Maafkan Pelangi, Cerpen Singkat tentang Ayah

Contoh Cerpen Singkat tentang Ayah, Maafkan Pelangi - Kembali lagi dengan sebuah kisah cerpen singkat, kali ini adalah kisah cerpen tentang ayah yang cukup menarik dan menghibur sekali. Ceritanya bagus, dan bukan hanya itu saja, cerita tersebut mengandung pesan moral dan nasehat yang sangat berharga khususnya untuk para orang tua. Seperti apa cerita pendek tersebut?


Kalau untuk alur ceritanya tidak usah diceritakan agar tidak kehilangan kejutannya. Tapi, untuk gambaran saja, karya berikut dikemas dengan menggunakan bahasa yang sederhana dan mudah dimengerti. Kata dan kalimat yang digunakan begitu lugas, jelas dan mampu menceritakan kejadian dengan sangat jelas.

Membaca karya ini anda tidak akan menemukan banyak kesulitan untuk mengetahui bagaimana makna yang ingin disampaikan oleh penulis. Yang menarik, justru dengan penggunaan bahasa yang sederhana tersebut karya ini menjadi begitu unik dan cukup spesial jika dibanding dengan karya lain. Jadi tambah penasaran bukan?

Ya, tenang, cerita yang satu ini memang dibagikan khusus untuk anda sehingga anda tidak perlu ragu untuk membacanya. Cerita ini bisa melengkapi koleksi cerpen tentang orang tua yang sebelumnya sudah banyak dibagikan. Sekarang lebih baik dibaca langsung kisah selengkapnya di bawah ini.

Maafkan Pelangi, Ayah
Cerpen kasih sayang seorang ibu dan ayah

Di sebuah pinggiran kota kumuh, ada sebuah keluarga yang bisa dikatakan cukup berada. Suatu sore ayah baru saja pulang dari kantor nya, namun betapa terkejutnya dia saat melihat di halaman rumahnya, terpampang mobil mewah yang baru saja dia beli, baret bergambarkan bunga, layaknya di taman.

Kemudian sang ayah pun langsung memanggil pembantunya dan menanyakan siapa yang telah melakukan ini semua. saat itu pula muncul lah seorang anak yang cantik dan lugu bernama Pelangi yang tak lain adalah anaknya sendiri menghampirinya dan memeluknya sambil mengatakan “Ayah, Pelangi tadi yang menggambar bunga di mobil Ayah, agar mobil Ayah terlihat lebih bagus dan indah, bagus kan Yah gambaran Pelangi?”.

Sang ayah pun murka dan langsung saja mengambil sebuah rotan lalu memukul tangan anaknya bolak-balik atas dan bawah. Tidak dapat menahan sakit, sambil menangis, Pelangi pun memohon ampun, “ampun Ayah, kenapa dipukul, apa salah Pelangi?”.

Sang ayah pun terus memukul tangan Pelangi. Memar, berdarah, namun tak seucap kata pun keluar dari mulutnya. Sang ibu pun hanya menonton dari kejauhan seolah setuju atas perlakuan suaminya.

Tak lama kemudian, ayah pun menyuruh pembantunya untuk mengurung Pelangi di gudang. Tak ada pilihan, sang anak pun harus mau menanggung hukuman yang tak ia mengerti itu. 

Di dalam gudang, Pelangi merintih kesakitan sambil bertanya sendiri “sebenarnya apa salahku, apakah membuat mobil baru ayah lebih indah itu salah?, tapi mengapa ayah malah memukul Pelangi?

Sang pembantu merasa kasihan, ia begitu iba dengan anak itu. Pembantu itu langsung berbicara kepada ayah Pelangi bahwa tangan Pelangi luka parah berdarah dan memar. Lalu sang ayah pun hanya menyuruh pembantunya agar memberinya obat merah.
Sudah 3 hari Pelangi di kurung di dalam kamar tanpa diperbolehkan keluar se-detik pun. Tepat di hari keempat pembantu itu pun terkejut melihat Pelangi tertidur dengan wajah sangat pucat, ia meringkuk seperti kucing kehujanan, saat meraba badannya  ternyata Pelangi panas tinggi.

Taku terjadi sesuatu, pembantu itu langsung memberitahu ayah Pelangi. Karena masih marah, dia pun hanya menyuruh pembantu itu untuk membawa Pelangi ke klinik.

Waktu berlalu, sudah seminggu, panas badan Pelangi pun tak kunjung turun, pembantu pun menyarankan tuan nya agar Pelangi dibawa ke rumah sakit, mungkin karena amarah ayahnya sudah mulai reda, Pelangi pun segera dibawa ke sebuah rumah sakit.

Di sana Pelangi diperiksa Dokter dan betapa terkejutnya hati ayah dan ibu Pelangi setelah mendengar ternyata Pelangi terkena infeksi karena luka yang dia derita di kedua tangan nya. Parahnya, Pelangi divonis harus diamputasi.

Sang ayah dan istrinya tertegun tanpa mengeluarkan sepatah kata sedikit pun, mereka langsung menemui Pelangi. Sambil menangis Pelangi pun berucap “Yah, apa sih amputasi itu? Apa karena Ayah masih sangat marah jadi tangan Pelangi harus dipotong? 

Maafkan Pelangi yah, Pelangi janji enggak akan merusak mobil ayah lagi, Pelangi sayang sama Ayah, Pelangi tidak akan nakal lagi tapi Pelangi minta agar tangan Pelangi jangan dipotong Yah. Pelangi masih mau bermain bersama Ayah dan Ibu tolong maafkan Pelangi Yah”.

Ketika mendengar ucapan tersebut, ayah dan ibu Pelangi langsung menangis dan spontan memeluk Pelangi yang terkulai lemas.

Nasi telah menjadi bubur, Pelangi harus di amputasi. Tapi akhirnya, hingga saat itu Pelangi akhirnya karena mendapatkan kasih sayang penuh dari kedua orang tua. Malang, untuk bisa di sayang Pelangi harus kehilangan kedua tangannya.” 

Pelangi janji akan membahagiakan Ayah dan Ibu walaupun Pelangi enggak punya tangan lagi, Pelangi sayang Ayah dan Ibu. Maafkan Pelangi Yah Bu, Pelangi enggak akan nakal lagi”.

--- oOo ---

Dapat satu cerita bagus lagi, ya kalau anda sering berkunjung ke situs ini memang begitu. Anda bisa leluasa mencari kisah-kisah menarik yang dihadirkan setiap hari. Dari berbagai karya yang ada anda bisa mencari mana tema yang bagus, menarik dan sesuai dengan kebutuhan dan keinginan anda.

Jadi cukup mudah bukan untuk mencari cerpen di situs ini. Sudah, sudah, kalau cerita terus kapan membacanya? Silahkan dibaca dulu ya, kalau yang di atas sudah dibaca silahkan baca juga beberapa karya lain di bagian bawah. Mudah-mudahan ada banyak karya cerpen singkat tentang ayah yang bisa anda nikmati. 

Tag : Ayah, Cerpen, Keluarga
Back To Top