Cerpen tentang Taubat, Surga yang Tak Dirindukan

Menulis sebuah cerpen tentang taubat bisa menjadi obat jiwa yang gersang bagi penulis. Selain menuangkan ide dalam sebuah cerita, dengan karya seperti ini penulis juga bisa memberikan nasehat dan berbagi pengalaman kepada pembaca secara luas. Contohnya saja pengarang cerpen berjudul “surga yang tak dirindukan” berikut.


Cerpen dengan tema taubat seperti ini jelas akan mampu mengingatkan seseorang akan dosa atau kesalahan yang pernah dilakukan. Atau paling tidak, dalam beberapa detik biasanya orang akan tertegun, berpikir atau terlarut dalam nuansa kejadian yang dihadirkan. Mungkin saja, hal seperti itu menjadi tujuan utama pengarang selain memberikan sarana hiburan.

Melalui karya cerpen karangan sendiri berikut, pembaca bisa belajar bagaimana menuangkan ide, gagasan dan pikiran kedalam sebuah karangan. Tentu kita tahu bahwa menuangkan pikiran kedalam sebuah tulisan itu tidak mudah, tidak semua orang mampu. Maka dari itu sebagai generasi muda tidak salah jika kita mengamati karya ini sebagai contoh.

Siapa tahu diantara sekian banyak pembaca ada salah satu yang memiliki bakat tersembunyi menjadi seorang cerpenis atau bahkan penulis novel profesional. Membaca karya sederhana yang jauh dari bagus dan sempurna mungkin bisa menjadi awal yang baik. Sekarang mari kita lihat bagaimana pengarang menuangkan idenya pada cerpen berikut.

Surga yang Tak Dirindukan
Cerpen tentang Taubat

Malam ini adalah malam yang begitu indah, karena aku mearasa sangat dekat dengan sang pencipta. Tuhan seolah sedang duduk di samping bersamaku, dan perasaanku begitu damai dan tenang ketika aku merasakan tuhan ada di sampingku.

Aku tidak habis pikir dengan hidupku yang gelap dulu, aku sering sekali melakukan kejahatan dan maksiat. Jangankan merasakan kedekatan dengan tuhan seperti yang aku alami sekarang, mendengar suara adzan saja aku tidak mau. Aku lebih memilih untuk mendengarkan musik metal dan lagu keras lainya.

Aku sangat berbahagia bisa kembali ke jalan yang benar dan jalan yang dikehendakinya. Bapak ustad Romlilah yang menuntunku bisa kembali ke jalan yang benar, beliau tidak pernah lelah untuk menegurku dan mengingatkanku agar berpindah ke jalan yang benar. Awalanya aku menentang pikiran dari pada ustad Romli, tetapi lama kelamaan hatiku luluh dan hingga akhirnya aku bisa kembali ke jalan Allah.

Padahal aku pun sering mengabaikan apa perkataannya dan sering menertawakannya ketika beliau sedang memberikanku sebuah pencerahan kepadaku, namun beliau hanya membalasnya dengan hati yang sangat lapang. Begitu besar dan mulia hati ustad Romli ini, sehingga aku pun luluh ketika melihat kebesarannya.

Pada suatu hari aku sedang berpesta minuman keras dengan teman-temanku sambil bermain kartu. Sementara itu aku melihat ustad Romli yang hendak berjalan ke masjid. Dengan santainya dia berjalan dan hampir sampai di hadapanku. Pak Romli berhenti sejenak dan mengingatkanku,”Mas sudah adzan, mari ke masjid untuk sholat berjamaah”, ungkap pak ustad dengan pelannya dan tersenyum.

Sementara aku dan teman-temanku menertawakannya dan berkata,”Apa si pak, ganggu aja, kalau mau sholat tinggal sholat.!, gak usah ajak-ajak kami, kami sedang asik bermain kartu”.
“Asstahfirullahall adzim”, ungkap ustad Romli lalu pergi.

Pada hari berikutnya pak ustad Romli mengajaku kembali untuk solat di masjid, namun seperti biasa aku hanya mencelanya dan menertawakannya. Diapun tetap sabar dan tabah dan menghilangkan amarah di hatinya.

Pada suatu malam dan aku tertidur , aku bermimpi begitu buruknya hingga akhirnya aku terbangun dengan menangis. Aku bermimpi dikejar-kejar sosok misterius yang mengancamku untuk bertoubat, aku pun tidak mau, lalu sosok tersebut menyeretku dan hendak memasukanku ke lubang neraka yang begitu panas. Mimpi tersebut sangat menyeramkan dan hingga akhirnya membuatku sadar.

Keesokan harinya aku menemui ustad Romli dan memintanya untuk menuntunku kembali ke jalan yang benar. Aku beruntung meski akusering menyakitinya, tetapi beliau masih berkenan untuk menuntunku ke jalan yang benar. Kini aku bahagia karena kembali ke jalan yang benar dan sudah ingat akan surga yang dulu aku lupakan.

--- oOo ---

Jadi terbayang, bagaimana senangnya jika tiba-tiba tanpa diduga kita mendapatkan kebahagiaan tertentu, bagaimana bahagianya ya? Surga disini mungkin saja bisa diartikan lebih luas seperti kebahagiaan dan kemuliaan yang bisa didapat oleh seseorang di dunia ini. Mungkin, tapi berdasarkan cerita di atas tentu pembaca bisa menafsirkan sendiri.

Sudah, selesai membaca satu karya. Kami ucapkan banyak terima kasih banyak kepada pembaca semua yang telah setia menjadikan website ini sebagai rujukan pertama. Mudah-mudahan kami bisa menjadi teman sekaligus rekan bagi pecinta cerpen semua. 

Tag : Cerpen, Religi
Back To Top