Hari Di Pesta Pernikahan Kakak

Hari ini saya sangat sibuk karena saya lagi mempersiapkan acara keluarga yaitu pesta pernikahan kakak. Kami sekeluarga begitu sibuk dari yang mempersiapkan undangan, menyusun daftar belanjaan untuk besok.


Dan semua sudah mendapat jatah masing masing. Dan saya bersama kakak saya yang pertama mendapat tugas untuk belanja bahan bahan perlengkapan untuk pesta kakak saya esok hari.

Keesokan harinya saya dan kakak pertama saya sebut saja yuli untuk berbelanja atau bahasa kerenya shopiing bahan bahan perlengkapan , saya disini tidak berbelanja tapi cuman menemani saja dan membantu untuk membawa barang barang yang baru dibelinya itu.

Kami berbelanja di pasar tradisional yang tidak begitu jauh dari tempat tinggal saya. Kami berangkat lebih awal untuk mencari sayur mayor yang masih segar. Kakak saya mencoba menawar sayur - mayur yang dibelinya itu.

Memang kakak saya begitu pandai kalau soal tawar menawar tidak salah kalau keluarga menunjuk kakak saya yuli untuk berelanja dan waktu pun sudah beranjak siang pasar semakin ramai dengan para pembeli.

Dan kami pun sudah mulai susah untuk berjalan karena terlalu padat dengan pembeli.

Lalu aku mengajak kakak saya untuk pulang,
“kak ayo kita pulang, aku sudah capek berkeliling sambil mebawa barang belanjaan”
“nanti katanya , ini masih ada beberapa bahan yang belum dibeli”
“ya sudah kalau begitu aku menunggu di parkiran saja…!”

Lalu aku mnuju parkiran motor dan menunggunya. Cukup lama saya menunggu, lalu kelihatan dari jauh kakak saya menghampiriku.

Dan ternyata dia cuman menaruh barang belanjaanya kapadaku lalu pergi lagi. Sebelum sempat pergi saya sampat bilang , “harus berapa lama lagi saya menunggu”,  kakak saya cuman menjawab, “sabar…”

Setelah saya cukup lama menunggu lagi lalu datanglah kakak saya dan akhirnya saya pulang. Dan hari yang sangat melelahkan harus menunggu kakak belanja yang sangat lama itu.

Dan waktu berlalu dengan cepat, tibalah hari dimana semuanya berkumpul bersama sama di hari inti di pernikahan kakak saya saya . saya senang dan bahagia karena semua kaluarga yang dari jauh kumpul bersama di tempat tinggalku dan banyak makanan juga lagi, hehehehe.

Dan saya memberanikan diri untuk neik ke panggung dan menyayikan satu buah lagu dangdut kesukaan ku. Ternyata semua yang sudah di persapkan lama untuk naik ke panggung semua itu hilang sirna.

Setelah saya berada di atas panggung panas dingin pun muncul. Persembahan lagu dangdut dari saya cukup memalukan. Ternyata tidak mudah untuk berbicara ataupun menyanyi didepan orang baya itu.

Dan akhirnya semua itu berakhir dan waktu semakin sore semua tamu sudah pergi dan berakhirlah sebuah pesta yang cukup  menyenangkan dan bahagia sekaligus mamalukan itu.

---oOo---

Back To Top