Kunci Hati, Cinta Saling Percaya

Contoh cerpen pengalaman pribadi tentang cinta berikut ini berjudul “kunci hati, cinta saling percaya”. Sesuai dengan judulnya, karya cerpen ini menggambarkan sebuah kisah perjalanan cinta khususnya pengalaman yang pernah dimiliki oleh seseorang dalam hal asmara. Kisah pengalaman cinta tentu saja bukan hanya bisa menjadi hiburan tetapi bisa juga sebagai ajang untuk menimba pengalaman orang lain.

Dilihat dari judul yang diambil, cerpen ini menekankan pada satu isu yaitu mengenai kepercayaan dalam sebuah hubungan asmara. Sudah umum, dan sudah banyak yang tahu dan setuju bahwa kepercayaan memiliki peran penting untuk menjaga sebuah hubungan. Diantara dua orang kekasih memang harus ada kata saling percaya, benar begitu bukan?

Jangan anggap remeh, atau mencibir kata tersebut. Anda yang belum mengalami mungkin tidak akan terlalu peduli, namun sebuah kepercayaan akan menjadi hal yang sangat penting. Bayangkan, jika anda dan kekasih atau pasangan anda saling percaya maka tidak akan ada rasa takut yang berlebihan atas hal negatif yang bisa terjadi.

Sebaliknya, jika tidak ada rasa saling percaya dalam cinta maka yang ada akan timbul curiga, pada akhirnya tidak percaya kepada kekasih sendiri bisa berakibat buruk, fatal bagi hubungan yang sedang dibangun.

Pengalaman cinta dalam kehidupan pribadi berikut mungkin bisa membuka mata kita lebar-lebar tentang betapa pentingnya rasa saling percaya. Lalu, adakah unsur estetis yang menarik dalam kisah tersebut? Jangan lewatkan cerpen terbaru berikut ini, silahkan dibaca!

Kunci Hati, Cinta Saling Percaya
Contoh cerpen pengalaman pribadi tentang cinta

Pernah mencintai seorang perempuan, tetapi semuanya berlau. Aku memang belum berjodoh. Bukan hanya menjalani hubungan asmara dengan hanya satu saja namun ada dua wanita yang memang mempunyai cerita yang berbeda dalam perjalanan asmara dalam hidup ini.

Kekasihku yang pertama, masa pacaran begitu berwarna-warni dihiasi pelangi. Saat itu, aku sangat yakin bahwa jodohku adalah dia. Aku memperkenalkannya kepada orang tuaku, dan orang tuaku pun setuju dengan hubungan kami. Masih teringat benar ibuku berkata kepada kami,”ibu berharap kalian berjodoh”, ungkap ibuku.

Tentu saja, siapa yang tidak bahagia seperti itu. Aku merasa sangat bahagia mendapat restu orang tua. Yang lebih mengangumkan lagi orang tua kekasihku juga merestui hubungan yang kami jalani.

Hanya saja, mereka menekankan untuk terlebih dahulu menyelesaikan sekolah dulu baru setelah lulus bisa langsung menikah. Kami pun mengikuti benar apa yang di sampaikan oleh orang tua kekasihku.

Pagi itu aku dan kekasihku berjalan-jalan ke sebuah rumah makan yang tak jauh dari rumahku. Aku duduk di sebuah kursi yang tak jauh dari tempat kasir. Kekasihku tersenyum dengan manisnya dan sambil berkata,”Sayang aku harap hubungan ini bisa berlanjut sampai kita tua nanti”, ungkap kekasihku. Sementara itu aku begitu bahagia bisa melihat senyumnya yang indah.

“Aku pun demikian menginginkan hal tersebut”, ungkapku sambil mengelus rambutya.

Masih teringat benar betapa perasaanku bahagia sekali bisa memadu kasih dengan kekasihku di rumah makan tersebut. kami saling mengingatkan akan sebuah cinta yang mulai besar dan kami akan berjanji untuk bisa saling menjaga cinta  tersebut hingga akhir hayat nanti.

Hingga pada suatu ketika aku dan kekasihku datang ke sebuah acara ulang tahun teman kami. Di sana kami menjadi sorotan atas hubungan cinta yang kami bangun dan mereka mengungkapkan bahwa kami adalah pasangan paling mesra dan serasi menurut teman kami. Pujian itu sontak membuat bangga karena hubungan cinta yang kami bangun di sambut baik oleh teman kami.

Pesta ulang tahun yang kami hadiri tersebut begitu meriah. Semua tamu undangan menikmati benar acara yang disajikan. Hingga sampalah pada saat peniupan lilin, semua tamu undangan menyanyi dengan kerasnya.

Usai acara peniupan lilin para tamu undangan dipersilahkan untuk berdansa dengan pasangannya masing-masing. Sementara aku begitu bahagi bisa berdansa dengan kekasihku di acara pesta ulang tahun yang meriah ini.

Begitu indah memang kenanganku bersamanya bila mendengar cerita di atas. Tetapi kenyataannya hubunganku tidak seindah apa yang orang lain lihat setelah bertambahnya umur hubungan kami. Kami pun sering bertengkar untuk hal yang memang masih bisa di selesaikan dengan baik-baik.

