Rasa Ini Indah, Hanya Untukmu

Kumpulan cerita pendek cinta yang ada di sini masih sedikit, makanya ditambah lagi koleksinya. Kali ini ceritanya berjudul “rasa ini indah, hanya untukmu”. Menurut kalian ceritanya seperti apa coba? Ya, jelas bisa dilihat dari judul cerpen tersebut bahwa karya ini akan bercerita tentang seseorang yang sedang jatuh cinta.

Perasaan bahagia, atau yang sering diungkapkan dengan kata “rasa yang indah” menggambarkan suasana senang yang ada dalam hati seseorang. Senang ini berkaitan dengan asmara dan cinta yang tumbuh dan bersemi di dalam hati seorang anak manusia.

Orang yang sedang jatuh cinta perasaannya kan memang seperti itu, selalu berbunga-bunga dan semangat menjalani hari. Begitu pula yang digambarkan dalam cerita pendek berikut. Kalau alur-nya sendiri agak sedikit sulit untuk ditebak. Pengarang bisa saja mengambil sudut pandang yang sangat jauh berbeda dari anggapan banyak orang.

Jika diperhatikan lebih dekat, cerpen cinta ini disusun dengan apik dan segar, bahasa yang digunakan tampak rapi dan tidak terlalu dramatis. Kesan yang didapat justru keseriusan, beberapa diantaranya bahkan bisa memperkuat nuansa kehidupan sehari-hari.

Tampak jelas sekali bahwa pengarang mengajak pembaca untuk turut merasakan apa yang diceritakan. Pembaca juga dituntun untuk menggambarkan kejadian demi kejadian seolah nyata terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Lugas dan apa adanya sehingga begitu dekat dan mencerminkan kehidupan nyata. Lalu seperti apa kisah selengkapnya, simak berikut!

Rasa Ini Indah, Hanya Untukmu
Kumpulan cerita pendek cinta

Pagi itu aku di ajak oleh salah seorang rekan kerja berjalan-jalan ke sebuah pantai. Sesampainya di pantai temanku memperkenalkanku dengan salah seorang rekannya. “Dina ini kenalkan, Rio”, ungkap Lisa memperkenalkan temannya kepadaku. “Dina”, sambil mengulurkan tanganku.

“Rio”, sambil mengulurkan tanganya. “Dina ini adalah teman kerja aku Rio, dan Rio ini adalah teman SMA aku Dina”, ungkap Lisa. “Oooo”, ungkap aku an Rio.

“Sekarang kerja dimana kamu Rio”, ungkapku. “Aku sekarang kerja di sebuah perusahaan di Jakarata”, ungkap Rio. “Sudah lama di sana”, ungkaku. “Iya sudah lama 4 tahun aku di sana, kamu sudah lama kerja di tempatnya Lisa.?”, ungkap Rio.
“Duluan dia kali dari pada aku Rio”, ungkap Lisa.

“Oo senior kamu Lisa”, ungkap Rio.
“Iya lah”, ungkap Lisa.

Sementara aku hanya tersenyum melihat Rio yang salah sangka kepada kami. Matahari begitu cerah dan menambah semangat kami dalam menjalankan momen ini. Sementara aku dan kedua rekanku duduk di bawah pohon kelapa, sambil menikmati minuman dingin yang kami bawah dari Rumah.

“Awas ya ati-ati ada kelapa yang sudah kering”, ungkap Rio. “Iya aku baru tau,” ungapku mengetahui baru sadar ada sebuah kelapa kering yang bersiap mendarat. “Pindah aja Yuk”, ungkap Lisa.

Kami pun berpindah tempat yang lebih aman lagi, kami tidak mau kelapa kering itu jatuh mengenai kami. Kami hanya memindah tempat kami ke pohon kelapa sebelah yang memang lebih aman untuk berteduh. Usai berpindah tempat kami duduk santai lagi dan kemudian melanjutkan ngobrol lagi.

“Dina, aku minta pin BB kamu dong”, ungkap Rio.
“Iya ini”, ungkapku sambil menghubungkan perangkat batang ponselku dan perangkat batang ponsel Rio.
“Terimakasih ya”, ungkap Rio.
“Iya”.

Aku dan Rio pun duduk bersama dan saling mengobrol tentang pengalaman pribadi. Pria ini begitu baik dan sangat asyik untuk mengobrol, lambat laun aku pun begitu betah engobrol di dekatnya. Hingga aku sendiri tidak sadar Lisa sudah lama tidur dan meninggalkan kami yang sedang mengobrol ke dunia mimpi.

“Lisa sudah tidur Yo”, ungkapku.
“Aduh kebiasaan ini anak”, ungkap Rio.
“Hey bangun,” ungkapku.

Tak lama kemudian Lisa pun bangun dan langsung mengelap keringat yang menyucur deras di mukanya. “Main air yok..?” ungkapku. “Entar dulu, tunggu nyawaku ngumul terlebih dahulu”, ungkap Lisa yang begitu lesunya. “Iya sudah aku tungguin”, ungkapku.

Kami pun menunggu Lisa yang baru bangun supaya bersemangat lagi, sembari mengolesi badan kami dengan losyen agar kulit kami tidak gosong.

