Contoh Cerpen Islami, Insya Allah

Contoh cerpen tema islami adalah cerpen yang bernuansa religius keagamaan. Cerpen ini meski tidak semua tentang ibadah tetapi ada nuansa kental tentang hubungan manusia dengan sang pencipta. Biasanya karya seperti ini lebih banyak mengandung nasehat, pesan atau contoh dan teladan yang bisa digunakan dalam menjalani hidup.


Cerpen berjudul “insya allah” ini misalnya, mengangkat tentang rasa syukur atau ungkapan terima kasih yang dilakukan manusia kepada sang pencipta. Semoga saja kisah tersebut bisa mendekatkan hati dan pikiran kita kepada Alloh SWT.

Ini adalah karya yang kesekian dari permintaan yang masuk ke kami. Karya ini dipesan atau diminta oleh salah satu pembaca yang bernama Muftiah. 

Rekan kita ini masih pelajar di salah satu sekolah menengah. Ia sering membaca cerpen untuk mengisi dan menghabiskan waktu luang. Sebelum lupa, rekan juga bisa mencari banyak cerpen agama, misalnya sebagai berikut!

7) Cerpen bertema istighfar
8) Cerpen yang layak dibaca
9) Cerpen islamiah
10) Judul cerpen islami

Beberapa teman di sekolahnya juga sangat hobi dengan cerpen. Nah, kebetulan kali ini mereka sedang senang untuk membaca cerita-cerita sederhana yang bernuansa agama. Maka dari itu mereka mencari cerpen karangan sendiri yang ada di situs kita ini. Mungkin karya yang ada masih sangat sedikit hingga akhirnya teman kita itu meminta cerpen terbaru.

Untuk memenuhi permintaan itulah cerpen agama berikut dibuat. Selain itu juga tentunya untuk lebih melengkapi lagi karya-karya yang sudah ada disini sehingga bisa lebih banyak dan lebih lengkap. Buat rekan lain yang ingin mencari cerita-cerita seperti ini tidak perlu sungkan. Jika memang sangat mendesak bisa juga request cerpen disini.

Insya Allah
Contoh Cerpen Islami

Di pagi itu aku hendak sholat Idul fitri dengan keluargaku, aku melihat pemuda yang begitu sholeh dan tampan yang juga hendak sholat berjama'ah di masjid. Se-lintas pria tampan tersebut begitu tampan dan membuatkan terkadang tidak bisa mengendalikan pandanganku. 

Tuhan maafkan aku tentang apa yang aku lihat. Aku selalu meminta maaf dengan tuhan tentang apa yang aku lihat, aku tidak mau mendapatkan akibatnya di akhirat kelak.

Suasana masjid begitu ramai dan aku pun duduk di tengah-tengah umat muslim yang sedang berbahagia. Sementara pemuda yang kulihat tadi ada  di saff para kaum laki-laki. Khotbah dijalankan oleh petugas khotbah dengan penuh semangat menyambut datangnya hari kemenangan.

Usai Sholat Idul Fitri selesai, aku dan keluargaku pulang, untuk makan dan kemudian bersilatuhrahmi dengan para tetangga. Aku makan dengan ayah dan ibuku, makan begitu indah karena sudah 2 tahun aku tidak pernah makan bersama dengan orang tuaku. Lebaran ini aku pulang setelah 2 tahun mondok di pesantren.

Usai makan aku pun meminta maaf lahir batin kepada orang tuaku. Aku menitikkan air mata ketika aku mencium tangan mereka, karena teringat dosa yang pernah aku lakukan. Namun alhamdulillah aku sudah menjadi orang yang lebih baik berkat doa kedua orang tuaku.

“Vera, kamu siap-siap sayang, kita mau ke tempat tetangga sebelah, kamu ikut”, ungkap ibuku.
“Iya bu”, ungkapku. Setelah selesai aku pun mengunjungi tetanggaku dengan kedua orang tuaku. “Assalamualaikum”, ungkap ayahku.

Tiba-tiba seorang pemuda datang keluar aku pun kaget,”Bukannya itu pemuda yang aku lihat tadi di masjid”, ungkap hati kecil.

“Wah masuk pak, entar saya panggilkan ayah dulu”, ungkap pemuda tersebut dan masuk.
Kami pun masuk dan menanti kedatangan orang tua pemuda tersebut.

Aku baru tahu, ternyata pemuda tersebut adalah baru tinggal di sini, pantas saja bila aku tidak mengenalnya. Tak lama kemudian orang tua pemuda tersebut pun datang, dan kami pun saling berjabat tangan dan memohon ampun.

“Ini anak bapak..?”, ungkap orang tua pemuda tersebut.
“Iya ini anak saya namanya Vera”, ungkap ayahku.

“Wah cantik ya, ini juga anak saya namanya bagus”, ungkap orang tua pemuda tersebut sambil memegang bahu pemuda tersebut.
“Wah ganteng ya”, ungkap ayahku.

Aku dan keluargaku serta keluarga pemuda tersebut mengobrol dan bertukar pengalaman. Kami begitu akrabnya saling bercanda tawa dan meledek satu sama lain. 

Pertemuan tersebut nampaknya membuat aku mempunyai kekaguman lebih kepada pemuda tersebut. Namun aku tentu tidak berbuat apa-apa, Insyaallah bila memang dia jodohku dia akan bersamaku kelak.

--- oOo ---

Beberapa karya terdahulu masih jauh dari lengkap tapi dengan tambahan yang ini kan lumayan. Sekedar mengingatkan saja, bagi rekan yang sudah membaca kisah di atas juga masih bisa menemukan karya-karya lain. 

Beberapa karya cerpen lain yang sudah dibagikan misalnya contoh cerpen islami beserta unsur intrinsiknya.

Selain itu tentu masih banyak lagi lainnya. Rekan tinggal mencarinya saja di bagian pencarian. Ya sudah, anda bisa melanjutkan membaca cerita menarik lain yang ada. 

Jangan lupa untuk membagikan juga karya ini kepada teman-teman lain yang membutuhkan. Terima kasih atas waktu dan perhatiannya, semoga berkenan dengan karya di atas.

Tag : Cerpen, Religi
Back To Top