Hingga pada suatu ketika pertengkaran itu mengakibatkan rusaknya hubungan kami. Aku tidak tahu kenapa bisa begitu, aku rasa ada yang memang tidak suka dengan hubungan kami sehingga melakukan fitnah dalam hubungan kami dan hingga akhirnya rusaklah hubungan kami.

Kini aku tidak bisa berbuat apa-apa karena dia tidak mau lagi mengenalku. Sudah berulang kali aku menelponya dan mengirimnya sms tetapi semuanya sia-sia. Kini aku hanya bisa mengiklaskan cintaku yang sudah rusak akibat fitnah.

Biarkan kenanganku bersamanya hanya menjadi sebuah lembaran sejarah indah semata yang tidak akan bisa terulang kembali. Inilah kisah yang indah berubah menjadi duka yang aku jalani dengan keksih pertamanku.

Berbeda cerita keksihku yang kedua meski ujung ceritanya sama dengan cerita yang pertama yaitu cerita cinta yang tragis. Kisah cintaku yang kedua ini aku jalani ketika aku sedang duduk di bangku kuliah. Kekasihku, rekan satu kelas denganku, memang mengambil prodi yang sama.

Kisah cintaku yang kedua ini juga sangat manis yang intinya tidak berbeda dengan cerita awal di atas.  Pada suatu ketika kekasihku sedang tidak berangkat karena sakit, pikiranku menjadi tidak karuan dan semangatpun berkurang. Sementara itu aku terus cemas dengan keadaan kekasihku dan tidak sedikitpun memperhatikan materi yang di sampaikan dosen.

Hingga akhirnya aku memutuskan untuk menjenguk kekasihku usai puang kuliah. Sesampainya aku di depan rumahnya aku mengetuk pintunya dan aku pun di sambut oleh orang tuanya dengan hangatnya.”Om katanya Fitri lagi sakit”, ungkapku kepada ayah dari kekasihku.
“O iya, dia lagi ada di kamar, masuk saja”, ungkap ayah kekasihku. Aku pun masuk ke kamarnya, sementara itu kekasihku sedang terbaring dengan lemasnya. Dia tersenyum ketika aku datang,”Loh emang sudah pulang apa.?”, ungkap kekasihku.

“Iya sudah, kamu sakit apa.?”, ungkapku.
“Biasa sakit kepala, tapi sudah minuk obat kok, sebentar lagi juga sudah sembuh”, ungkapnya.
“Makanya jangan suka telat makan, biar enggak sakit”, ungkapku kepadanya.
“Iy a, aku enggak telat kok, lagian aku sudah sembuh, karena kamu datang ke sini”, ungkapnya.

“Iya apa sudah sembuah, ya sudah ayo berdiri ngapain berbaring saja, katanya sudah sembuh”, ungkapku. “Hehe belum kuat”, ungkap keksihku. “Makan dulu ya, aku suapin”, ungkapku. Dia pun menganggukan kepala, dan aku pun menyuapinya hingga habis mkanan yang ada di piring.

Di kamar itu aku bercanda dan menghibur kekasihku yang sedang sakit, perasaan begitu bahagia karena sudah bisa melihatnya tersenyum, setelah tidak melihat senyumnya di kampus.

Cerita kemesraan ini masih berlanjut, hingga usia hubungan kami berumur 1 tahun. Aku pun tidak terasa waktu 1tahun ini aku lewati dengan begitu cepatnya. Namun setelah 1 tahun sifat kekasihku begitu berubah, dia egois, dan gampang marah, sehingga membuatku stres  aku dibuatnya.

Pada suatu ketika aku dan kekasihku bertengkar begitu hebat, hanya karena aku telat menjemputnya, aku pun tidak ambil pusing dan melontarkan kalimat putus kepadanya. Dan sejak saat itu hilanglah hubunganku yang sudah susah payah aku bangun dengan kesabaran. Andai saja sifat kekasihku masih seperti sifatnya yang dulu yang aku kenal, tentu kemungkinan besar hubungan ini masih ada. Tetapi aku pun tidak menyesalinya, biarkan takdir yang mengatur semuanya.

Hanya takdir yang bisa menjawab dengan siap akau berjodoh dan hanya takdirlah yang mempunyai wewenang itu semua. yang pasti akibat perlakuannya itu tentulah membuatku tidak nyaman lagi dengannya. Sehingga dengan sangat terpaksa aku harus mengakhiri hubungan ini.

Dari 2 pengalaman cinta yang aku alami bisa kita aku ambil hikmahnya. Yang mana hubungan  tentu bisa kokoh bila di jalankan dengan rasa saling percaya, saling menghargai, dan setia. Bila hubungan tidak dilandasi dengan ketiga hal tersebut maka pastilah hubungan yang akan kita jalani akan berakhir seperti kisahku, yang manis ketika di awal dan harus perih ketika di akhir.

Setiap orang tentu punya masa lalu cinta yang kurang indah dan bahagia, tetapi tetapi semua itu bisa berubah jadi indah tetapi tergantung orang tersebut yang merubahnya. Bila orang tersebut adalah orang bijak, maka dia akan menjadikan pengalaman paitnya sebagai pelajaran mendapatkan pengalaman manis.

--- oOo ---

Tag : Cerpen, Cinta, Remaja
Back To Top