Masako, Cerita Singkat tentang Ibu dan Analisa

Dunia wanita memang tidak jauh dari dapur dan sumur seperti yang dikisahkan dalam cerpen tentang ibu berikut ini. Ya kalau dari judulnya sih sepertinya bisa kita tebak bahwa kisah ini akan mengangkat seputar kegiatan seorang ibu di dapur karena judulnya saja bumbu masak. 


Tapi apa benar kisahnya seperti itu? Bagi yang mencari cerpen dan amanatnya sekaligus bisa membaca kisah ini. Kalau untuk jalan ceritanya sih lebih baik tidak usah kita bahas. Karena nanti jadi kurang seru ketika kita membaca cerpennya. 

Yang pasti karya ini diharapkan bisa menambah koleksi atau kumpulan kisah yang sudah ada. Dengan begitu maka kita bisa mendapat tambahan referensi cerita menarik untuk hiburan di rumah.

Kan kalau semakin banyak yang dipilih maka kita akan semakin puas mencari yang terbaik sesuai keinginan dan kebutuhan. Jadi tidak ada ceritanya kita kesulitan mencari bacaan yang diinginkan. 

Makanya jangan lupa untuk berlangganan situs ini, catat alamatnya dan rajin berkunjung untuk mendapatkan kisah terbarunya. Ingat ya, cerita berjudul “masako” berikut ini bukan satu-satunya cerita singkat tentang ibu, ada banyak cerita lain yang juga dengan tema sama. 

Misalnya saja ada cerpen yang mengisahkan perjuangan ibu, pengorbanan, kesetiaan, kepedihan dan lain sebagainya. Pokoknya banyak, nanti anda bisa cari sendiri, sekarang kita baca dulu ceritanya berikut.

Gara-Gara Masako
Cerita tentang Ibu dan amanatnya

Sebut saja namanya ibu Endang, dia dan suaminya adalah pengantin baru. Layaknya pengantin baru pada umumnya ibu Endang dan suaminya harus bisa menyesuaikan diri dengan tugas dan kewajibannya.

Ibu Endang dengan tugasnya sebagai ibu rumah tangga, sementara suaminya mempunyai kewajiban mencari nafkah.

Namun ibu Endang belum menguasai perannya sebagai ibu rumah tangga karena memang dia tidak bisa memasak. Pada suatu ketika ibu Endang memasak untuk suaminya karena ibu Endang kasihan dengan suaminya  yang sudah capek usai kerja.

Ibu Endang,”Yah ini bunda masak, dimakan ya pasti ayah lapar kan”, ungkap ibu Endang kepada suaminya”. Sang suami pun menjawab,”Wah pasti enak ini, kebetulan ayah belum pernah ngerasain masakan bunda”.

Sang suami pun mencicipi makanan buatan bu Endang. Ketika satu sendok makanan sudah dimasukkan kedalam mulut suaminya ibu Endang, suami ibu Endang memperlihatkan ekspresi wajah yang tidak begitu mengenakan. Suami ibu Endang meringis-ringis seolah masakan yang dirasakannya sangat asin.

Ibu Endang,”Ayah kenapa kok meringis-meringis begitu..?”.
Sang suami,”Enggak kok nda, enggak apa apa”.

Ibu Endang,”Makanannya enak enggak..?”.
Sang suami,”Iya enak banget kok nda”.
Ibu Endang,”Terus kenapa meringis-meringis seperti itu”.

Sang suami,”Nggak papa kok nda”.
Ibu Endang,”Ya sudah, bunda istirahat  duluan ya..?”.
Sang suami,”Iya nda, selamat istirahat”.

Setelah ibu Endang pergi dari hadapan suaminya, suaminya pun membuang makanan tersebut. karena jujur makanan buatan istrinya mempunyai rasa asin yang begitu hebat. Meski demikian sang suami tidak mau menyakiti hati sang istri dan selalu mengatakan masakan yang dibuat oleh istrinya sangat enak.

Keesokan harinya sepulang kerja ibu Endang menawarinya dibuatkan makanan. Namun suami ibu Endang menolaknya dan mengatakan bahwa dia sudah makan di tempat kerja. Dan selama satu bulan suami ibu Endang tidak makan di rumah karena memang makanan buatan ibu Endang tidak enak.

Pada suatu ketika ibu Endang mengetahui hal tersebut bahwa suaminya tidak makan di rumah karena masakanya tidak enak. Dia pun berinisiatif bertanya kepada teman-temannya bagaimana cara membuat masakan yang enak.

Akhirnya dia mendapatkan jawabannya dari salah satu temannya. Teman ibu Endang tersebut memberikan bumbu penyedap masakan masako. Terbukti dengan bumbu masako ibu Endang bisa membuat masakan enak.

