Cerpen tema Sedang Jatuh Cinta, Dekat di Hati

Contohcerita.com - Cerpen bertema sedang jatuh cinta akan melahirkan nuansa kegembiraan dan kebahagiaan bagi para pembaca. Bahkan jika pengarang dapat dengan tepat menggambarkan keadaan yang terjadi maka pembaca akan dengan mudah ikut merasakan demam asmara tersebut. “dekat di hati” akan menjadi satu pilihan bagi anda yang mencari cerpen cinta dengan tema yang segar dan menghibur.


Bagaimana menurut anda isi dari cerpen ini, menarikkah? Bagi rekan remaja tentu saja tidak akan pernah merasa bosan dan jenuh dengan berbagai kisah dengan tema ini. Apalagi dalam keadaan yang berbunga-bunga. 

Seseorang yang jatuh cinta pasti akan merasakan indahnya hidup. Ia akan selalu bahagia, bahkan sering tersenyum sendiri. Selalu dekat di hati, meski jarak memisahkan. Mungkin suasana seperti itu tampak begitu indah dalam sebuah hubungan asmara remaja. 

Apalagi jika memang baru saja dibina, baru saja menyatakan cinta. Tapi bagaimana dengan kisah yang dihadirkan dalam contoh cerita cerpen ini, apakah menggambarkan hal demikian? Sebelum anda membaca kisah tersebut silahkan lihat juga beberapa kisah berikut!

1) Cinta dan rahasia
2) Pembuktian senja
3) Demi persahabatan ini
4) Si Udin teman yang konyol
5) Maafkan aku yang telah mengecewakanmu

Ya kurang lebih seperti itu, karya cerpen berikut memang menitikberatkan pada suasana hati dan pikiran orang yang sedang kasmaran. Kalau yang ingin tahu lebih jauh mengenai cerita ini bisa langsung menuju cerpen selengkapnya.

Dekat di Hati
Cerpen tema Sedang Jatuh Cinta

Hatiku damai berdiri memandang fotomu di kamar. Padahal aku tidak tahu sudah berapa lama aku memandang fotomo, tetapi fotomu memang menarik untuk dipandang dan sangat menenangkan hati. Kini malam datang dan aku gelisah memikirkan kamu, apakah engaku merasakan yang sama.

Disiang hari aku pergi ke sebuah tempat makan, di sana aku melihatmu sedang berjalan dengan orang tuamu. “Hey Rika mau kemana ?”, ungkapku sambil menikmati teh panas yang baru saja ku pesan.

“Hay Rifan, aku abis beli makanan dan minuman”, ungkapnya sambil tersenyum serta menunjukan makanan dan minuman  yang dibelinya kepadaku. “Sini mampir dulu ngeteh”, ungkapku.

“Iya terima kasih aku sudah ditunggu di rumah, main aja ke rumahku aku tunggu”, ungkapnya dan langsung pergi. “Iya aku akan datang  kerumahmu”, jawabku.

Sementara kau pergi dari tempat tersebut menaiki kendaraan pribadimu dengan sopirmu. Aku masih setia menunggu habisnya segelas teh yang nikmat ini. Teh ini memberi ketenangan dan membangkitkan gairahku dalam hidup. Setelah lama di tempat tersebut dan tehpun sudah habis aku pulang, setelah membayar teh yang aku pesan tadi.

Aku pulang menaiki taksi yang aku pesan sesudahku berada di luar. Aku masuk ke dalam taksi tersebut dan kemudian menuju ke rumahku. Sesampainya aku dirumah aku mengganti pakaianku dan kemudian mandi. Badan begitu segar kurasakan percikan air yang sangat sejuk ini. Usai mandi badan terasa bersemangat lagi, dan aku pun teringat gadis pujaan hatiku  Rika.

Aku pun mengirimkan sebuah pesan singkat untuknya. “Selamat sore “, ungkapku, ku kirim pesan lewat sms. Dua menit kemudian Rika membalas pesanku yang berisi,”Selama sore juga”, ungkapnya .

