Ku Jadi Pintar, Contoh Cerpen Pendidikan

Tidak usah mencari contoh cerpen tentang pendidikan di tempat lain, cerpen berjudul “Ku Jadi Pintar” berikut ini juga merupakan sebuah cerpen yang bertema pendidikan. Ini kan bukan satu-satunya, jadi koleksi cerpen yang ada akan semakin lengkap sehingga anda tidak perlu pusing mencari karya di tempat lain.

Tapi apakah ceritanya tentang pelajar atau proses belajar ya? Memang sih, meski dengan tema pendidikan tetapi kan yang namanya pendidikan itu luas bukan hanya seputar sekolah atau perguruan tinggi. Bisa juga pendidikan di rumah, di lingkungan dan lain sebagainya. Jadi pasti tambah penasaran deh kalau hanya membaca judulnya saja.

Cerita-cerita dengan tema seperti ini dibuat secara khusus untuk rekan remaja. Harapannya adalah kisah yang diangkat bisa menjadi bahan renungan dan pembelajaran untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Tapi harap maklum, dari sekian banyak cerita tentu saja ada yang sangat bagus, bagus dan mungkin ada yang kurang bagus.

Tapi paling tidak kan ada banyak pilihan, jadi bisa bebas memilih. Oh iya, kalau rekan semua mempunya cerita bagus juga bisa mengirimkan cerita itu ke situs ini. Caranya tingal di kirim melalui halaman pengiriman cerita. Dengan begitu ada banyak orang yang bisa ikut menikmati kisah yang kita miliki. Ya sudah sekarang kita baca dulu ceritanya berikut.

Ku Jadi Pintar
Contoh Cerpen tema Pendidikan

Sebut saja namaku Ardi aku adalah murid sekolah menengah atas di Jawa barat. Saat ini aku baru menginjak kelas 10 SMA, baru 2 bulan aku menjalaninya. Kehidupanku menjadi siswa SMA lebih menyenangkan dibanding pada saat aku sedang duduk di SMP. Kehidupan SMP ku cendrung kurang berkesan, karena aku tidak mendapatkan prestasi yang bagus.

Awalku duduk di bangku SMP aku bertemu dengan anak-anak yang kurang akan motivasi belajar. Al hasil hal tersebut mempengaruhiku dalam menuntut ilmu di tempat tersebut. mungkin kurangnya sarana dan prasarana yang didukung secara baik, membuat kurangnya motivasi belajar kepada siswa.

Pernah pada suatu ketika aku diajak bolos oleh Bambang yang merupakan teman sekelasku. Bambang berkata,”Di, bolos yok bareng anak-anak”. Aku agak berpikir-pikir karena aku pun belum pernah sama sekali membolos. Aku pun menjawab,”Emang gak dimarahin apa”, ungkapku berusaha menolak.

Bambang pun menghampiriku dan berkata,”Gak bakal yang ada marahin kamu, abis ini pelajarannya pak Yanto, kamu kan tahu sendiri pak Yanto guru paling kalem dan gak bisa marah”, uangkap Bambang. Aku pun terus berpikir dan berkata dalam hati,”Sayang banged ya kalau bolos”.

Bambang,”Mau tidak, wah gak asik lah,!!!!”, ungkap Bambang terus mendesaku. Karena merasa tidak enak hati denga Bambang aku pun menyanggupinya,”Iya deh aku ikut kamu”.

Sejak saat itu budaya bolos sering aku lakukan, yang tak lain karena pengaruh dari pada teman-teman sekolahku. Namun meski  demikian aku dan teman-temanku bisa lulus sekolah meskipun menjalani sekolah sebagai siswa yang nakal. Usai pengumuman kelulusan aku memutuskan melanjutkan sekolah keluar kota. Aku tidak mau masa SMA ku seperti masa SMP ku.

