Cerita Pengkhianatan Cinta, Jangan Ganggu Pacarku

Wah, kalau judulnya seperti ini, cerita tentang pengkhianatan cinta ini seharusnya pakai tanda seru (!) dibagian akhir judulnya. “Jangan ganggu pacarku!”, jadi terlihat lebih garang bukan? Garang atau tidak yang jelas cerita ini sepertinya akan membuat suasana hati sedih, sesuai temanya yang merupakan cerpen penghianatan.

Tapi tentu akhir dari kisah cinta ini patut untuk ditunggu. Siapa tahu si pengkhianat cinta mendapatkan karma atau balasan atas perbuatan yang dilakukan. Atau, siapa tahu yang tersakiti akhirnya mendapatkan cinta sejati dan bahagia. Itulah kenapa setiap kisah atau cerita baru wajib untuk dilihat dulu, sayang kalau dilewatkan begitu saja.

Membosankan, mungkin saja. Tapi cerita yang berhubungan dengan asmara tentu saja menarik, apalagi untuk rekan remaja. Cinta adalah sesuatu yang menghiasi hidup, yang akan dijadikan landasan dalam membangun hidup yang lebih jauh. Cinta hadir kala seseorang masih remaja dan akan melekat ketika ia dewasa.

Kisah-kisah cinta bisa selalu menjadi inspirasi bahkan motivasi untuk mendapatkan kebahagiaan yang sejati. Cinta sejati mana yang tidak mengalami cobaan, cinta suci mana yang tidak harus diperjuangkan. Terlepas dari semua itu, semoga cerita pendek berikut bisa menghibur kita semua dan melengkapi koleksi yang ada.

Jangan Ganggu Pacarku

Sebut saja namanya Lisa, dia adalah seorang asisten dokter disebuah rumah sakit. Dia mempunyai seorang pacar yang bernama Rio yang merupakan karyawan prusahaan. Pada suatu ketika dipagi hari yang cerah, Lisa sedang duduk di depan rumah, datanglah pria menggunakan motor besar dan helem hitam. Ternyata dia adalah Rio kekasih dari lisa.

Rio,”Pagi sayang”.
Lisa,”Pagi juga, tumben pagi-pagi sudah kesini”.
Rio,”Aku mau ajak kamu pergi ke pantai, kita seneng-seneng disana”.
Lisa,”Asik, entar ya aku mandi dulu, kamu masuk aja dulu”.

Sementara Lisa sedang mandi, datanglah ayah Lisa dan menyapa Rio,”Dari mana kamu Rio”, ungkap ayah Lisa.

Rio,”Dari rumah saja om”. Sambil menjabat tangan ayah Lisa”.
Ayah Lisa,”Mau kemana pagi-pagi sekali..?”.
Rio,”Oh iya om, berhubung ini hari libur, aku minta ijin sama om untuk bawa lisa pergi ke pantai, itung-itung liburan.

Ayah Lisa,”Boleh, tapi tolong pulangnya jangan malem-malem ya, dan jaga baik-baik Lisa”.
Rio,”Iya om pasti”.

Tak lama kemudian lisa sudah selesai mandi dan berhias, dan mereka berdua pamit dengan ayah Lisa. Mereka pun berangkat menggunakan motor gede dan helem sebagai pengamannya. Karena hari libur jalanan begitu sepi, Rio menambah cepat laju kendaraannya”.

Tak lama kemudian Rio dan Lisa sampai di pantai yang merupakan tempat tujuanya berlibur. Suasana di pantai begitu ramai, karena bertepatan dengan hari libur, meski demikian mereka berdua tetap menikmatinya. Rio dan Lisa berganti pakaian sebelum akhirnya bermain pasir berdua.

Rio,”Bangun kastil yok”.
Lisa,”Ayok”.

Lisa mengumpulkan pasir, sementara yang membangun pasir adalah Rio. Bagian demi bagian terus buat hingga akhirnya jadilah kastil yang terbuat dari pasir.

Rio,”Bagus gak..?”.
Lisa,”Bagus si tapi kurang gede”.

Di tengah-tengah keasikan Lisa dan Rio tiba-tiba ada seorang peremun datang dan marah-marah.
Perempuan,”Rio, ini siapa.?”.
Lisa,”Ini siap Yo”.

Rio,”Kamu tenang ya Lisa, dia tu hanya mantan aku yang ngejar-ngejar aku”.
Perempuan,”Kamu bilang aku hanya mantan kamu, kamu gak inget apa yang kamu lakuin ke aku kemarin malam, kamu masih sempat bilang cinta sama aku”.

Rio,”Jangan ngarang kamu, aku gak pernah lakuin itu, Lisa aku harap kamu gak terpengaruh sama dia, dia itu pembohong”.

Perempuan,”Dan kamu Lisa, berani-beraninya kamu ya ganggu Rio, liyat aja entar akibatnya”.
Perempuan tersebutpun pergi setelah menghancurkan acara liburan Rio dan Lisa. Sementara itu lisa masih penasaran dengan perempuan tersebut.

Lisa,”Itu siapa si yo..?”.
Rio,”Itu mantan aku, dia ngejar-ngejar aku terus, tapi tenang aja aku gak cinta sama dia kok, dan aku hanya cinta sama kamu”.

