Aku Memilih Setia

Cerpen tentang Kesetiaan Cinta Aku Memilih Setia - Hidup memang berisi pilihan, dalam cinta pun demikian. “Jika aku memilih untuk setia, apakah engkau sebagai jantung hatiku akan memilih yang sama?”. Indah, bahkan sangat indah jika pasangan atau kekasih hati kita bisa mengucapkan kata tersebut. 

Kesetiaan adalah sesuatu yang sangat penting dan mutlak dibutuhkan untuk mempertahankan hubungan. Kalau dilihat dari judulnya, cerpen cinta tersebut memang akan berisi tentang kesetiaan seorang kekasih kepada pasangannya. 

Kisah cinta seperti ini tentu cukup menarik untuk diikuti mengingat ceritanya bernuansa keindahan dan kebahagiaan. Namun begitu mungkin saja didalamnya ada konflik atau masalah yang terjadi.

Tanpa adanya masalah tentu sesuatu akan menjadi hambat dan kurang berwarna. Seperti halnya rasa manis yang akan terasa manis karena ada rasa pahit. Cinta akan terasa lebih bahagia jika mendapatkan cobaan dan bisa diselesaikan dengan baik. Jadi wajar kalau cinta dan kesetiaan seolah seperti dua sisi mata uang.

Gambaran kisah yang akan diberikan pengarang tentu tidak bisa dilihat atau ditebak hanya dengan membaca judulnya saja. Dari judul kita hanya bisa melihat inti kisah keseluruhan tetapi banyak detail yang tidak akan jelas. Maka dari itu, untuk menikmati keindahan karya ini kita baca saja dulu cerita selengkapnya.


Satu lagi cerpen cinta sudah dibagikan, mudah-mudahan ceritanya bagus, menarik dan berkenan dihati pembaca semua. Jangan lupa juga untuk melengkapi koleksi yang sudah ada dengan beberapa cerpen lain yang sudah disiapkan dibagian bawah. Masih ada beberapa karya pilihan yang bisa dinikmati.

Aku Memilih Setia
Cerpen tentang Kesetiaan Cinta

Pagi yang cerah aku terbangun dengan perasaan yang begitu gembira. Aku mendapatkan ucapan selamat pagi dari kekasihku. Sementara itu aku juga mendapatkan ucapan selamat pagi dari teman yang mengagumiku. Aku tidak tahu mengapa dia terus mengejar-ngejar aku padahal aku pun sudah pernah bilang bahwa aku sudah punya pacar, tetapi dia tidak mau mendengarkan dan terus mendekatiku.

Aku pun berangkat ke kantor dengan di antar oleh kekasihku. “Yang, ada cowok yang ngejar-ngejar aku terus”, ungkapku kepada kekasihku. “Siapa”, ungkap kekasihku. “Temanku”, ungkapku.

“Tapi kamu gak kegoda kan”, ungkap kekasihku.
“Ya enggaklah aku kan cinta sama kamu”, ungkapku.
“Bagus deh kalau begitu, tenang aku jadinya”, ungkap kekasihku.

Tak lama kemudian aku sampai di tempat kerjaku. Aku pun turun, sementara itu kekasihku bergegas untuk pergi ke kantornya sendiri. Aku pun masuk dengan perasaan gembira karena kekaihku selalu ada waktu untuku.

“Hay Lia”, sapa teman yang mengagumi aku.
“Iya hay”, ungkapku.
“Tambah cantik aja si”, ungkap teman yang mengagumi aku.

“Iya maksih”, aku pun langsung meninggalkannya dan hendak masuk ke dalam ruangan kerja.
Tetapi temanku tersbut menarik tangaku dan berkata,”Entar dulu dong mau kemana, aku masih kengen sama kamu”, ungkap teman yang mengaggumi aku.

“Ih kok pegang-pegang si,lepas aku mau masuk ke kantor”, ungkapku sambil berusaha melepaskan pegangan dari temanku tersebut.

“Sabar sayang angan marah-marah”, ungkapnya.
“Lepas gak kalo gak aku teriak”, ungkapku.
“Iya –iya”, dia pun melepaskanya.

Aku pun bergegas masuk ke kantor dan segera melakukan  rutinitasku seperti biasa. Sedikit risih memang ada lelaki yang selalu menggangguku di kantior ini. Untung saja aku mempunyai kekasih yang bisa mengerti aku.

“Lia, ini kerjaan yang harus kamu selesaikan”,ungkap rekan kerjaku sambil meberikan berkas.
“Iya, mas entar saya kerjakan”, ungkapku.
“Tangan kamu kenapa Lia”, ungkapnya.

“Tadi si Rendi pegang-pegang tanganku mas dan aku berusaha ngelepasnya malah jadi merah gini”, ungkapku.

“Yang sabar ya”, ungkap rekan kerjaku.
“Iya mas”, ungkapku.

Rekan kerjaku pun kembali bekerja dan aku pun segera menyelelesaikan tugasku yang begitu menumpuk.

Berkas demi berkas aku kerjakan dan akhirnya selesai, usai selesai jam istirahatpun tiba. Aku pun keluar untuk menghirup udara segar dan sekedar untuk makan dan minum. Aku memesan makanan di kantin, sementara itu aku melihat Rendi mendekatiku lagi dan duduk di dekatku.

