Malam Minggu Kelabu, Contoh Cerpen Ringkas

Hayo kita baca contoh cerpen yang ringkas berikut ini, kali ini judulnya “Malam Minggu Kelabu” yang tentunya cukup bagus dan menarik. Mudah, pasti anda semua bisa menebak bagaimana jalan cerita utama dalam kisah yang berikut ini. Tentu, ceritanya pasti akan seputar seseorang yang tidak memiliki pasangan alias jomblo. Tapi apakah benar ceritanya seperti itu, lalu apakah bagus?

Ya kita tidak akan tahu kalau belum membaca sendiri cerpen tersebut. Makanya sengaja dibagikan hari ini agar rekan semua bisa cepat mendapatkan bahan bacaan terbaru khusus untuk cerita pendek. Jadi, tidak perlu pusing mencari kemana-mana, disini saja sudah ada banyak sekali kisah-kisah yang menarik.

Kisah pada cerita kali ini akan menjadi teman santai kita semua, apalagi kisahnya tentang cinta tentu akan sangat menarik. Semakin penasaran saja kalau bicara mengenai cinta, jadi tak sabar untuk mengetahui bagaimana kejadian yang dialami oleh tokoh utama dalam cerpen tersebut.

Untuk sekedar bocoran saja, cerpen ini masih mengambil kisah yang tidak jauh dari kejadian sehari-hari di dunia nyata. Kisah-kisah sederhana yang dikemas dengan ciri khusus oleh penulisnya, diharapkan bisa menghibur. Dengan bahasa yang santai, alur yang jelas dikemas dalam sebuah kesatuan cerita yang bermakna. Karya ini akan menjadi salah satu referensi yang lumayan.

Tidak usah gusar, seperti pada judul, karya ini memang cukup pendek. Kalau ditulis dalam kertas mungkin hanya sekitar satu lembar kerta folio saja. Jadi kita tidak akan bosan dan jenuh, apalagi didukung dengan diksi yang menarik. Lebih baik kita baca kisah selengkapnya di bawah ini.

Cerpen yang Ringkas

Aku Rina, aku siswi sekolah menengah atas di Jogja. Aku sedang kasmaran karena cinta. Aku tidak bisa mengungkapkan apa yang ada didalam hati dan pikiranku yang mampu membuatku tersenyum sepanjang hari. Hanya senyuman yang mampu ku lakukan untuk mewakili kebahagian yang saat ini kurasa.

Di penghujung pagiku aku sangat bahagia mendapatkan ucapan,”Selamat pagi”, dari sang pacar. Uangkapan tersebut membuatku bersemangat menjalani aktifitas hari ini. kebulan hari ini adalah hari Sabtu, yang mana rutinititas sehari-hari sebagai seorang siswi kujalani.

Dengan motor sekuter kelasik aku berangkat, dengan suasana riang. Sesampainya disekolah aku mendengar suara dering dari ponselku, setelah kulihat ternyata kekasihku yang mengirimkan pesan,”Sayang entar malam jalan yok..?”, ucapnya dalam pesan tersebut.

Aku pun menjawab,”Ayok, kemana..?”.
Sang kekasih,”Nonton”.
Aku,”Oke siap”.

Aku bahagia dengan isi pesan tersebut dan tidak sabar menantikan malam tiba. Sadar karena malam belum tiba aku masuk kelas dan menjalani proses belajar seperti biasa. Aku berjalan menuju kelas sambil riangnya dan tersenyum. Sesampainya di kelas aku disapa oleh Reni, dia berkata,”Kenapa kamu senyum-senyum sendiri, sudah gila ya”.

Aku menjawab,”Enggak, enggak papa cuma ingin senyum saja, senyum kan ibadah”.
Reni,”Ya gak senyum-senyum sendiri juga kali”.
Aku,”Emang kenapa..?”.
Reni,”Ya seperti orang gila, heheh…”
Aku,”Iiih reseh ya”.
Reni,”Maaf, kan bercanda”.

