

Sepulangnya aku dan kakakku dari kantor pos, aku langsung membuka komputerku dan segera mencari referensi baru untuk mulai ngeblog. Tidak tanggung-tanggung, kali ini aku langsung membuat 5 blog baru.

Dengan niche yang berebeda-beda tentunya. Setelah sekitar lima bulan aku serius mengembangkan blogku, ternyata aku masih juga belum merasakan manfaatnya. Aku masih belum bisa mendapatkan uang dari blog.

Padahal aku sudah mengenal SEO, sudah mengenal Niche, bahkan saat itu aku juga sudah punya akun GA sendiri. Sempat sekali itu aku merasa putus asa dan ingin menyerah.

Sayangnya disaat itu kakakku sedang sibuk dengan kuliahnya. Tidak ada lagi yang memotivasiku lagi. Aku sudah berusaha sekuat tenaga untuk menghilangkan rasa malasku, tapi tetap saja.

Kerja keras yang masih belum bisa kurasakan hasilnya membuat ku merasa aku harus menyerah. Sampai tiba-tiba aku mendapatkan email dari seseorang yang tidak ku kenal.

Dia bilang dia ingin membeli blogku dengan harga yang cukup mahal. Aku benar-benar terkejut saat itu. Bagaimana bisa ada seseorang yang ingin membeli blog dari seoarng newbie seperti aku.

Tanpa ragu akupun menjual blogku ini. Saat itu aku belum berfikir panjang, karena aku masih punya 4 blog lainnya.

Kuceritakan kejadian ini kepada kakakku sepulangnya dia dari kota. Tapi bukannya bangga, dia palah menertawakanku. Menjengkelkan sekali rasanya, dia bilang aku ini terlalu polos dan konyol.

Dia pun menjelaskan semuanya perlahan-lahan sampai aku mengerti. Dan saat aku sudah mengerti, penyesalan datang kepadaku. Yah tapi kalau difikir-fikir lagi, jatuh dan gagal adalah sesuatu yang biasanya.

Setiap orang dan setiap pengusaha yang sekarang sudah sangat sukses juga pasti pernah gagal dan punya cerita kegagalannya sendiri. Tapi yang terpenting bagiku saat ini bukanlah berapa kali aku gagal.

Yang terpenting bagiku saat ini adalah berapa kali aku bangkit dari kegagalanku. Gagal bukanlah dosa, dan gagal adalah obat terbaik untuk sebuah kesuksesan.

Kegagalan tak ubahnya bagaikan sebuah kepompong. Terkurung gelap dan tidak bebas, tapi ketika keluar dari kepompong itu, kita akan terlahir kembali sebagai sosok yang baru. Sosok yang lebih indah, lebih lincah, dan juga lebih bebas.

---oOo---

Back To Top