Kumpulan Cerpen Terpendek tema Pelajar

Kumpulan cerpen terpendek tema pelajar, kehidupan siswa – siswi sekolah memang penuh suka duka, penuh warna seperti pelangi. Jika dilihat lebih dekat banyak kisah menarik yang bisa diangkat menjadi sebuah cerpen, misalnya saja masalah telat berangkat sekolah, tidak mengerjakan tugas, cinta pertama dan lain sebagainya.


Dalam dunia pendidikan, pelajar memiliki segudang kesibukan, sedangkan dalam kehidupan sehari-hari mereka juga memiliki banyak hal, bermain, bersenang-senang dan banyak lagi lainnya. Hiburan dan bermain adalah salah satu hal yang tidak bisa dipisahkan dari dunia mereka.

Cerpen misalnya, menjadi salah satu sarana hiburan bagi banyak pelajar untuk mengisi waktu luang. Bahkan cerpen juga bisa dijadikan bahan hiburan sekaligus bahan belajar materi di sekolah. Cerpen-cerpen yang banyak dibaca biasanya cerpen tentang cinta, selain itu cerpen tema pendidikan juga cukup menarik untuk para siswa.

Demi untuk membangun komunitas belajar yang lebih besar dan untuk berbagi bahan bacaan, berikut akan diberikan sebuah kumpulan cerpen yang khusus membahas mengenai tema pelajar sekolah. Dalam kompulan ini akan diberikan satu contoh dan beberapa referensi atau rekomendasi judul cerpen yang bisa dinikmati oleh murid sekolah.

A. Koleksi cerpen terpendek tema pelajar

Khusus untuk yang membahas seputar pendidikan dan kehidupan siswa atau murid sekolah sudah banyak sekali cerpen-cerpen yang bisa dibaca. Ada yang membahas mengenai sistem atau proses belajar mengajar, ada yang membahas mengenai keadaan atau lingkungan sekolah, guru, kehidupan di kantin, asmara remaja dan banyak lagi lainnya.

Banyak, banyak sekali topik yang tak luput dari perhatian penulis. Bagi rekan-rekan semua yang ingin mencari kisah-kisah seperti ini bisa dengan mudah menemukannya di situs ini. Untuk mencari cerpen pelajar, rekan semua bisa langsung mencari dan memilihnya di kategori cerpen pelajar, dibagian kanan situs.

Lengkap, masalah cinta juga banyak kok, tidak akan kekurangan bahan bacaan kalau untuk cerpen. Jadi rekan semua tidak perlu susah mencari di tempat lain. Disini cerita yang diberikan cukup menarik dan belum pernah diterbitkan ditempat lain. Semua sengaja dibuat untuk teman-teman semuanya.

Untuk yang tidak sempat mencari sendiri melalui kategori cerpen yang ada bisa melihat beberapa contoh yang disiapkan di bawah. Berikut ini ada beberapa judul cerita pelajar yang cukup banyak disukai dan banyak dibaca oleh rekan lain. Silahkan pilih beberapa judulnya di bawah ini.


Bagaimana, banyak bukan cerpen yang bisa dibaca? Makanya tidak usah mencari ke tempat lain lagi. Sekarang anda bisa memilih sendiri cerita yang ingin dibaca. Pilih saja yang menurut rekan semua paling menarik. Kalau yang ingin membaca langsung bisa melihat satu contoh cerita yang disertakan dibagian bawah.

B. Contoh cerpen tentang pelajar

Untuk menghemat waktu rekan semua dalam menggunakan internet, berikut sudah disiapkan satu karya khusus. Karya berikut ini berjudul “senin yang melelahkan”. Karya ini menceritakan kejadian buruk yang dialami oleh seorang siswi sekolah yang datang terlambat.

Rentetan kejadian begitu terasa berat, memalukan dan menyedihkan. Hanya karena berangkat siang, seorang siswi sekolah akhirnya harus menerima akibat yang bertubi-tubi mulai dari saat ia menginjakkan kaki digerbang sekolah sampai ia memasuki kelas. Seperti apa ceritanya, simak berikut!

Senin yang Melelahkan
cerpen tentang pelajar

Alarm sudah berkali-kali berbunyi namun Rifka masih asyik dengan mimpinya. Padahal hari itu adalah hari Senin, ia harus bertugas menjadi pengibar bendera di sekolah. Waktu menunjukkan pukul 06.15 WIT, sekali lagi jam alarm dari kamar Rifka berbunyi lantang.

