Cerpen Cinta Sejati Romantis, Suci dalam Debu

Cerpen cinta sejati yang romantis tentu juga menarik untuk diikuti. Bagaimana, anda siap membaca kisah cinta yang akan membuat anda panas dingin? Sudah banyak sih sebenarnya tema-tema seperti ini, apalagi kalau anda sering berkunjung ke situs ini, pasti sudah membaca banyak ceritanya. 



Untuk yang baru tahu situs ini sebaiknya ingat-ingat nama situs-nya agar nanti tidak menyesal. Ya, cerpen cinta berjudul “suci dalam debu” ini adalah salah satu karya yang didedikasikan untuk mengobok-obok perasaan pembaca. 

Karya ini diharapkan sampai bisa mempengaruhi pembaca untuk ikut merasakan apa yang dirasakan oleh tokoh utama dalam cerita tersebut. Apakah hal seperti itu mungkin? Sangat mungkin, pembaca bisa saja ikut terlarut dengan kisah yang diceritakan. 

Itu semua tentu tidak terlepas dari ramuan bahasa yang digunakan oleh sang pengarang. Adanya penggambaran yang jelas pada karakter atau tokohnya, adanya permainan bahasa yang unik, menarik dan menimbulkan kesan tertentu, semua itu bisa saja mempengaruhi perasaan.

Bahkan kadang dari sebuah cerita klise yang sangat sederhana dan umum sekalipun seorang pembaca bisa tertegun, merenung dan terlarut dengan alur cerita yang dibawakan. Itulah indah dan menariknya sebuah cerpen. Lalu bagaimana dengan karya berikut, apakah memiliki nilai estetis yang bisa sedemikian tinggi? Temukan saja jawabannya langsung pada kisah berikut.

Suci dalam Debu
Cerpen Cinta Sejati Romantis

Aku selalu merasa aku sempurna karena ada sosok sempurna di dekatku. Dia yang selalu memberikan semangat hingga aku menjadi manusia yang lebih berharga lagi. Di keseharian, aku tidak pernah lagi merasakan kesedian dan kegalauan karena ada kamu yang aku cintai.

Pagi itu suasana kota di Arab begitu panas dan seperti hari-hari biasanya. Aku pergi ke sebuah tempat makan yang tidak jauh dair tempat tinggalku, untuk menemui kekasihku. Dia adalah Risma yang merupakan kekasihku.

Perjalanan cukup jauh dan membutuhkan waktu selama  ½ hari untuk sampai ke tempat tujuan. Sementara untuk kesana aku pergi mengendarai mobil dengan rekan satu kostku. “Aduh tidak terasa sudah hampir 1 tahun kita di Arab, dan bentar lagi pulang ke tanah air, aku sudah tidak sabar”. Ungkap temanku sambil menyetir.

“Kangen sama ibu, kamu apa Hen ?”, ungkapku.
“Iya Den, kangen banget aku sama keluarga”, pintanya.
“Ya telponan tiap hari emang gak bisa mengobati rasa rindu tah ?”, ungkapku.
“Ya bedalah ditelpon sama ketemu langsung, emang kamu gak rindu sama orang tua apa ?”, ungkapnya.

“Ya rindu si, tapi ada yang melunturkan itu semua”, ungkapku.
“Apa ?”.
“Risma dong hehe”, ungkapku sambil tersenyum.
“Ah dasar kamu”, sambil membelokkan kemudi mobil.

Hendrik pun menambah gigi dan menambah kecepatan laju mobil, sementara aku terkaget dibuatnya.

“Aduh atai-ati dong Hen”. Ungkapku .
“Ya kan biar cepet sampai”, ungkapnya sambil terus mengegas mobil hinga berjalan dengan sangat cepat. 

“Berhenti dulu di POM Hen, aku mau numpang toilet”, ungkapku sambil menahan buang air.
“Kenapa?”. “Pingin pipis”, ungkapku sambil meringis tertahan.

Hendrik pun memberhentikan mobilnya, sementara aku langsung turun dan bergegas menuju kamar mandi, sementara hendrik menungguku di mobil. Aku pun membuang cairan di dalam tubuhku, dan begitu lega setelah kubuang. Dan aku pun kembali ke mobil untuk melanjutkan perjalanan.

Mobil kami pun berjalan lagi dan masih dengan sangat cepat. Kami pun sampai setelah berjalan selama ½ hari, dan sedang menunggu kekasihku di parkiran karena belum datang. Mobil kekasihku pun datang dan dia pun turun dari mobil.

“Hay”, ungkap sang kekasihku yang berbalutkan hijab ungu yang begitu indah.
“Sini”, ungkapku

Dia pun mendatangiku dengan terbatuk-batuk karena banyak sekali debu yang berterbangan. Aku pun melepas jaketku dan bejalan disampingnya sambil memanyunginya agar tidak terkena debu.

Tempat makan cukup jauh dari parkiran dan harus berjalan sejauh 150 meter. Dan aku bahagia bisa melindunginya dari debu yang membuatnya terbatuk-batuk, meskipun hanya sampai di tempat makan.

--- oOo ---

Kadang-kadang bahkan cinta sejati juga bisa membutakan mata hati. Cinta yang benar-benar tulus ini dapat membuat angan melayang, risau dan gelisah dan bahkan mungkin bermimpi di siang hari. Ada kekuatan besar dalam sebuah perasaan yang dibangun di atas pondasi ketulusan dan kejujuran.

Apalagi jika sebuah perasaan direalisasikan dalam bentuk perbuatan yang romantis, mesra penuh kasih sayang, semua itu pasti bisa membuat seseorang melayang bahagia. Pokoknya jangan jauh-jauh deh, yang terpenting apapun itu kita sudah mendapatkan bahan bacaan terbaru yang belum pernah di baca sebelumnya. Ya sudah, lebih baik lanjut ke cerita cerpen berikutnya.

Tag : Cerpen, Cinta
Back To Top