Malam Satu Suro Bersama Susan

Contoh Cerita Cerpen Horor Lucu - Jangan salah dengan judulnya ya, meski terdengar mengerikan dan seram namun sebenarnya ada komedi di dalam cerpen berikut. Bisa dikatakan, ceritanya masuk kategori horor komedi yang seram-seram gimana gitu.



Ya tak jauh dari judulnya, cerita yang satu ini memang cukup singkat karena hanya mengisahkan satu kejadian tunggal. Bisa dikatakan, ceritanya seperti cerita pengalaman yang seolah-olah dialami oleh pengarang.

Ceritanya mengangkat kejadian dalam sebuah perjalanan seseorang pada saat malam satu suro. Bukan perjalanan yang tujuannya dramatis, namun apa yang dialami di jalan justru membuat merinding, takut.

Menariknya, setelah sampai pada akhir kisah baru diketahui secara pasti bahwa ceritanya ternyata konyol dan menggelikan. Sebenarnya seperti apa sih cerita dalam cerpen horor tersebut, jadi semakin penasaran saja bukan?

Malam Satu Suro Bersama Susan
Cerita Cerpen Horor Lucu

Di suatu malam yang dingin, aku pergi ke rumah temanku. Aku pergi dengan menggunakan motor merah kesayanganku. Aku jalan menuju rumah temanku itu tidak cukup bagus.

Banyak jalan yang berlubang, dan lebih tidak bagusnya lagi, aku harus melewati tempat pemakaman untuk bisa sampai ke rumahnya. 

Tepat pukul 19.30 aku berangkat dari rumahku menuju rumah temanku. Jalanannya benar benar jelek, banyak sekali lubang dan bebatuan. Tidak lama mengendarai motorku, akhirnya sampai juga aku di jalanan yang paling parah.


Tidak ada jalan lain yang lebih parah dari jalanan depan tempat pemakaman itu. Aku memang bukan jenis orang yang takut jika harus berhadapan dengan preman ataupun semacamnya. Tapi jika harus berhadapan dengan hal hal mistis semacam ini. Hiii amit - amit.

Begitu melintasi tempat pemakaman, aku tiba tiba saja mencium aroma yang sangat wangi. Aroma ini sangat mirip dengan bau bunga melati. Aroma melati ini pun langsung saja membuat bulu kuduk berdiri dan membuat pikiranku menjadi was-was. 


Ditengah ketakutan, tiba-tiba aku melihat seorang gadis cantik sedang berdiri di pinggir jalan. Dia menggenakan kaos putih lengan panjang dan juga celana pendek. Rambutnya panjang dan juga kakinya jenjang.

Tanpa pikir panjang pun aku langsung menghampiri wanita ini. Aroma parfumnya sangat menggoda, wajahnya juga sangat cantik. Hidungnya seperti pinokio, matanya sayu, dan bibirnya juga seperti silet, tipis. 

"Mau kemana neng? Malam malam kok sendirian?" Tanyaku.

"Mau pulang bang, ini abis kerja".

"Ooh, pulangnya kemana memang neng?"
"Ke rumah bang"

"Ya dimana geh neng rumahnya?"

"Di jalan Rasuna Said no. 32"


Ahaaa, kebetulan sekali. Rumahnya ternyata satu arah dengan rumah temanku. Dengan penuh percaya diri pun akhirnya aku menawarkan tumpangan untuk gadis ini. 

"Ooh, kalau gitu searah dong neng, yasudah yuk bareng abang saja."



"Aah, takut ngerepotin bang"


"Enggak neng. Santai aja. Buat eneng cantik apa sih yang enggak" godaku.
"Ya sudah deh bang kalau Abang memaksa begitu". 

Akhirnya aku pun berangkat bersama gadis ini. Di tengah perjalanan, kami banyak ngobrol dan bercanda tidak jelas. Sampai akhirnya aku tahu kalau namanya adalah Susan. Dia orangnya sangat ramah dan enak diajak bercanda.


Di tengah perjalanan kami, tiba-tiba dia memegang pinggangku dan kemudian berbisik. "Malam ini malam satu suro lo bang. Katanya malam satu suro itu banyak setan berkeliaran".

Aku kaget dan juga syock. Bisa-bisanya gadis secantik ini bicara soal malam satu suro. Aku hanya diam mendengar bisikannya. Bulu kudukku berdiri semua. Pikiranku pun menerawang jauh tidak jelas. Badanku juga tiba-tiba terasa panas.

Saat aku sedang ketakutan mengingat malam ini adalah malam satu suro tiba-tiba motorku menabrak sebuah lubang yang ada dijalanan. Aku pun kaget. Aku meminta maaf kepada si Susan atas ketidak nyamanannya.


Namun betapa terkejutnya aku, saat aku menengok ke belakang ternyata si Susan sudah tidak ada. Sialan pikirku. Lalu siapa gadis cantik yang tadi bersamaku?. Apa aku sedang berhalusinasi?.

Aku pun semakin merinding dan ketakutan. Akhirnya aku langsung tancap gas saja dan mempercepat laju motorku. Aku benar-benar syok. 

Tidak lama kemudian akhirnya aku sampai di rumah temanku. Aku menceritakan semua yang aku alami barusan. Bukannya menanggapi dengan baik, dia malah membuat aku tambah panik dan menakut-nakutiku dengan mitos-mitos yang seram.


Dia bilang kalau dijalanan itu memang anker. Ada banyak kecelakaan yang sering terjadi dijalanan itu. Aku pun tambah merinding dan tambah syock mendengar cerita dari temanku. 

Malam mulai larut, sudah waktunya aku pamit pulang. Meskipun masih ada rasa takut dan shock. Tapi tetap saja, aku harus memberanikan diri.


Setelah pamitan dengan temanku, akhirnya aku pulang ke rumah melewati jalan yang sama dengan jalan yang aku lewati tadi.

Begitu sampai di jalan jelek dimana aku dan Susan berpisah tadi, aku melihat ada seorang gadis sedang berdiri di pinggir jalan. Bajunya putih dan kotor, rambutnya juga panjang dan kotor, ada banyak luka ditubuhnya.

Aku pun ketakutan, tiba-tiba aku teringat akan cerita temanku tadi. Tanpa berpikir panjang aku langsung saja tancap gas dan mempercepat laju kendaraanku. Ditengah tengah ketakutanku, tiba tiba aku mendengar teriakan dari arah si gadis tadi. 
"Woooy!! Dasar pria nggak bertanggung jawab!!!". 

---oOo---

Tag : Cerpen, Horor, Lucu
Back To Top