Cerita Sukses Pedagang Pakaian

Contoh Cerita Sukses Pedagang Pakaian - Menaiki sepeda tua, dengan besi yang berkarat terlihat seorang ibu separuh baya yang mengayuh sepeda dibawah terik matahari yang menyengat kulit, dengan nafas yang terengah – engah, membonceng keranjang yang berisi se-buntal kain menjajakan jualannya. Sambil berteriak baju...! Baju...!. Baju nya bu..


Dia bernama bu Partinah. Dia adalah seorang penjual baju musiman yang berkeliling dengan menggunakan sepedanya. Setiap hari raya idul fitri bu Partinah berkeliling dari desa satu ke desa lainnya untuk menjual pakaiannya. Menawarkan barang dagangannya dari rumah kerumah.

Dia memulai menjual bajunya dari pagi hari hingga sore hari, banyak orang yang kasihan dengannya. Banyangkan saja, dia berjualan dengan menggunakan sepeda yang sudah tua dibulan puasa.

Pada suatu hari aku memanggil bu partinah “bu bu berhenti, aku mau membeli pakaian untuk lebaran”  dia langsung menghentikan laju  sepedahnya, srot…!” suara rem. “ia dek, maaf kelewatan” kata bu partinah.

Bu Partinah langsung membuka keranjangnya dan menawarkan baju jualannya, dia terlihat semangat sekali untuk menawarkan baju julannya kepada ku. “istirahat dulu bu, kan capek habis keliling berjualan baju” kata ku, sambil memegang tangannya.

“ia dek, ibu cuman merasa senang ada yang mau beli baju, dari tadi belum ada yang beli” kata bu partinah sambil memilihkan baju yang kira – kira pas untuk ku. “sudah ibu duduk saja, biar aku saja yang memilih bajunya”  kata ku.

Setelah memilih – milih aku membeli baju biru lengan pendek dengan motif kotak – kotak bergaris.

“bu, aku mau beli yang ini, berapa harganya” kata ku. Dengan wajah yang masih dipenuhi keringat bu partinah menjawab “yang itu harganya Rp 45000 saja dek”. Aku kaget “ko murah banget bu, emang ibu tidak rugi, ini bahannya bagus lo bu, terus motifnya bagus”.

Dengan sedikit senyum dibibirnya “ia tidak apa – apa, adek pelanggan pertama aku, itung – itung penglaris, jadi aku kasih murah saja”. “ia terima kasih bu” jawab ku.

Setelah itu aku mengambil uang lima puluh ribu. “aduh! Belum ada kembaliannya” kata bu partinah sambil mencari uang di dompetnya, “ia sudah tidak apa – apa bu, ambil saja kembaliannya” jawabku. Kemudian bu partinah mengemasi jualannya untuk berkeliling lagi.

Ditahun – tahun berikutnya aku tidak lagi melihat bu partinah berjualan keliling lagi, aku bertanya – tanya , “sudah tiga tahun bu partinah tidak berjualan baju, apa dia sudah berhenti dari jualan baju? Jadi harus kepasar deh untuk membeli baju lebaran”.

Akhirnya aku pergi kepasar untuk membeli baju, sesampainya di pasar dari kejauhan aku mendengar seseorang sedang menawarkan baju dagangannya dengan berteriak “bajunya bu, bajunya, ayoo dibeli”.

Sepertinya suaranya tidak asing, lalu aku mendekati suara tersebut. Ternyata ibu itu adalah bu partinah yang dulu berjualan baju keliling dengan menggunakan sepeda.

Aku senang sekali melihat bu Partinah yang sekarang, tidak lagi menjajakan baju dengan menggunakan sepeda keliling desa. Sekarang dia bisa berjualan dipasar yang tentunya dengan  jualannya yang beraneka ragam, dari kaos, celana dan baju yang lagi trend.

---oOo---

Back To Top