Karena Cinta Main Dukun Santet

Bisa dikatakan, cerita dari cerpen ini masuk dalam kategori “cerpen cinta ditolak dukun bertindak”. Kisah yang diangkat memang menggambarkan sebuah perjalanan cinta yang tak terduga dimana tokoh utamanya melibatkan paranormal dalam menggapai cinta.


Diceritakan dalam cerpen kali ini sang tokoh utama yaitu “aku” mendapatkan penolakan yang menyakitkan dari seorang gadis. Karena memendam cinta yang tak terbalas maka akhirnya ia pun memutuskan untuk berusaha.

Rupa-rupanya, usaha yang dilakukan tidak masuk akal dan jauh dari nalar karena ia pada akhirnya memutuskan untuk meminta bantuan kepada seorang dukun. Ngeri juga ya kalau mendengar awal atau jalan cerita yang digambarkan?

Dalam cinta memang terkadang hal yang tidak masuk akal bisa terjadi. Sebut saja misalnya ketika ada sebuah cinta dalam diam yang pada akhirnya membuat seseorang harus memberikan pengorbanan cinta yang berat. Tak kuat dirundung perih, kadang orang tersebut gelap mata.

Jatuh cinta kadang memang bisa membuat petaka apalagi jika tidak diikuti dengan kesadaran dan keikhlasan. Seperti dalam cerpen cinta pertama yang menyakitkan terdahulu, berawal dari rasa kecewa yang dalam pada akhirnya membuat seorang pria frusterasi dan takut mengungkapkan cinta.

Apapun alasannya, cerita cinta menyakitkan yang digambarkan dalam kisah ini semoga saja tidak akan pernah terjadi pada anda semua. Tetapi, apakah cerpen ini benar-benar berakhir sedih atau justru sebaliknya?

Main Dukun Santet
Cerpen Cinta yang Ditolak

Di malam yang gelap dan dingin, aku masih duduk terpaku meratapi sedihnya hidupku. Sudah ku lakukan berbagai cara dan segala macam usaha agar si Asih bersedia menjadi istri ku.

Asih adalah gadis desa yang begitu cantik dan juga seksi. Banyak sekali pria di desaku yang ingin mendapatkannya. Namun dia bukan lah wanita biasa yang mau menerima cinta seorang laki-laki hanya karena tamang ataupun harta.

Awal perkenalan ku dengan Asih adalah ketika aku baru pulang dari studi ku di Jakarta. Waktu itu aku sedang pergi ke warung untuk mencari makanan kecil. Di tengah perjalananku aku berpapasan dengan seorang wanita.

Aku menanyakan nya pada teman lama ku. Dan dari situlah bisa ku tahu bahwa nama gadis itu adalah Asih. Dan dari informasi yang ku dapat dari teman lama ku akhirnya aku bisa tahu rumah Asih.

Pada suatu malam aku memutuskan untuk bersilaturahmi ke rumahnya. Dan ternyata responnya sangat lah luar biasa. Dia adalah gadis yang luguh, polos, baik, dan juga sangat menarik.

Orang tuanya pun sangat ramah. Ayah dan Ibunya sangat baik padaku. Begitu aku masuk ke rumahnya, Ayah dan Ibu Asih langsung menyapaku dan menanyakan tentang jati diriku.
“Assalamua’laikum” aku mengucapkan salam sembari mengetuk pintu rumah asih.

“wa’alaikumsalam” Kemudian ada suara dari dalam rumah yang menjawab salamku.
Ternyata yang keluar adalah Ibu asih. Dia mempersilakan ku masuk dan langsung menanyakan maksud juga tujuanku datang ke rumahnya. 

Aku pun tak mau berbelit-belit. Aku cukup percaya diri dengan gelarku yang seorang sarjana. Aku langsung mengungkapkan keinginan ku untuk bertemu Asih. Aku juga berkata kalau aku langsung jatuh cinta kepada Asih.

Pada awalnya keluarga Asih sangat ramah padaku, begitu juga si Asih. Dia meresponku dengan sangat baik. Aku benar-benar menaruh harapan yang besar kepadanya. Sampai suatu malam.

Tiba dimana aku datang kembali ke rumahnya untuk yang ke sekian kali. Di malam itu aku mengutarakan seluruh isi hatiku kepada Asih. Aku sangat yakin kalau dia juga memiliki perasaan yang sama denganku.

Namun sangat akusekali. Semua perkiraanku salah. Ternyata dia sama sekali tidak memiliki perasaan apa pun terhadapku. Selama ini dia hanya menganggapku sebagai teman. Tidak lebih.

Hatiku hancur, pikiranku buyar, aku benar-benar bingung harus berkata apa lagi. Aku yang seorang sarjana telah ditolak oleh gadis desa bernama Asih. Gadis desa cantik yang hanya tamat sekolah dasar.

Keesokan harinya aku menceritakan pengalamanku ini kepada temanku. Dia mendengarkan setiap ceritaku dengan baik, dan sampai akhirnya dia memberikanku saran untuk datang saja ke dukun santet.

“Datang aja ke dukun santet, jangan kan si Asih. Si Isah kembang desa sebelah juga pasti bisa kamu dapat. Dia bisa melakukan apa saja, mulai dari balas dendam sampai membuat gadis bertekuk lutut di hadapanmu”. Itu lah saran yang aku dengar dari teman lama ku ini. Sejenak aku berpikir apa benar aku yang seorang sarjana harus pergi ke dukun santet?.

Tapi apakah aku yang seorang sarjana ini harus rela ditolak oleh seorang gadis kampung?. Akhir nya hari itu juga aku putuskan untuk pergi ke dukun santet. Aku sudah tidak peduli lagi dengan gelarku. Saat ini yang aku inginkan Hanya Asih.

Sesampainya di rumah dukun santet aku langsung mengatakan maksud dan tujuanku ke pada sang dukun. Kemudian si dukun itu memberikan aku sebatang yang sudah didoakan.

Dia bilang kalau aku menghisap ini di depan seorang gadis dan kemudian aku menyemburkan asapnya kepada si gadis itu, Alhasil si gadis akan jatuh cinta dan tergila gila padaku. Aku pun percaya saja.

Keesokan malamnya aku langsung datang lagi kerumah Asih. Ku ambil pemberian dari si dukun itu. Ku nyalakan dan kusemburkan asapnya kearah Asih. Dia terbatuk-batuk.

Sejenak terjadi keheningan diantara kami berdua. Kemudian aku kembali mengatakan perasaanku padanya. Semua yang kuucapkan sama dengan yang pernah kuucapkan beberapa malam lalu.

Dan aku sangat terkejut. Ternyata dia menerima cinta ku. Aku sangat senang sekali. Meskipun bukan cinta nya yang kudapat. Aku sangat bahagia meskipun hanya nafsu lah yang ku peroleh. Terimakasih dukun santet.

---oOo---

Bagaimana, cukup menarik juga bukan cerpen cinta ditolak yang berjudul “Main Dukun Santet” tersebut? Ya, karya di atas bukan satu-satunya cerpen tema cinta yang bisa anda nikmati disini. Masih ada banyak karya lain yang juga cukup menarik untuk dibaca.

Tidak salah jika anda yang hobi cerpen sering berkunjung ke situs ini. Di sini anda akan mendapatkan banyak pilihan cerpen. Yang terpenting adalah cerita-cerita yang ada disini cukup unik dan tidak ada di tempat lain.

Tag : Cerpen, Cinta, Horor
Back To Top