Kesedihan Saat di Tingggal Pergi Kakek

Pada tahun 2016 tepatnya pada bulan suci romadhon kemarin, kakek aku harus pergi untuk meninggalkan aku dan keluarganya untuk selama lamanya. Tepatnya hari kamis awal bulan suci romadhon kemarin.


Kakek aku meninggal pada siang hari sehabis solat duhur. Sebenarnya sebelum kakek meninggal itu sudah ada tanda bahwa sebentar lagi beliau akan pergi jauh. Namun keluarga tidak menyadari akan hal itu.

Tiga hari sebelum kematian kakek, aku ada kejadian aneh. Di situ waktu malam senin kakek aku mengadakan tasyakuran. Beliau mengundang tetangganya untuk yasinan di tempat kakek aku.

Waktu yasinan ada 3 orang yang menghadiri namun tidak di kenal oleh keluarga aku namun yang kenal cuman kakek aku saja. Setelah acara selesai semuanya sudah pulang namun ke 3 orang tersebut tidak pergi melainkan ngobrol dengan kakek aku sangat lama dan seperti saling mengenal dengan akrab.

Waktu kakek mengobrol dengan orang tersebut tingkah kakek aku sangatlah berbeda dengan biasanya. Ketika di tanya - tanya sama ke 3 orang tersebut tingkah laku kakek aku seperti anak kecil.

Beliau ditanya bukanya serius malah mainan sendiri. Setelah kurang lebih 1 jam ngobrol akhirnya tamu tersebut pamitan untuk pergi. Setelah mereka pergi nenek aku bertanya kepada kakek aku

“Tiga orang tadi siapa?”
“Tetangga jauh yang ngajak aku pergi, dan menyuruh untuk bersiap siap?”

Pas kejadian itu keluarga sempat berpikir mau pergi ke mana. Tapi tidak ada pikiran kalau kakek akan pergi untuk selamanya. Setelah kejadian itu hari - hari kakek aku seperti orang bingung dan enggak banyak bicara.

Beliau cuma mundar - mandir ke masjid dan ke ruangan pribadinya. Sebelum itu aku sama kakak ipar aku untuk menjaga dan mengawasi kakek aku sapa tahu ada apa apa. 

Jadi pas 3 hari aku dan kakak aku libur mengaji di pesantren di daerah aku dan keluarga yang lain semunya pada ke sawah.

Waktu itu malam kamis, aku melihat tengah malam kakek aku mengelus ngelus rambut nenek aku sambil menangis. Pas itu nenek aku dan aku tidur di depan tv.

Esoknya aku di suruh pulang oleh kakek aku entah kenapa aku langsung pulang. Kakak aku disuruh ngaji yang rajin tapi waktu itu nenek aku tidak ke sawah tapi di belakang rumah mengerjakan sesuatu.

Sebelum duhur sebelum meninggalnya kakek, aku dan kakak diberi doa untuk di amalkan setiap hari terkecuali malam sabtu saja. Katanya malam sabtu itu tidak cocok dengan doa itu maksudnya kurang bagus mungkin.

Setelah itu aku pergi untuk pulang dan kakak aku itu pergi untuk mengaji seperti biasa di pesantren.

Kira kira jam setengah tiga ayah aku mau kerja dia selalu mampir dulu ke rumah kakek. Tidak mendapat kabar bahwa kakek meninggal tapi ayah aku belum sampai rumah kakek.

Dia sudah kaget dengan keramaian dan ada tanda bendera kuning di depan rumah. Ayah langsung putar balik untuk memberi kabar keluarga lain karena rumah ayah aku dan kakek aku itu sudah beda desa.

Ketika itu aku masih tidur dan aku dibangunkan untuk segera ke rumah kakek karena kakek telah tiada. Aku tidak percaya karena tadi pagi aku saja masih ngobrol dan cerita tentang dulunya dia.

Aku melihat ibu aku menangis dengan bengor-bengor, teriak-teriak sekerasnya. Aku waktu itu tidak menangis dan seolah-olah aku tidak merasakan apa-apa. 

Pas sampai rumah kakek dan melihat kakek sudah berbaring dan dikerumuni banyak orang, baru air mata aku mulai keluar.

Aku tidak menyangka karena tadi pagi aku masih ngobrol bareng. Aku sampai enggak kuat lagi rasanya karena aku menangis terus. Hanya aku dan bibi aku yang menangis terus dan enggak berhenti-berhenti sama sekali air mata aku menetes.

Aku disuruh untuk memandikan kakek aku. Tapi aku tidak boleh sama orang - orang dan sama nenek aku karena aku masih saja menangis. 

Akhirnya digantikan sama ayah aku dan setelah itu disolatkan dan lalu di makamkan. Kakek aku di makamkan setelah magrib melam jum’at. 

Ketika itu umur kakek aku 92 tahun, sudah tua juga sih. Semoga kakek aku diterima amal ibadahnya oleh Alloh dan ditempatkan di tempat yang mulia yaitu surga amin amin amin yarobbal alamin.

---oOo---

Back To Top