Enggak Tahu Internet Sombong

Iya, sebelumnya perkenalkan, aku atif. Aku ingin menceritakan pengalaman ku yang amat bodoh dan cukup memalukan. Pada suatu ketika dan tepatnya pada hari rabu, dan pada hari itu aku ada mata pelajaran TIK.


Tepat jam setengah dua belas, kami pun siap - siap melakukan kegiatan biasa, melakukan sholat dzuhur berjama’ah. Aku ingin mendapat tempat duduk yang paling depan agar di bilang anak rajin. Lalu aku ngumpet - ngumpet masuk ke dalam wc.

Setelah anak - anak pada selesai wudhu terus masuk ke aula, sambil mendengarkan puji pujian, dan terdengar suara iqomah, dan aku pun masih berada di dalam wc. Setelah mau selesai ya sholat aku langsung lari naik ke atas ke lantai 2.

Aku langsung masuk dan duduk tepat di depan meja guru. Setelah duduk, aku pun langsung di tanya, “enggak sholat apa kamu tif?” Aku pun menjawab , “sudah pak…” Kembalilah guru bertanya, “kalau sudah pada selesai yang lain pada kemana?”

Karena aku ingin dilihat paling bagus, sip dan aku berkata, “aku sudah ajak pak tapi dia nya malah pada ngelak semuanya, pada bilang entar dulu lah nyantai dulu kita, nah kaya gitu…”

Si guru diam, dengan muka agak kemerahan mungkin tampaknya ia sudah mulai marah. Aku tertawa terbahak - bahak di dalam hati. “Ternyata guru ini bego juga…” Sesudah selesai sholat, anak - anak pun langsung berbondong-bondong menuju lap komputer .

Anak - anak masuk dan memilih tempat yang masih kosong. Guru lap tampak tidak mau basa-basi langsung menjelaskan materi tentang internet. Guru pun menjelaskan panjang lebar sampai aku pusing mendengarkannya.

Setelah selesai menjelaskan, langsung si guru bertanya seputar penjelasan tadi, “sudah jelas semuanya dan paham? Kami pun semua menjawab, “sudah pak…!”

Seketika itu, guru pun langsung meminta yang belum mengerti untuk bertanya. Aku pun berteriak paling keras dan sendirian tidak ada yang mengikuti teman temanku. “Bisa pak cuma kaya gitu” Spontan guruku memanggil aku suruh maju.

“Kamu maju ke depan coba kamu duduk di komputer bapak dan praktekan…!” Dan aku pun langsung maju dan duduk di tempat duduk guru, guru pun berpindah tempat. Seketika aku duduk dan aku mulai tampak keringat dingin.

Mukaku tampak pucat dan aku hanya bisa klingah klingih. “Kenapa diam, ayo di coba apa yang bapak ajarkan tadi…”, ucapnya mengingatkan. Keringat dingin mulai bercucuran, tanganku yang tadinya kuat kini mulai gemetar.

Aku mencoba untuk mengingat apa yang tadi dilakukan guru, aku menyerah, aku benar-benar menyerah. Aku pun akhirnya berkata pada guru “ma’af pak aku tidak bisa…” Spontan semua bersorak, “hu… hu…” Aku pun hanya berdiam tanpa kata.

---oOo---

Back To Top