Tak lama kemudian guru datang dan segera mengajar. Sementara aku masih tidak sabar akan menantikan malam datang. Aku terus tersenyum dan tidak bisa membayangkan bagaimana bahagianya kencan dengan pacar di malam minggu. Siang pun datang, waktu pulang sudah tiba, aku pulang untuk istirahat mengumpulkan tenaga untuk nanti malam.

Tibalah malam yang ku nantikan, aku sedang memilih baju yang pas dipakai jalan dengan temanku. Aku bingung karena sudah hampir satu lemari tidak ada yang cocok menurutku. Hingga ada satu baju yang tersisa di lemari, aku pun memakainya dan ternyata baju tersebut pas dan cocok denganku.

Waktu sudah menunjukan jam 19:00, aku pun mengirim pesan kepada kekasihku yang berisi,”Sudah berangkat belum yang..?”.

Kekasih membalas,”Iya bentar ya yang, aku lagi nganterin ibuku beli kue di toko”.
Aku,”Yah aku sudah siap ni, lama nggak”.
Kekasih menjawab,”Iya sabar ya, bentar kok beli kue”.
Aku pun menunggu di kamar sambil memandangi foto yang kekasih, sambil menanti kedatangannya. Satu jam kemudian sudah menunjukan jam 20:00, sementara itu kekasihku belum juga datang. Aku pun mengirim pesan singkat lagi yang berisi,”Kamu dimana beli kue kok lama banged”.

Sang kekasih menjawab,”Iya maaf sayang, abis beli kue aku disuruh mamaku ngambil cucian dilondri, kamu sabar ya satu jam lagi aku kerumah kamu kok”.

Aku pun mencoba bersabar meskipun hati sudah sangat kesal, aku pun membalas pesan tersebut,”Iya”.

Aku pun melanjutkan penantianku dikamar dengan ditemani sepi. Aku bernyanyi untuk menghilangkan sepi dan agar waktu tidak terasa lama. Namun kebosana melanda dan padahal waktu masih lama, aku terus bernyanyi dan melakukan aktivitas lain untuk mengilangkan kebosananku.

Setelah menunggu selama satu jam tibalah waktu menunjukan 21;00, dan ada sebuah telepon masuk kedalam ponselku. Telfon tersebut dari kekasihku aku pun langsung mengankatnya.

Kekasihku,”Halo yang, aku minta maaf malam ini enggak jadi nonton, soalnya aku sudah capek banged ini”.

Aku,”Kamu tega banged si sudah buat janji tapi diingkari”.
Kekasihku,”Iya aku minta maaf”.
Aku,”Ya udahlah “. Aku pun langsung mematikan ponselnya.

Di dalam kamar aku merenung dan berkata,”Ya Tuhan, sungguh malam yang kelabu, sedari siang aku menunggu malam ini, tetapi bukan malam yang indah yang ku dapat, tetapi malam yang begitu sepi sendiri, kuatkan aku Tuhan”, sambil menangis di kamar.

--- oOo ---

Tenang, masih ada yang lain kok. Jika anda ingin membaca  karya lain dibawah ini juga sudah disiapkan beberapa judul cerpen ringkas yang bagus-bagus. anda bisa memilih mana yang menurut anda paling bagus dan menarik. Tinggal di klik dan anda bisa membacanya di halaman berikutnya.

Tidak usah terburu-buru pindah dan mencari di situs lain. Di situs ini ada banyak sekali karya cerita – cerita yang cukup singkat. Bahkan bukan hanya cerpen saja, disini juga ada cerita sukses, cerita motivasi, cerita curhat dan berbagai kisah cerita lain yang tentunya bermakna. Mudah-mudahan berbagai karya yang ada bisa bermanfaat bagi anda semua.

Tag : Cerpen, Cinta
Back To Top