Contoh Cerita Sukses Petani Sayuran

Cerita Sukses Petani Sayuran - Tetesan embun pagi yang menutupi daun – daun dan pepohonan, sang mentari pun belum menampakkan sinar-nya. Suara – suara jangkrik masih terdengar bersahutan mencoba meneriakkan dinginnya pagi.


Terlihat koloni semut saling berbincang, seperti membicarakan dinginnya pagi itu. Dari kejauhan terlihat dua orang berjalan kearah kebun. Dengan baju bermotif bunga yang sudah usang, mereka melangkah.

Mereka memakai kain berbatik khas jawa untuk menutupi bagian bawahnya, dengan membawa sebilah besi tajam di tangan kirinya, sedangkan tangan kanannya membawa botol berisikan air pelepas dahaga.

Sedangkan yang satunya memakai kaos putih yang berwarna kekuning kecoklatan, ada sedikit sobekan di kaos belakangnya, dengan memakai celana hitam.

Tangan kanannya memegang cangkul yang ada di bahunya, jalannya sudah agak membungkuk mungkin sudah terlalu berat cangkul yang dibawanya selama bertahun – tahun ini.

Mereka adalah sepasang suami istri bernama pak Mudi dan bu Mudi. Mereka mulai membersihkan kebun dengan alat yang dibawanya. Bu Mudi memetik daun – daun sawi yang mulai layu, sedangkan pak Mudi mulai membersihkan gang antara sawi yang satu dengan yang lain.

Saat sinar mentari mulai menembus celah embun pagi. Terlihat banyak tumbuhan sayuran di kebun itu. Tidak hanya sawi, tumbuhan yang lain pun tumbuh subur, seperti terong, kangkung dan tomat.

Pasangan suami istri ini merupakan petani yang terbilang sukses di desanya. Banyak orang yang mengatakan pak Mudi dan bu Mudi adalah pasangan suami istri yang romantis dan kompak dalam mengurus kebun. Mereka saling mendukung satu sama lain.

Banyak orang yang ingin tahu resep cara bercocok tanam yang baik. Pak Mudi pun tidak enggan membagikan ilmunya kepada siapa saja yang ingin belajar bercocok tanam, pak Mudi sering memberikan pengarahan pada teman – temannya. Penjelasan – penjelasannya pun mudah dipahami.

Menurut mereka pak Mudi orangnya itu terampil, ramah, dan cepat dalam bertindak. Penjelasan cara – cara bercocok tanam dibawakannya dengan santai denga suasana kekeluargaan.

Jadi mereka tidak merasa canggung untuk menanyakan masalah – masalah dalam bercocok tanam. Seperti cara membasmi hama, menggemburkan tanah dan menggunakan pupuk organik yang tepat sesuai kebutuhan tanaman.

Bahkan terkadang pak Mudi mengadakan perlombaan untuk menanam sayuran seperti sawi pada anggota kelompok tani-nya. Menurutnya hal ini dapat menjadi motivasi bagi anggotanya. Mereka akan berlomba – lomba untuk menjadi yang terbaik.

Sekarang pak Mudi menjadi ketua kelompok tani di desanya. Pak Mudi sering memberikan pengarahan kepada anggotanya. Bahkan pak Mudi sering mendapatkan panggilan untuk memberikan pengarahan kelompok – kelompok tani yang ada di desa lain.

Tidak sedikit penghargaan yang diberikan oleh dinas pertanian yang didapat pak Mudi. Mulai dari tanaman organik yaitu tanaman tanpa menggunakan bahan kimia dalam membudidayakannya, cara bercocok tanam terong yang baik dan masih banyak penghargaan – penghargaan yang lainnya.

Tentunya dengan melihat kesuksesan pak Mudi yang sekarang banyak orang merasa bersemangat untuk bisa sepertinya.

Banyak perjuangan yang dilalui pak Mudi dan bu Mudi untuk menjadi seperti sekarang ini. Mereka tidak tahu bagaimana jatuh bangunnya perjuangan pak Mudi dan bu Mudi dalam bercocok tanam sayur mayur.

---oOo---

Back To Top