Kehidupan masa SMA sudah kujalani disitu aku begitu bahagia dan seolah bertemu dengan duniaku sendiri. Aku berkenalan dengan orang-orang luar biasa dan yang mempunyai motivasi sangat tinggi. Disini aku mulai semangat belajar lagi aku menghilangkan semua kebudayaan yang pernah ku pakai, dari mulai bolos, mencontek.

Satu yang ingin ku capai saat ini yaitu mendapatkan juara 1 untuk membanggakan orang tuaku. Karena sadar selama ini aku belum bisa membanggakan orangtuaku. Jalan untuk mencapai tujuan tersebut tentu saja berusaha dengan keras. Hari demi hari kulalui dengan memahami subtansi dari pada buku, aku hanya yakin dengan membaca bukulah aku bisa menjadi juara.

Pernah pada suatu ketika teman mengajaku bermain dan aku berkata,”Maaf, aku banyak urusan dirumah”. Bagiku ini bukan waktunya main-main, karena aku sudah kapok dengan pengalamanku dimasa SMP. Setiap hari aku meluangkan waktu 5 jam untuk membaca buku.

Hingga akhirnya datanglah ujian kenaikan kelas, berbeda dengan aku yang dahulu yang selalu mempersiapkan contekan sebelum mengerjakan ujian. Kali ini soal ku garap dengan penuh kepercayaan diri.

Tibalah kami para murid sudah duduk rapi berjejer, sang guru pun datang menyapa kami para murid,”Bagaimana..? sudah siap mengerjakan soal..?”, kami para murid menjawab,”Siap pak guru”.

Guru pun berkata,” Ya sudah silahkan berdoa terlebih dahulu sebelum mengerjakan soal. Kami pun menundukan kepala sejenak untuk memohon kepada tuhan. Setelah itu guru membagi lembar soal dan jawaban kepada siswa satu persatu.

Aku pun bahagia sekali apa yang aku pelajari masuk kedalam soal yang saat ini hendak aku kerjakan. Dengan demikian aku bisa dengan mudah mengerjakannya. Hanya membutuhkan waktu 30 menit saja aku sudah selesai mengerjakan soal tersebut. Sementara guru memberikan waktu 1 jam.

Karena sudah selesai aku pun keluar, teman-temanku takjub melihatku yang sudah selesai mengerjakan soal.

Pak Guru,”Kamu sudah selesai DI..?”.
Aku,”Sudah pak”. Sambil meletakkan lembar jawaban dan soal di meja guru. Setelah itu aku pun keluar dari ruangan kelas.

Ujian kenaikan kelas terasa begitu ringan, karena aku sudah mempersiapkannya dengan matang. Usai selesainya ujian kenaikan kelas kini tinggal melihat hasil atau nilainya yang kebetulan sudah keluar. Aku pun melihat nilainya dengan teman-teman se-kelasku. 

Aku bahagia karena aku mendapatkan peringkat pertama dalam ujian ini dan nilaiku merupakan nilai paling tinggi diantara teman-temanku.

Aku bangga dengan diriku sendiri dan tidak menyangka akan mendapatkan peringkat pertama. Semua memang harus ditempuh dengan kerja keras, seperti yang saat ini kulakukan aku bisa mendapatkan nilai sebesai tidak lain adalah dengan kerja keras.

--- oOo ---

Kadang letih juga ya membaca cerpen, apalagi kalau cerpennya banyak tidak hanya satu dua. Bersyukur kita bisa menemukan situs ini, disini ada banyak sekali karya cerpen sederhana yang dibuat khusus untuk belajar. Mudah-mudahan apa yang disuguhkan di situs ini bisa bermanfaat bagi seluruh pengunjung.

Kali ini sampai disini saja, silahkan dilanjut dengan beberapa cerpen tentang pendidikan lainnya dibagian bawah. Jangan lupa, besok juga masih ada cerpen baru lain yang akan dibagikan jadi jangan sampai ketinggalan ya. Itu saja, selamat membaca cerita menarik tersebut, salam hangat dari kami pengelola.

Back To Top