“Ayok berangkat”, ungkap Lisa.
“Ni pakai losyen dulu”, ungkapku.

Lisa pun memakai losyennya dan selesai memakianya kami pun mulai bermainan air. Tidak berenang hanya bermain dengan riangnya di pinggiran pantai. Haripun sudah sore tidak terasa karena saking asyiknya bermain air di pantai ini. Setelah puas bermain air kami pun bersiap-siap untuk pulang.

Kami pulang dengan perasan gembira, sementara aku menikmati benar liburan hari ini. Bukan hanya pemandangan pantai yang begitu indah tetapi juga aku telah berkenalan dengan pemuda yang tampan, yang merupakan teman Lisa.

Aku pulang dengan menaiki sepada motor dengan Lisa, sementara Rio sendirian. Kami pun pulang bersama dan saling memacu motor kami.

Setelah menempuh perjalanan selama hampir 3 jam sampai akhirnya aku di rumah. Aku pun istirahat dan meletakan semua barang bawaanku. Setelah itu aku mandi untuk mengembalikan semangatku lagi.

Usai mandi aku melihat ponselku berbunyi, aku pun melihatnya. Ternyata dari Rio, dia mengucapkan selamat sore kepadaku. Aku pun membalas ucapan tersebut dengan kalimat,”Selamat sore juga’.

Aku pun meninggalkan ponselku di kamar untuk makan sejenak. Perutku begitu lapar karena seharian bermain air di pantai. Aku duduk di kursi ruangan makan, dan mulai menyiapkan nasi di piring. Aku membiarkan nasi yang aku ambil dingin terlebih dahulu kemudian baru aku bisa santap.

Usai nasi sudah agak dingin aku pun mengambil sayur dan kemudian memakannya. Tak lama kemudian ibuku datang menghampiri aku yang sedang makan.

“Ma sini makan bareng”, ungkapku yang sedang melahap makanan.
“Iya sudah silahkan, mama sudah makan”, ungkap mamaku.


Aku pun melanjutkan makan kembali, makanan ini begitu enak, mungkin karena aku sedang lapar. “Bagaima liburan kamu hari ini.?”, ungkap mamaku. “Luar biasa Ma, menyenangkan sekali Ma”, ungkapku. “Berapa orang yang ikut liburan denganmu”, ungkap mamaku.

“Bertiga Ma, aku, Lisa, sama temennya Lisa”, ungkapku.
“Asyik dong”, ungkap mamaku.

Usai menghabiskan makanan, aku pun duduk sejenak di ruang makan tersebut sambil mengobrol dengan ibuku, sambil menunggu makanan dalam perutku selesai di proses. Kebersamaanku di ruang makan begitu indahnya, karena mamaku adalah orang yang sangat bisa mengertiku.

Aku pun mauk ke kamar setelah aku selesai makan. Aku duduk di kamar sambil membaca sebuah bacaan dari buku. Bacaan ini begitu menghibur hingga pikiranku larut di dalamnya. Aku merasa ada di sebuah cerita di dalam bacaan fiksi ini. Aku membacanya hingga larut malam, aku tidak merasa ngantuk karena cerita di dalam bacaan tersebut sangat menarik untuk aku baca.

Usai membaca cerita fiksi hingga selesai, aku pun mulai membaringkan tubuhku ke samping. Posisi inilah yang sangat cepat menghantarkanku ke dalam dunia mimpi. Kini aku sudah siap untuk pergi ke duania mimpi dan menyambut datangnya pagi di esok hari.

Aku pun bangun setelah pagi menjelang. Aku pun memeriksa ponselku, ternyata banyak sekali pesan bbm yang masuk dari Rio. Aku tidak tahu karena dari tadi malam aku tidak memegang hanpone. Aku pun meminta maaf kepada Rio, karena tidak bisa membalas pesannya dan dia pun memakluminya.

Aku begitu bahagia sekali Rio adalah orang yang begitu penyabar dan baik hati. Hingga aku pun terkesima walaupun baru satu kali aku bisa bertemu dengan Rio. Aku harap kehidupanku mendatang bisa menghadirkan Rio dalam kegiatan-kegiatan sehari-hari, sehingga hidupku lebih berwarna.

Pesan dari bbm ini menjadi semangat untuk mengawaliku di pagi hari sebelum aku memulai aktivitasku. Dengan pesan ini pikiranku menjadi lebih jernih dan selalu bisa bersemangat dalam menjalani hariku. Pesan ini adalah sebuah pesan positif yang nantinya akan menjadi suatu pesan yang membawaku ke dalam kehidupan yang indah.

Aku tidak tahu kapan semua itu akan ku raih, tetapi aku percaya dengan keagungan Tuhan. Apapun pasti akan dikabulkan selagi aku masih mau meminta. Dan aku yakin aku dan Rio pasti akan di pertemukan kembali sebagai suatu pasangan yang saling mencintai. Tentunya itu semua membutuhkan peroses, dan aku harus sabar menghadapi proses tersebut. 

--- oOo ---

Tag : Cerpen, Cinta, Remaja
Back To Top