Cerpen Pacar Khayalan, Kamu Yang Kutunggu

Cerpen tentang pacar khayalan juga merupakan salah satu karya yang cukup menarik. Sering mungkin, kita berkhayal memiliki seorang kekasih yang super sempurna. Apalagi di masa-masa kita baru pertama mengenal cinta, seolah sangat haus dengan kasih sayang, kita akan berusaha menemukan seseorang yang sempurna. Sampai-sampai sering berkhayal dalam mimpi.

Bagaimana rasanya berkhayal? Indah, menyenangkan dan tentu saja bisa membuat kita tertawa atau bahkan membuat kita bahagia. Tapi itu sementara, khayalan sama halnya dengan mimpi, akan hilang ketika anda terbangun. Maka, jika anda ingin mimpi anda tetap ada maka jangan pernah bangun dari tidur anda, tidak mungkin bukan?

Sama saja dengan khayalan, sesuatu yang tidak nyata, hanya sebuah ilusi yang akan menyesatkan rasa, hati dan pikiran. Tapi apakah tidak ada artinya sama sekali, apakah pacar khayalan juga sesuatu yang mustahil?

Tidak selalu begitu, kadang kala mungkin ada seseorang yang akan sangat terkejut, mendapati pacar khayalan yang berdiri tegak dihadapan mata. Mimpi menjadi kenyataan, pacar khayalan yang dipertemukan, sebuah kisah yang sangat menyentuh bukan? Tapi belum tentu dengan cerita pada cerpen berikut.

Belum tentu, untuk mengetahui bagaimana kisah dalam cerpen ini anda harus membacanya sendiri. Anda harus mengikuti cerita ini sampai habis, agar anda tidak menyesal tentunya. Jangan khawatir, cerita ini juga untuk hiburan, dan itu boleh-boleh saja dibaca ketika anda memiliki waktu luang, silahkan.

Kamu Yang Kutunggu

Sebut saja namaku Bagas, aku sedang merindukan gadis yang merupakan kakak kelasku. Di sekolah gadis tersebut merupakan ketua osis disekolahan kami. Dia terpilih menjadi ketua osis setelah melewati seleksi ketat dan bersaing dengan 5 calon osis yang lain. Satu hal yang membuatku jatuh cinta dengannya karena dia cantik, pintar, dan ramah.

Sebagai penggemar setianya aku mengoleksi banyak potonya yang kuambil dengan kamera ponselku tanpa sepengetahuannya. Di sekolah aku memang orang yang selalu memantau kesehariannya. Sehingga aku pun tahu jadwal kegiatannya di sekolah.

Pada suatu ketika aku sedang di kelas mengikuti pelajaran dari guru matematika kami. Tiba-tiba aku terfikirkan Indri yang merupakan ketua osis tersebut. Aku berkata dalam hati,”Jam istirahat, pasti Indri lagi di ruangan osis sama teman-temannya”. Tak lama kemudia bel istirahatpun berbunyi, aku pun keluar dari kelas.

Temanku,”Ke kantin yok”.
Aku,”Enggak lah, aku ada urusan”.
Temanku,”Urusan apa si kaya orang penting aja”.
Aku,”Rahasia dong, sudah duluan sana “.

Aku pun beranjak pergi menuju ruangan osis dan mengintip Indri yang sedang makan. Meski aku sangat mengagumi Indri namun aku tidak berani untuk terus terang, bahkan aku pun jarang tidak pernah mengobrol dengannya. Namun entah apa yang membuatku mengaguminya sehingga aku begitu bahagia ketika aku membayangkan wajahnya.  

Disaat aku sedang mengintip Indri yang sedang makan tiba-tiba temanku datang dan memegang pundaku, aku pun terkejut.

Aku,”Ngagetin aja si kamu”.
Temanku,”Hayo ngintipin sapa si kamu ?”.
Aku,”Ah ganggu aja si, udah sana pergi”.
Temanku,”Oh aku tahu, kamu ngintip Indri kan, udah samperin ajakin kenalan”.
Aku,”Aku enggak berani”.

Temanku,”Enggak berani kenapa ?”.
Aku,”Takut dimarah”.
Temanku,”Dimarah siapa ?”.
Aku,”Indri”.
Temanku,”Ya sudah biar aku yang ngomong”.

Aku,”Heh jangan”.
Temanku,”Apa si kenalan aja enggak berani”.

Temanku pun akhirnya menghampiri Indri dan berkata,”Kak maaf ganggu, teman saya ada yang mau kenalan”.

Indri,”Mana ?”.
Temanku,”Itu diluar”.

Sementara temanku dan Indri sedang mengobrol aku pun berlari menjauh dari tempat tersebut karena saking groginya.
Indri,”Suruh masuk dong”.

Aku pun masuk dengan temanku, kami berkenalan dengan Indri dan temannya. Temannya yang kebetulan satu angkatan dengan Indri terkesan begitu genit denganku. Bahkan temanku berkata,”Kayaknya temannya Indri suka sama kamu hehe”.

Aku,”Tau tu, padahal aku kan ngincer Indri”. Aku dan temanku bercakap-cakap sambil berbisik.

Usai perkenalan aku dan temanku kembali ke kelas, karena jam istirahat sudah habis. Pada siangnya aku pulan ke rumah, sesampainya aku di rumah aku melihat ponselku ada sebuah sms yang berisi pesan,”Hay lagi apa ?, ini Reni temannya Indri”, aku pun syok dan berkata dalam hati,”Aduh kenapa Reni si yang smsm, bukan Indri”. Aku pun mengabaikan sms tersebut.

Hingga akhirnya 5 bulan kemudian setelah perkenalanku dengan Indri, aku mendengar kabar bahwa Indri sudah mempunyai pacar. Hancur sudah harapanku, namun meski demikian aku akan selalu menunggu Indri, karena Indri begitu berharga. Aku tetap akan menunggu dia putus dengan pacarnya.

--- oOo ---

Bagaimana, apakah ceritanya bagus dan menarik menurut anda? Anda bisa berkomentar sekarang karena telah memaca cerpen di atas. Tapi jangan beranjak dulu, masih ada beberapa cerpen cinta yang sudah menunggu antrian untuk anda baca. Kami sudah menyiapkan beberapa cerita menarik lain dibagian bawah.

Jangan menyesal ya, kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk terus menambah koleksi cerita yang sudah ada di sini. Kami ingin anda semua bisa mendapatkan banyak hiburan dari kisah-kisah yang ada. Kami juga ingin ada banyak hikmah dan pelajaran berharga yang dapat direnungkan dari berbagai karangan tersebut. Ya sudah, silahkan dilanjutkan.

Tag : Cerpen, Cinta
Back To Top