“Ngapain kamu di sini”, ungkapku.
“Santai dong”, ungkapnya.
“Aku uma ingin ngomong baik-baik kok, aku itu cinta sama kamu”, ungkapnya.
“Aku kan sudah sering bilang sama kamu si, akus sudah punya kekasih”, ungkapku.
“Tapi aku gak peduli aku cinta sama kamu”, ungkapnya.

Aku pun pergi meninggalkannya dan tidak jadi mennyantap makanan yang sudah aku pesan. Aku begitu muak melihat Rendi yang begitu genit kepadaku. Aku pun melanjutkan kerja hingga sampai akhirnya jam pulang tiba.

Keesokan harinya aku memutuskan untuk mengundurkan diri dari pekerjaanku, karena aku tidak tahan dengan sikap Rendi. Aku hendak pindah kerja di tempat kerja kekasihku. Dengan demikian aku bisa menjaga perasaan kekasihku dengan baik.

Aku pun melamar di tempat kekaihku bekerja dan kini aku bebas dan bisa selalu bertemu kekasihku. Siang itu di perusahaan baruku aku sedang duduk dengan kekasihku. “Kok kamu pindah ke sini”, ungkapkekasihku.

“Aku risih sama Rendi sayang, yang selalu ngejar-ngjar aku, aku Cuma pingin jaga perasaan kamu”, ungkapku.

“Makasih ya sayang, aku bangga punya kekasih kaya kamu”, ungkapnya.
“Hehe, masuk yok sudah masuk kerja ni”, ungkapku.

Aku pun mengerjakan semua tugas baruku ini yang belum pernah aku dapatkan di perusahaan yang sebelumnya. Meski demikian aku sudah mulai lihai mengerjakan ini semua. Ini tentu karena kekasihku yang selalu ada di sekitarku sehingga aku bisa lebih bersemangat lagi dalam bekerja.

Usai bekerja aku dan kekasihku jalan-jalan ke taman, kami menghabiskan  waktu dengan menikmati meminum kelapa muda. Sementara itu suasana taman begitu ramai dengan orang-orang yang juga usai pulang kerja.

Es kelapa muda ini begitu menyegarkan tenggorokanku yang kering terbakar panasnya cuaca. Sementara itu aku melihat kekasihkupun demikian, diapun nampak haus sehingga es kelapa yang ada di gelas habis dalam sekejap.

“Sayang panas banged ya”, ungkap kekasihku.
“Iya panas banged ni”, ungkapku.
“Sini dong, panas tu, entar item lo”, ungkap kekasihku.

Aku pun berpindah ketempat yang teduh. Setelah kami sudah puas menikmati minum es kelaapa aku dan kekasihku pulang. Cuaca jalan begitu macet karena ramainya pengguna jalan yang memang rata-rata adalah karyawan yang baru pulang. Aku dan kekasihkupun harus sabar untuk bisa sampai ke rumah.

“Aduh macet banged si”, ungkap pacarku.
“Gak ada jalan pintas ya yang”, ungkapku.
“Gak tau ini, kayaknya si gak ada”, ungkapkekasihku.

Setelah cukup lama aku menunggu akhirnya kendaraan bisa sedikit bergerak meskipun pelan. Dengan perlahan arus kendaraan membawaku sampai ke rumah. Aku pun turun dari mobil dan kemudian masuk ke rumah. Sementara kekasihku langsung pulang karena hari sudah sore.

Aku masuk ke rumah dan kemudian mengganti bajuku dan kemudian mandi.
Usai mandi aku menyisir rambutku dan kemudian bergegas makan dengan keluargaku.

“Sini nak, makan ni sudah ibu siapkan”, ungkap ibuku.
“Masak apa bu”, unngkapku.
“Masak sayur asem sama sambel ikan”, ungkap ibuku.
“Kayaknya enak ini”, ungkapku.

“Ya sudah cepat makan”, ungkap ibuku. Aku pun makan dengan lahapnya dengan ayah dan ibuku. “Gimana pekerjaan kamu yang baru”, ungkap ayahku. “Enak kok yah, orangnya asyik-asyik”, ungkapku. “Syukur kalo gitu”, ungkap ayahku.

Usai makan aku pun bergegas tidur dan berharap hari ini aku bisa mimpi indah, seperti suasana hatiku yang saat ini aku rasakan. Aku begitu bahagia bisa satu pekerjaan dengan kekasihku dan aku pun bahagia bisa berpisah dengan orang yang menjadi benalu dalam hubungan kami.

Kini benalu sudah hilang dan hubungan kami pun tambah harmonis. Aku tidak sabar menunggu hingga datangnya kebahagiaan atas hasil kesetiaanku kepadanya. Aku ingin sekali cepat-cepat di lamar dan kemudian kami berjanji sehidup semati di depan saksi dan penghulu.

--- oOo ---

Semoga, kita bisa mendapatkan kebahagiaan dengan memiliki pasangan yang setia. Semua keputusan untuk memilih setia bisa ditiru dan menjadi inspirasi banyak orang. Mari kita sebarkan kebahagiaan untuk orang-orang terkasih di sekeliling kita, keluarga, pasangan, sanak saudara, kerabat dan orang lain.

Tag : Cerpen, Cinta, Remaja
Back To Top