Beberapa menit berlalu, mendapati adik perempuannya belum bangun, Kumolo pun menuju ke kamar adiknya. “Rifka … sudah siang, kamu mau sekolah enggak, kakak tinggal ya…! Rifka…!” teriak Kumolo sambil menggedor pintu kamar Rifka.

“Iya Kak…” terdengar suara jawaban dari dalam kamar. Tak yakin adiknya akan segera bangun ia pun meminta Rifka membuka pintu kamar. “Rifka… bangun, buka pintunya…!”, sekali lagi Kumolo memaksa sang adik untuk segera bergegas.

“Ini juga sudah bangun…!”, jawab Rifka sedikit kesal. “Kalau sudah bangun ya buruan mandi, kakak sudah siap, kamu kakak tinggal beneran nih kalau enggak mau cepat-cepat!”, ucap Kumolo lagi.

Akhirnya Rifka pun beranjak dari tempat tidur. Di bukanya pintu kamar dan langsung berjalan ke kamar mandi melewati kakaknya yang masih berdiri tepat disamping pintu kamar.

Dari balik pintu kamar yang separuh terbuka, terlihat kamar Rifka yang semalam terkena badai. Tempat tidur yang acak-acakan, buku-buku berserakan di lantai, boneka, origami, dan banyak lagi benda lain yang berserakan. “Dasar pemalas, jorok…!”, ucap Kumolo.

Jarak dari rumah mereka ke sekolah cukup jauh, seharusnya mereka berangkat paling tidak jam 6 pagi, baru sampai di sekolah jam 06.30 tepat. Belum lagi, semalam hujan deras hingga jalan begitu licin dan Kumolo tidak bisa melaju kendaraannya dengan cepat.

Tepat pukul 06.30 mereka baru berangkat dari rumah, sudah pasti telat. Sambil cemberut Rifka terus meminta sang kakak untuk mempercepat laju motornya. “Inikan licin Rifka, salah sendiri kamu tadi bangunnya siang!”, ucap Kumolo sedikit kesal.

Dalam hati sebenarnya ia kasihan dengan adiknya, tapi ia membiarkannya agar adiknya bisa mendapatkan pelajaran dan mengingatnya. Tepat digerbang sekolah, suasana sudah sepi. Rifka masuk dan langsung dihentikan oleh pak satpam. Ia pun kemudian dihukum lari keliling sekolah bersama teman lain yang terlambat.

Setelah mengantarkan adiknya, Kumolo langsung berangkat ke kantor. Sementara itu Rifka berlari-lari kecil sampai beberapa kali putaran. “Hiuft, sial, lari-nya sih tidak apa-apa tapi pasti nanti aku disemprot oleh teman-teman, terus siapa yang menggantikan aku mengibarkan bendera?”, pikir Rifka.

Upacara bendera selesai, anak-anak yang terlambat baru saja boleh masuk ke kelas setelah berlari dan menyapu halaman depan sekolah. Sesampainya di sekolah, Rifka disambut dengan teriakan kesal dari teman-temannya.

“Hu… dasar kamu Rifka, gak bertanggung jawab kamu ya…!”
“Ya maaf sih, aku tadi kesiangan, hujan juga…!
“Alah… alasan kamu sih!”
“Iya… maaf deh teman-teman, janji deh lain kali tidak lagi…”

“Kamu kok bisa sih Rif, telat begitu, padahal kan punya kewajiban, kebanyakan nonton film india sih kamu!”

“Iya tuh, masak Didit saja yang satu kampung sama kamu bisa berangkat pagi, kamu malah telat, besok kamu gak usah laju aja, di kost aja Rif!”

Akhirnya, Rifka menjadi bulan-bulanan kekesalan teman-temannya. Meski begitu ia mengaku salah dan meminta maaf dengan sungguh-sungguh kepada teman-temannya. Ia pun berjanji tidak akan pernah telat lagi terutama kalau ada tugas seperti itu.

Sempat sampai dua pelajaran Rifka diacuhkan oleh teman-temannya. Ia pun sadar dan sangat menyesal. Sampai pada jam ketiga pelajaran ia pun lupa membaca buku tugas miliknya hingga akhirnya ia pun dihukum untuk berdiri di depan kelas.

Hari itu adalah hari bersejarah bagi Rifka. Hari itu, Senin 15 Agustus 2016 Rifka mendapatkan pelajaran yang benar-benar berharga. Sejak saat itu, ia tidak pernah lagi mengabaikan saran orang tua dan juga kakak. Ia juga terus membiasakan bangun pagi dengan bantuan jam alarm.

--- oOo ---

Back To Top