Menjadi Seperti yang Kau Minta, Kekasihku

Contoh Cerpen Cinta Romantis yang Menarik - Kalau melihat dari judulnya, “Menjadi Seperti yang Kau Minta” sepertinya memang sebuah cerpen dengan tema cinta. Cerpen ini mungkin akan mengisahkan tentang sebuah usaha yang akan, sedang dan telah dilakukan oleh seseorang untuk menjadi pribadi yang lebih baik sesuai harapan sang kekasih. Kedengarannya menyedihkan juga ya jika dalam hubungan asmara harus ada seperti itu?

Mungkin, tapi tergantung jalan cerita keseluruhan yang akan diberikan. Yang jelas, contoh cerpen cinta tersebut akan menghadirkan sebuah kisah menarik yang mungkin belum pernah kita tahu sebelumnya. Bahkan mungkin kisah yang diambil merupakan kisah yang unik yang dikemas dari sudut pandang yang berbeda.

Yang jelas, kalau dilihat sekilas karya berikut ini adalah sebuah karya cerpen yang memiliki banyak percakapan di dalamnya. Cukup menarik, karena dengan begitu cerpen seperti ini pun bisa dijadikan referensi atau ida bagi rekan yang kebetulan akan membuat sebuah naskah drama tentang cinta.

Kalau memang ceritanya pas dan cocok tentu tinggal dilakukan perubahan yang dibutuhkan. Misalnya dengan melengkapi berbagai dialog yang ada, menambahkan karakter atau pemain yang sesuai dan memberikan penjelasan narator yang diperlukan. Pokoknya termasuk unik deh karya kali ini. Supaya lebih jelas silahkan langsung dinikmati dulu ya cerita berikut.

Menjadi Seperti yang Kau Minta, Kekasihku
Contoh Cerpen Cinta Menarik

Gelap malam hari menimpa, angin meniup membuat berdiri semua bagian, buluku. Aku di sini sedang duduk di ruangan tamu. Berbalutkan jaket tebal dan secangkir teh panas.  Sementara itu pikiranku fokus  pada satu titik yaitu wajah cantik yang sedang jauh di sana. Seolah seperti ada perekat antar apikiran dan bayangan wajahmu.

Aku terus mencoba mencari celah, tatapku menembus jauh, menyusuri hutan dan gedung. Aku mencarimu di kesendirian ini. Tak lama kemudian datang ayahku menghampiri aku yang sedang merindu. “Kenapa kamu kok bengong dari tadi”, ungkap ayahku. “Iya ini ayah”, ungkapku. “Kamu sedang memikirkan siapa”, ungkap ayahku.

“Aku sedang memikirkan kekasihku ayah”, ungkapku.
“Ada apa dengan kekasihmu”, ungkap ayahku.
“Aku rindu denganya ayah”, ungkapku.

“Cari dia dan temui dia”, ungkap atyahku. “Tapi dia sedang keluar kota ayah”, ungkapku. “Bersabarlah dia pasti kembali untukmu”, ungkap ayahku. Iya ayah”, ungkapku. Usai mengobrol dengan ayahu, aku pun pergi ke kamar untuk tidur. Tak lama kemudian ada sebuah pesan masuk ke Ponselku.

“Lagi apa sayang”, ungkap kekasihku.
“Hendak mau tidur, kamu lagi apa”, ungkapku.
“Aku lagi duduk di depan rumah”, ungkapnya.

“Kapan mau kembali ke sini”, ungkapku.
“Aku akan kembali 4 hari lagi, kamu jangan nakal ya di sana”, ungkap kekasihku.
“Aku akan selalu jadi apa yang kau minta, aku tidak akan nakal”, ungkapku.
“Ya sudah ini sudah malam, selamat tidur”, ungkapnya.
“Iya selamat tidur.

Aku pun mengganti pakaianku dengan pakaian tidur. Setelah itu aku pergi ke kamar mandi dan memberishkan muka, tangan, dan kakiku. Usai selesai membersihkan anggota badanku aku masuk lagi ke kamar dan kemudian membaringkan badanku.

Begitu nikmatnya malam ini berbaring dengan ucapan semalat tidur dari sang kekasih. Aku berharap kekasihku bisa segera pulang, agar kerinduan ini tidak menjadi-jadi.

Sementara itu aku memandangi foto kekasihku sebelum aku memejamkan mataku. Tak bosan meski aku sudah berapa kali memandang foto kekasihku. kini aku memandangnya lagi sebelum aku tidur. Tak jarang aku sering tersenyum dalam hati ketika sedang memandangi foto dari kekasihku.

Entah apa yang membuat foto ini istimewa, yang pasti foto ini berbeda dengan foto yang lain. foto yang lain memandang satu kali sudah bosan, tetapi foto ini memandang berulang kali tidak bosan. Justru memandangnya malah menjadi candu asmara yang sangat serius.

Tak lama kemudian aku tertidur dengan hati yang begitu bahagia usai memandang foto kekasihku. aku masuk dalam sebuah dunia dimana ada aku dan dia. Kami Cuma berdua layaknya adam dan hawa.

Di tempat tersebut mempunyai pemandangan yang sangat indah, sungai yang mengalir jernih, pohon yang indah menjulang tinggi, dan hewan-hewan berterbangan menonton kemesraan kami.

