Dua Pilihan yang Sulit, Cerita Pendek Kehidupan

Contoh cerita pendek tentang kehidupan berikut ini berjudul “Dua Pilihan yang Sulit”. Pilihan yang sama – sama bermakna, sama berartinya, sama kuatnya tentu akan membuat seseorang akan kesulitan dalam menentukan mana yang akan dipilih. Begitulah gambaran singkat yang akan kita dapatkan dalam karya cerpen tentang kehidupan ini.


Tapi semua tergantung pilihan seperti apa, dalam karya ini kita juga tidak bisa menerka bagaimana alur cerita yang akan disuguhkan oleh penulis. Yang pasti, kisah yang angkat adalah kisah yang terinspirasi dengan kehidupan manusia. Maka jelas kita bisa mengambil hikmah dan pelajaran atas apa yang diceritakan.

Dalam cerpen berikut kita akan melihat sisi kesederhanaan yang tampak dari bahasa yang digunakan. Penggunaan bahasa sehari-hari yang mudah dimengerti membuat karya ini cocok untuk rekan pelajar atau anak sekolah.

Namun meski menggunakan gaya bahasa yang sederhana tapi cerpen kehidupan ini tidak kehilangan makna. Dan yang terpenting kita bisa menggunakan karya ini sebagai bahan hiburan sekaligus bahan belajar. Dengan lebih banyak bahan belajar maka kita bisa menyeleksi mana yang paling sesuai dengan keinginan dan kebutuhan.

Dua Pilihan yang Sulit

Aku Rangga, di usia yang sudah menginjak 27 tahun ini aku gelisah karena belum jua membina hubungan rumah tangga. Memang bukan karena tanpa sebab hingga kini aku belum berkeluarga. Aku mencintai 2 orang sekaligus, keduanya mencintaiku dan sama-sama menjanjikan kesetiaan.

Gadis yang pertama bernama Reni, dia adalah teman satu angkatan denganku selama duduk dibangku kuliah. Sedangkan yang satunya adalah Anggun, dia adalah adik kelasku. Reni memang sudah lama dekat denganku dan aku juga mengaguminya karena dia cantik dan sholehah.

Sementara disisi lain aku juga mencintai Anggun karena orangnya cantik dan asyik. Pada Sabtu siang aku jalan dengan Reni, sekedar mengunjungi teman satu angkatan kami. Aku merasa tenang bisa ada di dekat Reni. Sepanjang perjalanan kami menghabiskan waktu dengan mengobrol.

Aku,”Ren, aku seneng bisa jalan sama kamu”.
Reni,”Emmm masa si”. Ungkap Reni sambil meledek-ku.
Aku,”Iya dong, emang kamu gak seneng ya jalan sama aku”.
Reni,”Emm gimana ya, enggak hehehe”. Meledek.

Aku pun menghentikan laju sepeda motorku,”Apa?, bilang apa tadi?”.
Reni,”Enggak seneng hehe”.
Aku pun berkata,”Ya udah lah aku putar balik aja lagi”.
Reni,”Kok puter balik?”.

Aku,”Iya katanya kamu gak seneng jalan sama aku?”.
Reni,”Emb bercanda kok, jangan dibikin serius dong pak, aku kan Cuma bercanda hehe, aku seneng jalan sama kamu kok”.

Aku,”kirain kamu gak seneng jalan sama aku,”Sambil mengegas lagi sepeda motor.
Tak lama kemudian aku sampai dirumah temanku, kami disambut baik karena sudah lama memang tidak pernah main. Setelah bertamu cukup lama aku dan Renipun pulan karena hari sudah sore, kami pun sudah lelah.

Keesokannya aku jalan dengan Anggun, tidak jauh berbeda dengan ketika jalan dengan Reni, aku pun merasa nyaman ketika jalan dengan Anggun. Aku pun berjalan-jalan ketempat wisata yang tidak jauh dari tempat tinggalku.

Aku,”Nggun kamu sudah ijin belum sama ornag tuamu?”.
Anggun,”Iya udah kok kak”.
Aku,”Aku seneng bisa jalan sama kamu nggun”.
Anggun,”Apa kaka seneng sama aku? hehehe”. Meledek.

Aku,”Heee kumat ini bolotnya, cantik-cantik bolot,”.
Anggun,”Heheh gak papa yang penting cantik”.
Aku,”Tapi bener lo nggun aku seneng bisa jalan sama kamu”.
Anggun,”Aku juga seneng kok bisa jalan sama kakak”.

Selain dengan Reni aku memang sangat  dekat dengan Anggun. Baik Reni maupn anggun sering memberikan sebuah sinyal atau pun tanda-tanda bahwa dia juga mencintaiku. Namun Anggun maupun Reni gengsi untuk menyatakan perasaanya, aku pun memahami karena mereka adalah seorang perempuan.

Namun sejauh ini aku belum bisa memberikan sebuah keputusan siapakan yang berhak untuk menjadi kekasih sejatiku. Karena aku menilai keduanya cantik dan menarik dan aku pun mencintai keduanya dan sangat sulit untuk memilih salah satu. Untuk sementara ini aku hanya bisa dekat dengan mereka sebagai teman dekat bukan sebagai pacar.

Baik Reni maupun Anggun, mereka berdua belum saling mengenal meskipun dulunya merupakan satu sekolah di SMA. Namun setelah kuliah dia tidak satu kampus lagi. Aku pun merahasikan kedekatanku dengan Reni kepada anggun, begitu juga sebaliknya, aku merahasikan kedekatanku dengan anggun kepada Reni.

Semua itu aku lakukan karena aku ingin menjalani hubungan tanpa status dengan 2 gadis ini, sampai aku benar-benar bisa berpikir dan memutuskan siap yang layak untuk menjadi pendampingku. Memang tidak gampang mengambil keputusan tersebut, terlebih aku melihat kedua gadis tersebut sama-sama mencintaiku. Hanya waktu yang bisa menentukan pilihan sulit tersebut dikemudian hari.

--- oOo ---

Baik, buruk, disukai atau tidak yang namanya pilihan memang harus dipelajari dan dipertimbangkan dengan baik. Jangan hanya berbekal perasaan tapi jangan pula hanya memandang perhitungan semata. Kita tentu bisa mengkombinasikan hal terbaik yang bisa kita lihat dari sesuatu yang akan dipilih.

Akhirnya, sekarang giliran kita untuk melihat beberapa contoh cerpen lain yang sudah disiapkan oleh pengelola situs. Beberapa judul yang ada dibawah mungkin bisa menjadi pilihan. Atau bisa juga langsung kita cari saja dibagian kategori cerita atau melalui kotak penelusuran situs. Sekarang lebih baik kita cari lagi beberapa cerita menarik lainnya.

Tag : Cerpen, Kehidupan
Back To Top