Keesokan harinya suami ibu Endang pulang dari kerjaan dan ibu Endang pun menawarinya untuk mencicipi masakannya.

Ibu Endang,”Yah makan yuk, bareng sama bunda”.
Sang sumai,”Iya bunda aja yang makan, ayah sudah makan ditempat kerja”.
Ibu Endang,”Enggak mau, ayah harus temanin bunda makan, kalau enggak bunda makan”.

Sang suami,”Ya sudah iya, menemani saja kan...?”.
Ibu Endang,”Makan juga dong”.
Sang Suami,”Ya sudah iya ini ikut makan”. ungkap suaminya sambil mengambil nasi dan sayur.

Sang suami pun memakan nasi dan sayur tersebut, sang suami terdiam sejenak setelah mencicipi masakan ibu Endang.

Sang suami,”Ini siap yang masak nda..?”.
Ibu Endang,”Emang kenapa”.
Sang suami,”Enak banget nda sumpah gak bohong”.
Ibu Endang,”Emang biasanya enggak enak..???”.

Sang suami,”Iya biasanya enggak enak, eh keceplosan, bukan maksudnya biasanya juga enak tapi ini lebih enak gitu maksudnya hehheh ”.

Ibu Endang,”Alah ayah bilang aja makanan yang biasanya enggak enak, makanya enggak pernah makan dirumah”.

Sang suami,”Hehehe, tapi ini enak banget nda, bunda belajar masak dimana..?”.
Ibu Endang,”Bunda pakai penyedap masakan masako yah”.
Sang suami,”Ooooo, tapi benar enak banget kok”.
Ibu Endang,”Ya udah abisin aja yah, entar kalau kurang ibu masakin lagi”.

Dan sejak saat itulah suami ibu Endang yang awalnya tidak pernah makan di rumah karena masakan ibu Endang tidak enak, berubah total dan menjadi rajin makan dirumah karena makanan buatan ibu Endang lebih enak.

Bahkan suami ibu Endang tersebut selalu menolak ketika diajak makan di luar oleh temannya, dan lebih memilih makan dirumah dengan ibu Endang.

--- oOo ---

Bagaimana, masih mau lagi? Masih ada banyak kok, tidak usah khawatir kehabisan bahan bacaan. Silahkan pilih judul yang ada dibagian bawah, kalau tidak ada yang disukai silahkan cari berdasarkan kategori ceritanya. Kalau masih kurang mantap lagi ya silahkan langsung cari dengan kotak pencarian situs.

Analisa Cerpen Gara-Gara Masako
Melihat Tema dan Pesan Cerpen

Kalau dilihat secara keseluruhan, cerpen tentang seorang ibu di atas mengangkat tema pendidikan. Ini bisa dilihat dari apa yang dilakukan oleh sang tokoh utama. Tokoh utama dalam cerpen tersebut tidak begitu pandai memasak tetapi pada akhirnya ia belajar dan sukses serta mampu membuat masakan yang rasanya enak.

Ada proses pendidikan dari tidak bisa memasak enak menjadi bisa memasak enak dalam cerpen di atas. Dari perjalanan yang dialami oleh sang ibu tadi kita juga bisa mengambil hikmah bahwa dalam belajar sebaiknya kita memang tidak perlu takut dan malu bertanya.

Proses belajar adalah dengan cara mencari tahu informasi yang belum dipahami atau yang belum kita miliki. Sebut saja dalam cerpen “gara-gara masako” di atas, sang ibu berusaha untuk bisa atau belajar dengan bertanya kepada orang lain. Akhirnya ia mendapatkan jawaban, diterapkan dan mengetahui bagaimana hasil belajar yang dia lakukan.

Itulah sedikit analisis khusus untuk tema dan pesan moral yang ada dalam cerpen di atas. Lain waktu analisis ini akan kita lengkapi lagi dengan analisis lain mengenai unsur intrinsik maupun ekstrinsik-nya. Semoga sedikit yang sudah disampaikan bisa menjadi permulaan yang baik bagi komitmen kami dalam berbagi ilmu dan hiburan. Sekarang silahkan lanjut ke cerita lainnya.

Kami yakin salah satu karya disini pasti bisa menjadi pilihan anda. Paling tidak karya-karya terbaru yang belum pernah anda baca sebelumnya. Oh iya, kalau anda ingin berkirim cerita di situs ini juga bisa kok. Silahkan kirim cerita melalui halaman yang sudah disediakan. Dengan begitu anda bisa berbagi kisah dengan orang lain. Ya sudah, silahkan dilanjutkan.

Back To Top