Lisa,”Iya aku percaya sama kamu, tapi sampai kamu bohongin aku, aku gak maafin kamu”.
Rio,”Iya sayang”.

Rio dan Lisa pun pulang setelah semua keadaanya membaik. Sesampainya mereka di rumah Lisa, Rio langsung pamit pulang, karena hari sudah sangat sore. 


Selanjutnya Lisa masuk kamar, dan bersiap-siap untuk mandi. Tak lama kemudian ada telfon masuk dan nomernya tidak dikenal.
Lisa pun mengangkatnya,”Halo, siapa ya”. Ungkap lisa.

Penelpon misterius,”Lisa jauhi Rio, bila kamu ingin ngyawa kamu selamat. Rio adalah miliku, dan kamu tidak berhak memilikinya”. Ungkap penelpon misterius dengan suara seram dan monoton.

Lisa,”Tolong jangan main-main dengan saya, siapa kamu..!”.
Telfonpun langsung dimatikan, dan Lisa pun memberi tahu kejadian ini kepada Rio. Sementara Rio menghibur dan menyuruh Lisa agar tidak terpengaruh dengan teror yang didapatnya. Lisa pun melanjutkan mandi, namun teror tersebut masih selalu membayangi pikirannya.

Di pagi yang cerah ada Lisa terbangun dengan muka yang sangat cerah. Sementara ayahnya dikagetkan dengan sebuah bingkisan yang terletak di depan pintu rumahnya. Ayah Lisa pun mengambil kotak tersebut, setelah dilihat ternyata bingkisan tersebut untuk Lisa.

Ayah Lisa,”Nak ini ada bingkisan untuk kamu”.
Lisa,”Dari siap yah”.
Ayah,”Gak tau”.
Lisa,”Makasih ya yah”.

Lisa pun segera menerimanya dan diapun berharap bingkisan tersebut dari Rio kekasihnya. Setelah diteliti ternyata tidak pengirimnya. Lisa pun membukanya ternyata isinya adalah berupa surat yang isinya teror, dan isi surat tersebut juga menegaskan agar Lisa menjauhi Rio. Lisa pun menelpon Rio sambil menangis karena ketakutan, sementara Rio terus menghibur Lisa sampai keadaannya membaik.

Tak lama kemudian setelah Lisa selesai menelpon, perempuan yang disebut-sebut sebagai mantannya menelpon Rio.

Perempuan,”Halo Rio sayang”.
Rio,”Ada apa kamu hubungi aku”.
Perempuan,”Gak usah galak-galak dong, aku hanya kangen sama kamu”.
Rio,”Tolong jangan ganggu aku lagi, aku sudah punya pacar”.
Perempuan,”Ya itu si terserah kamu, kalau kamu gak mau terima cinta aku ya jangan salahkan aku bila ada apa-apa dengan pacar kamu”.

Rio,”Sekali lagi aku peringatin, berani kamu nyentuh sedikit pacarku aku bikin perhitungan sama kamu, jangan ganggu pacarku”.

Perempuan,”Ya itu salah kamu, kenapa kamu khianatin aku dulu, demi gadis itu”.
Rio,”Aku gak mau punya pacar wataknya jahat kayak kamu”.

Peremuan,”Oke jangan salahkan aku bila ada apa-apa dengan gadis yang kamu cintai”.
Perempuan tersebut langsung mematikan teleponnya, sementara Rio masih was-was mengingat nasib kekasihnya. Diapun langsung pergi ke rumah kekasihnya karena taku ada apa-apa dengan kekasihnya. Riopun membawa polisi untuk mengamankan wanita tersebut.

Sesampainya di rumah Lisa, ternyata benar perempuan tersebut sudah di rumah Lisa dan sedang mencekek Lisa.

Rio,”Lepaskan Lisa”. Ungkapnya kepada perempuan tersebut.
Perempuan tersebut,”Siap suruh, dulu kamu khianati cintaku demi gadis ini”.
Rio,”Aku enggak cinta sama kamu”.

Perempuan,”Ya sudah biar kubunuh gadis ini”, semakin keras mencekik Lisa, sementara Lisa berteriak minta tolong.

Di saat yang bersamaan ada polisi dibelakan wanita tersebut dan langsung menyergap lalu memborgolnya. Sementara Lisa bisa diselamatkan. Wanita tersebut pun dibawa ke kantor polisi dan di penjara seumur hidup.

Kini Rio sudah lega, karena tidak ada lagi yang mengganggu kekasihnya. Dan hubungan cintanya bisa dijalankan dengan indah. 

--- oOo ---

Yang lalu biarlah berlalu, cerita di atas sudah selesai dan kini tinggal kita mencari cerita lain yang belum kita baca. Tenang, masih banyak kisah-kisah menarik lainnya. Kalau ada yang masih ingin membaca cerpen pengkhianatan cinta juga masih ada, beberapa sudah disiapkan dibagian bawah.

Yang lain silahkan cari cerpen yang ingin dibaca melalui penelusuran situs. Disana anda bisa mencari banyak kisah lain yang tak kalah menarik dari yang di atas. Tidak lupa kami ucapkan terima kasih banyak atas kesediaan waktunya untuk mengikuti kisah tersebut. Mudah-mudahan ada hikmah dan pelajaran yang bisa diambil.

Tag : Cerpen, Cinta, Remaja
Back To Top