Cerpen Cinta Sedih, Tak Pernah Ternilai

Cinta sedih memang sering kali menjadi sasaran tema dalam sebuah karya sastra, tak terkecuali juga dengan cerpen. Cerita berjudul “tak pernah ternilai” berikut misalnya, mengangkat tema cinta sebagai materi utama yang disajikan kepada pembaca.


Dalam karya tersebut anda akan mendapatkan kisah yang mungkin pernah anda dengar atau bahkan pernah anda rasakan.  Seperti apa kisah yang diangkat dalam cerpen cinta sedih tersebut? Tidak usah dijelaskan, sebuah cerpen tentu akan kehilangan tensi jika sudah diceritakan lebih dulu jalan ceritanya.

Mungkin anda bisa menebak sendiri melalui judulnya atau mungkin bisa langsung membaca saja karya tersebut. Ada satu pertanyaan yang membuat penasaran dari judul yang digunakan pengarang.

Apa sebenarnya yang tak pernah ternilai, dalam sisi positif apakah ada sebuah cinta yang sangat berharga ataukah sebaliknya, ada sebuah cinta yang tidak pernah dianggap oleh pasangannya? Ini menjadi sangat menarik untuk dilihat langsung, mengingat judul tersebut bisa multi tafsir.

Mungkin pengarang sengaja melakukan itu, mungkin juga tidak. Yang jelas tentu kita ingin mendapatkan sebuah hiburan yang bisa membuat suasana hati menjadi ceria. Ya, tidak harus bahagia, yang pasti ceritanya menyentuh hati baik itu sedih maupun bahagia. Tapi karena ini temanya adalah kesedihan maka jelas kisah yang diangkat akan membuat mata perih.

Tak Pernah Ternilai
Cerpen Cinta Sedih

Hati teriris dan terasa begitu pedih melihat engkau yang selalu memuja orang lain. Kau tak pernah meihat samping, di sini ada aku yang selalu mecnintaimu. Namun kau terus berjalan lurus dengan pandangan tegak ke depan menghampiri orang yang kau cinta.

Aku tak tau apa yang harus aku lakukan untuk bisa merebut hatimu, tetapi yang pasti hati ini selalu untukmu meskipun kau lebih memuja-muja orang lain.

Di gelap malam aku termenung kesepian, aku tidak tahu harus melakukan apa dan berbuat apa. Aku pun mengirim pesarn ucapan,”Selamat malam”, kepadamu namun kau tidak membalas dengan satu huruf sekalipun. Sementara aku, perasaanku semakin gelisah hendak tidur tetapi tidak bisa.

Semerntara malam semakin gelap dan ibuku menghampiri kamarku dan melihatku yang sedang gelisah berganti posisi di atas kamar. “Kamu kenapa Reno ?, jam segini belum tidur”, ungkap ibuku sambil berdiri di pintu.

Aku,”Tidak apa-apa kok bu”, ungkapku sambil duduk.
“Kamu tidak perlu malu-malu, ceritalah kepada ibu Nak”, menghampiriku dan duduk disampingku.

“Buk orang miskin sebenarnya apa tidak boleh jatuh cinta si buk”, tanyaku pada ibu.
“Kata siap Nak, semua jodoh, harta, dan mati tuhan yang mengatur, dan manusia tidak punya kewenangan untuk hal itu”, ungkap ibu.

“Tapi kenapa si bu orang yang aku cintai tidak mencintaiku ?”.
“Mungkin dia bukan jodohmu Nak, kau bisa mencari wanita lain yang mencintaimu”, ungkap ibuku.

Terdiam merenung dan masih terbayang Laila gadis cantik sang pujaan. Berkat nasehat ibuku aku menjadi bisa membuka lembaran mimpiku dalam tidur. Dipagi harinya aku bangun dengan sedikit perasaan lebih baik. Aku pun berangkat ke sekolah dengan menaiki sepeda buntut.

Sampainya aku di sekolahan aku berdoa terlebih dahulu aggar rasa cintaku kepada Layla bisa luntur. Aku pun berjalan menuju kelas, sementara datang Layla dengan jalan eloknya.

“Subbhanalllah, Layla makin cantik saja, aku pun tidak bissa menghapuskan kekagumanku pada Layla”.
“Hay Layla”. Ungkapku.
“Hay, sudah dulu ya, aku lagi sibuk ni”, ungkap Layla dengan muka juteknya.

Aku pun menunduk sejenak dan berkata dalam hati,”Andaikan kau tau rasa cintaku padamu Layla tapi ya sudahlah aku memang tidak pernah ternilai di matamu”.

--- oOo ---

Tentu saja, itu bukan hanya satu karya yang bisa dinikmati, masih banyak karya lain yang tak kalah. Bisa dilihat dari kategori yang ada dibagian kanan, untuk kategori cerita cinta sudah banyak sekali yang dibagikan. Tentu dengan tambahan cerpen berjudul “tak pernah ternilai” di atas bisa memiliki lebih banyak pilihan.

Mungkin ada yang kurang berkenan, mungkin juga ceritanya tak sesuai harapan, oleh karena itu kami dengan rendah hati mohon maaf yang sebesar-besarnya. Lain waktu kita akan coba memberikan karya lain yang lebih bervariasi dan lebih menarik lagi. jangan lupa untuk terus berkunjung ke sini, salam.

Tag : Cerpen, Cinta, Remaja
Back To Top