Sementara itu aku mendengar suara ayam berkeok, dimanakah kira-kira hati bertanya-tanya. Aku terus mencarinya tetapi tidak ada hingga akhirnya aku terbangun. Ternyata suara ayam yang berpetok adalah ayam miliku sendiri yang membangunkanku karena datangnya subuh.

Aku pun segera mengambil air wudhu dan kemudian sholat di ruangan sholat. Usai sholat aku membaca kitab suci dan menghayatinya begitu dalam. Hati ini luluh ketika bacaan ayat-ayat suci diucapkan. Aku tidak tahu mengapa ini bisa terjadi tetapi ini semua membuatku sangat nyaman. Aku membacanya hingga mendapatkan 1 jus.

Usai membacanya aku meletakannya kembali dan kemudian masuk ke kamar untuk mengganti pakaianku dengan pakain santai. Setelah itu aku membuat minuman hangat dan kemudian duduk di depan rumah. Di sela-sela minum kopiku aku membersihkan halaman depanku dari sampah agar halaman terlihat bersih.

Di tengah-tengah pekerjaan, ada seornag gadis yang menyapaku.”Imam rajin sekali kamu”, ungkap sang gadis dengan senyum manisnya.

“Iya ini Lisa”, kamu marathon ya”, ungkapku sambil terpesona dengan kecantikan gadis ini.
“Iya marathon bareng yuk”, ungkap sang gadis.

“Iya silahkan kamu duluan saja, entar nyusul”, ungkapku, berusaha untuk menolak ajakan Lisa.
“Iya sudah duluan ya”, ungkap Lisa dan pergi.

Aku hanya tidak mau ketika kekasihku pergi aku jalan dengan perempuan lain dan menghasilkan fitnah. Aku ingin menjadi apa yang dia minta, selalu setia dengannya, selalu menyayanginya, dan selalu mengertinya. Itu aku lakukan karena aku sangat sayang dengan kekasihku.

Untuk itulah aku menolak ajakan Lisa yang merupakan gadis cantik yang merupakan tetanggaku. Bila aku tidak cinta dengan kekasihku tentu aku sudah menuruti apa permintaan Lisa. Tetapi karena aku sangat cinta dengan kekasihku sehingga aku memilih untuk menjaga perasaannya, agar hubungan kami bisa bertahan lama.

Memamng berat menjaga sebuah kepercayaan, tetapi kepercayaan dibangun atas diri kita maisng-maisng. Bila kita tidak membangunnya maka tentu kercayaan tidak akan berdiri dalam sebuah hubungan.

Bila kepercayaan sudah dibangun, jangan pernah menyia-nyiakan kepercayaan yang sudah dibangun dengan susah payah, karena tentu saja hubungan akan runtuh karena penghianatan.

Usai membersihkan halaman depan aku duduk dibangku lagi untuk beristirahat sejenak dan meikmati kopi buatanku sendiri. Suasana pagi yang di selimuti kabut dan secangkir kopi di tangan, serta bunyi ayam yang sangat nyaring menambah suasana hangat bersantai di depan rumah.

Maha besar Tuhan yang sudah memberikan kenikmatan yang tidak bisa di beli dengan uang ini. Semoga aku tetap bisa merasakan kenikmatan ini hingga ajal tiba.

Sementara itu aku ingat dengan kekasihku lagi, aku pun mengambil ponsel dan mengirimkan sebuah pesan. “Selamat pagi sayang”, ungkapku. ‘Selamat pagi juga sayang”, ungkap kekasihku.
“Lagi apa sekarang”, ungkapku.

“Lagi menanak nasi, kamu lagi apa”, ungkap kekasihku. “Aku sedang ngopi di depan rumah, usai membersihkan halaman”, ungkapku. “Rajin sekali kamu ya, enggak salah pilih kekasih aku”, ungkap kekasihku. “Iya dong, rajin hehe, kamu juga rajin”, ungkapku.

“Apa aktivitasmu hari ini”, ungkap kekasihku.
“Aku libur hari ini”, ungkapku.
“Apa aktivitasmu hari ini”, ungkapku.
“Aku mau mengantar ibuku pergi ke tempat temannya”, ungkap kekasihku.
“Hati-hati di jalan ya”, ungkapku.
“Oke”, ungkap kekasihku.

Perbicangan kami lewat pesan singkatpun selesai, dan aku pun menyeruput lagi kopi yang sudah aku minum tadi. Kopi ini tetap nikmat meskipun sudah dingin, aku pun terus menenggaknya hingga habis.

Pagi yang indah dan sunrise sudah menampakkan wajahnya membelah kabut-kabut putih yang pekat. Sementara itu aku bergegas masuk ke dalam untuk kemudian mencuci pakaian kotorku dan memberishkan sepatuku.

Sebuah pesan singkat dari kekasihku menambah aku bergairah mengerjakan tugasku ini. Sementara itu aku melihat ibuku yang sedang dengan sabarnya memotong sayuran untuk di masak.

Sedangkan ayahku sedang merapikan kamar tidurnya dan kami di sibukan dengan pekerjaan rumah. Meski demikian aku bangga dengan keluargaku mau bahu-membahu mengerjakan pekerjaan rumah bersama.

--- oOo ---

Tag : Cerpen, Cinta
Back To Top