Cerpen tentang Kesetiaan, Janji Suci

Mau cerpen tentang kesetiaan, tenang karena ini ada lagi satu judul yang cukup bagus yaitu “janji suci”. Karya tema cinta kali ini cukup pendek dan pasti tidak akan membuat anda bosan dan malas membacanya. Terlebih lagi kisah yang diangkat juga berbeda dari yang lain, menarik dan segar.

Kata “Janji” memang sering langsung dikaitkan dengan kebohongan tetapi jika berdampingan dengan kata “suci” akan menimbulkan kesan yang lebih bermakna. Sebuah janji suci tentu merupakan ikrar yang diucapkan dengan tulus dari lubuk hati yang paling dalam. Dan yang terpenting, ikrar tersebut akan beriring dengan usaha keras untuk diwujudkan.

Sebuah janji seperti ini adalah ikrar yang dijaga dan dipelihara oleh seorang kekasih. Betapa bahagianya kita memiliki kekasih seperti itu. Kami tidak akan menceritakan bagaimana kisah dalam cerpen kali ini. Tugas anda sebagai penikmat cerpen untuk membaca dan mengambil manfaat dari karya tersebut.

Kalau yang ingin tahu gambaran kisah selengkapnya bisa melihat dari judulnya saja. Karena sebuah judul biasanya akan merefleksikan apa yang akan diceritakan. Kalau berbeda dari perkiraan maka itu sebuah kejutan dan mungkin saja bisa menambah kesan menarik untuk ceritanya.

Janji Suci
Cerpen tentang Kesetiaan

Malam gemerlap dipenuhi dengan bintang yang begitu indah. Entah berapa bintang yang menghiasi malam tersebut, tak terhitung. Yang pasti keindahan bintang tersebut mengingatkan orang yang aku sayang. Dia kekasihku, pujaan hatiku dan yang selalu hadir dalam mimpiku.

Karena keindahan bintang, aku mengambil ponsel dikantong celana agar bisa sedikit mengobati rasa kangen.

“Halo sayang”, ungkapku tersenyum melihat bintang. “Iya sayang”, jawab sang kekasih. “Lagi apa sayang ?”, ucapku ingin tahu apa gerangan yang sedang ia lakukan, siapa tahu saja dia lagi berduaan dengan orang lain, gawat.

“Aku termenung memikirkanmu”, jawab sang kekasih. “Keluarlah dan lihat bintang yang begitu indah bertaburan di langit”, ungkapku dengan nada perintah. “Tapi di luar dingin”, jawabnya manja seolah tak mau beranjak dari tempatnya, yang entah seperti apa.

“Hanya dengan itu kau bisa mengobati rasa kangenmu, karena aku pun sedang di luar rumah sekarang, memandangi indah wajahmu di bintang-bintang”, ungkapku.

“Ya sudah aku keluar kok, tapi di langit pun aku tidak bisa melihatmu”. Ungkap sang kekasih.
“Pejamkan matamu, lalu tarik napas dalam, bayangkan wajahku sejenak lalu hembuskan”, ia pun mengikuti apa yang aku katakan.

“Buka mata lalu melihatlah ke langit”, ungkapku memberikan instruksi lebih lanjut padanya. “Wah benar aku melihat bayanganmu di langit”, ungkap sang kekasih dengan riang.

“Aku pun demikian, wajahmu begitu cantik di permukaan langit, bahkan bintang kalah cantik dengan wajahmu”, ungkapku.

“Ihh gombal banget si kamu hehe”, ungkap sang kekasih.
“Aku ingin cinta kita seperti bintang, yang sealalu ada hingga akhir hayat”, ungkapku.
“Aku pun berharap jauh dari itu, aku berharap hubungan kita akan selalu ada hingga akhir hayat, bahkan ketika raga kita tak mampu lagi bertahan”.

Suaranya yang lembut terdengar lebih berat kali ini, ia tampak begitu serius mengucapkan kalimat terakhir itu, aku pun merasakan hal itu. “Aku akan selamanya menjadikan engkau penerang hidupku, aku tak akan pernah berpaling, itulah janjiku sayang”, ucapku padanya dengan nada yang dalam.

“Sungguh, benarkah kau tidak menyesal mengucapkan hal itu? Bagaimana jika terjadi sesuatu denganku, misalnya jika aku kehilangan kewarasan, apa kamu akan selalu ada didekatku, setia?”, ucapnya seolah ingin mengetahui sedalam mana hatiku.

“Kamu tidak akan mampu mengukur dalamnya hatiku sayang, tapi aku pastikan sedalam apapun itu engkaulah pemiliknya. Aku pastikan ini tidak akan berubah, meski bencana menimpa, akan kupersembahkan cinta suci ini hanya untukmu”, ucapku tegas.

“Aku benar-benar bahagia mendengarnya, terima kasih sayang…”, ucapnya lagi. Tidak terasa karena saking asiknya aku dan kekasihku melepas rindu, malam sudah menunjukan jam 12 malam. Sementara aku belum sama sekali mengantuk dan masih tetap betah untuk mengobrol dengan kekasihku.

“Sayang, sudah dulu ya, hari sudah malam, aku engak enak sama orang tua kamu, malam-malam telfon”, ungkapku. “Iya sudah, iya, aku juga pingin tidur karena besok mau bangun pagi”.

Aku pun mematikan telfon, aku bahagia bisa mendengar suara kekasihku. aku harap hingga akhir hayat aku masih bisa mendengar suara kekasihku. Dan janji suci cinta kami, akan kami ucapakan dipernikahan kami.

--- oOo ---

Tak bisa dipungkiri memang bahwa kebanyakan janji suci akan langsung dikaitkan dengan seseorang yang setia. Namun kadang kalau kita berbicara tentang kisah dalam cerpen maka hal itu bisa saja diangkat dari sisi yang berbeda, misalnya pengkhianatan janji yang telah diucapkan kepada seorang kekasih.

Tidak hanya berkaitan pada seorang pria atau wanita saja, keduanya bisa sama-sama memiliki potensi untuk janji setia atau justru sebaliknya. Ya, mudah-mudahan apa yang kita alami adalah hal terindah dari sebuah cinta kasih dengan pasangan. Semoga bisa menjadi inspirasi dan pembelajaran bagi kita semua, salam.

Tag : Cerpen, Cinta
Back To Top