“Malam ini aku booleh main gak..?”, ungkapku kepadanya.
“Main aja Rifan, tadi di tempat makan, aku kan sudah nyuruh kamu main”, ungkap Rika.
“Ya sudah selamat bertemu nanti malam ya”.
“Iya”.

Adzan magrib mulai berkumandang dan aku sibuk mencari baju yang tepat untuk ku bawa pergi ke rumah Rika. “Sholat magrib dulu nak”, ungkap ibuku.
“Iya bu, Rifan lagi cari baju ni, entar malam mau main tempat temen”, ungkapku sambil mengacak-acak isi lemari.

“Emang temen yang mana Rifan ?, cewe apa cwo”, ungkap ibu.
“Cowok kok bu”, ungkapku.

“Cowok kok cari baju aja sampai acak-acak isi lemari, ibu tahu pasti kamu mau ke tempat pacar kamu kan”, ungkap ibuku.
“Heheh”. tersenyum sangat malu mendengar hal tersebut.

Aku pun sholat terlebih dahulu setelah menemukan baju yang aku inginkan. Setelah sholat aku pun makan malam dan bersiap-siap untuk pergi ke rumah Rika.

Waktu sudah menunjukan 19:30, aku pun berangkat menuju rumah Rika menggunakan sepeda motor kelasikku. Jalanan begitu ramai karena memang ini adalah malam minggu yang memang merupakan malamnya anak muda.

Sesampainya aku di rumah Rika aku mengetuk rumah Rika, dan datang orang tua Rika membukakan pintu.

“Cari siapa dek ?”, ungkap bapak Rika.
“Cari Rika om, Rikanya ada om”, sambil berjabat tangan kepada bapaknya Rika.
“Ada, Rika ada temen kamu nak..!”, ungkap bapak Rika.
“Iya yah, bentar suruh masuk aja yah..!”, ungkap Rika.

“Masuk aja dek”,ungkap bapak Rika.
“Iya om”.

Aku pun masuk dan duduk smabil melihat-lihat lukisan yang terpajang di dinding rumah Rika. Aku takjub dengan lukisan-lukisan ini begitu indah dan seperti nyata. Sementara itu tak lama kemudian datanglah Rika.

“Hay Rifan, maaf lama”, ungkapnya dan kemudian duduk di hadapanku.
“Iya gak pap kok”, ungkapku.
“Mau minum apa kamu”, ungkap Rika.

“Gak usah lah, gak usah repot-repot, aku sudah minum tadi di rumah”, ungakpku dengan sedikit malu.

“Kan di rumah..! di sini kan belum”, ungkap Rika.
“Bi, ambilkan minuman bi”, ungkap Rika kepada pembantunya.
“Iya Non”.

Tak lama kemudian pembantu Rika datang dengan membawa minuman. Sementara aku terus memandangi Rika yang maalam ini sangat cantik dibalut dengan pakaian waarna merah. Aku tidak salah mengagumi dia ternyata dia memang benar-benar cantik sehingga membuat hatiku jatuh cinta.

--- oOo ---

Karya di atas memang masih termasuk dalam kategori cerpen sederhana buatan sendiri. Bisa dilihat, bahasa yang digunakan sangat sederhana dan diambil dari dialog sehari-hari. Gaya penceritaan yang digunakan pun tidak terlalu dramatis hingga cukup mudah untuk diikuti. Namun begitu gaya tersebut justru memberikan kesan tersendiri bagi pembaca.

Cerpen tersebut akan melengkapi karya yang sudah ada. Bagi yang masih ingin mencari karya lain yang juga sama menariknya bisa memilih sendiri dibagian kategori cerpen cinta. Ingat, anda juga bisa berkirim kisah menarik ke situs ini melalui halaman yang ditentukan. 

Tag : Cerpen, Cinta, Remaja
Back To Top