Cerpen Singkat Jelas, Selamat Tinggal Deavi

Dilihat dari unsur bahasa dan penulisan, “selamat tinggal deavi” merupakan salah satu cerpen singkat yang jelas dan sangat sederhana. Bahasa yang digunakan adalah bahasa sederhana sehari-hari yang mudah dipahami. Dalam pilihan kata, frasa atau kalimat yang digunakan tidak ada yang rumit.

Cerpen berikut tentang kisah percintaan antara dua remaja. Ya, seperti yang banyak dialami, remaja yang masih cukup muda tentu akan mengalami banyak kisah baik yang pahit maupun yang manis. Seperti yang dialami oleh Rian sang tokoh utama dalam cerpen berikut.

Dibagian awal dikisahkan bahwa sebenarnya kisah asmara yang terjalin seolah tidak ada masalah. Tetapi dengan tegas di awal cerita sudah disampaikan bahwa ada sebuah perpisahan antara kedua insan tersebut. Tentu saja, akhir kisah ini cukup sedih dan mengundang air mata.

Apakah perpisahan antara Rian dan gadis yang ia cintai tersebut sama atau mirip dengan kisah-kisah perpisahan lainnya? Apakah ceritanya basi atau cukup menarik dan masih segar? Dari pada penasaran lebih baik anda langsung baca sendiri cerpen pendek tersebut dibawah ini. Jangan lupa, siapkan cuga cemilannya ya.

Selamat Tinggal Deavi
Cerpen yang Singkat dan Jelas

Rian, pemuda kalem yang rupawan dan memiliki sejuta pesona baru berpisah dengan kekasihnya. Rian adalah sosok yang sangat tegar dan sangat menyadari bahwa memang jodoh sudah diatur, dan menjadi rahasia Tuhan. Rian pun tentu merelakanya dengan lapang dada.

Hubungan Rian dan Deavi sudah sudah berjalan sekitar 5 bulan. Selama 5 bulan tersebut keduanya terlihat secara asyik menjalaninya. Tidak ada cek-cok maupun pertengkaran, layaknya hubungan asmara remaja lainnya.

Namun nyatanya takdir berkata lain, hubungan yang memang masih seumur jagung tersebut harus kandas ditengah jalan. Kejadian itu di mulai dengan sebuah pemikiran yang memang tidak sejalan.

Rian mempunyai pemikiran yang berbeda dengan Deavi, begitu juga Deavi yang mempunyai pemikiran yang berbeda dengan Rian. Namun tentulah orang disekitar mereka tidak menyangka dan tidak terduga, bahwa hubungan mereka harus kandas secepat itu.

Awal mula hubugan tersebut retak adalah pada awal bulan Juli 2012. Tidak ada perselisihan yang memang berarti untuk diperdebatkan oleh keduanya. Namun karena memang keduanya belum mempunyai sifat kedewasaan tentulah tidak ada yang mau mengalah. Pikiran mereka masih di bungkus ego yang besar.

Sehingga apa yang ada di pikirkan oleh Rian maupun Deavi tidak pernah sejalan. Inilah mengapa hubungan tersebut bisa berakhir. Kisah asmara yang di bangun perlahan, akhirnya harus kandas menguap di jalanan.

Di waktu itu,tepatnya hari minggu pada sore hari, mereka berdua bertemu untuk membicarakan sesuatu hal. Ide tersebut atas dasar pemikiran dari pada Rian yang kemudian di sepakati  oleh Deavi. Berbeda dengan sebelumnya, mereka yang pada sebelumnya selalu ribut karena berbeda pemikiran, kali ini mereka datang dengan pemikiran yang sama.

Meski sama namun apa yang ada di pikiran mereka bukanlah yang di inginkan orang yang ada di sekiranya. Menurut orang di sekitarnya pemikiran sama bukan berarti baik, karena memang mereka mempunyai keinginan yang sama yaitu untuk putus dan mengakhiri kisah antara mereka berdua.

Di malam itu, perpisahan di buka oleh Rian yang,”kita kok kaya gini hubunganya ya?, sudah tidak seperti awal mula pacaran”, ucap Rian dengan nada datar.

”Emang awal pacaran kaya apa, bukanya kaya gini, kamu itu yang egois dengan pemikiran kamu sendiri”, ucap Deavi menyalahkan Rian. Rian pun tidak mau kalah,”kok jadi malah nyalahin aku, kamu yang egois bukan aku”, jawab Rian membela diri.

Tak terima disalahkan, Deavi pun terlihat begitu marah,”Kamu ...!!!”, teriaknya dengan nada tinggi. Sepertinya, antara mereka berdua memang sudah tidak ada kata sepakat. Rian yang terlihat tak tahu lagi harus berkata apa, akhirnya membuka pintu perpisahan itu.

”Sudah, maunya apa sekarang ,aku sudah capek ribut terus sama kamu”, ucap Rian dengan nada tegas. Deavi pun menjawab dengan nada lantang,”Ya sudah kalo kamu udah capek sama aku mending putus aja”, ucapnya lebih lanjut.

”Oke, kalo memang itu mau kamu, kita putus”, ucap Rian dengan kesal.

Rian dan Deavi pergi dari tempat tersebut sambil membawa rasa amarah. Meski demikian namun tentulah bagi mereka itu jalan terbaik, karena memang keduanya tidak bisa bebicara dengan baik-baik lagi. Kata putus menjadi perkataan yang memang bersifat final, yang sudah mereka ucapkan.

Meski demikian mereka tetap menjalani sebuah hubungan sebagai teman. Meski tidak sehangat pada masa awal pacaran, namun setidaknya tidak ada dendam di antara keduanya.

Ya, tidak ada dendam di antara keduanya. Mereka sadar bahwa hubungan mereka adalah hubungan  yang memang bukan hubungan yang diberi jalan untuk menjadi hubungan yang lebih serius.

Ternyata, tidak ada yang namanya cinta mati, apalagi bagi mereka berdua. Cinta mati yang memang harus berujung perpisahan hanya akan membuat anda lemah.

Untuk itu cintai pasangan anda sewajarnya saja, bila anda tidak menginginkan rasa sakit. Kecuali dia adalah seorang istri atau suami anda wajib untuk dicintai secara penuh.

--- Tamat ---

Bagaimana, bagus tidak cerita pada cerpen singkat di atas? Bagus ya, cerpen tersebut memberikan nasehat yang bagus dimana sebaiknya kita mencintai seseorang dalam batas wajar. Ada pertemuan pasti ada perpisahan, bahkan meski sebuah cinta bisa diikat dalam mahligai pernikahan yang abadi namun manusia kelak juga akan berpulang kepada Tuhan. Saat itulah perpisahan akan merenggut cinta.

Ya sudah, tidak usah terlarut dengan kesedihan dan kepedihan karena putus cinta. Lebih baik kita tatap masa depan dengan lebih berani, lebih serius dan lebih bersabar. Jangan mudah menyerah, mari kita songsong hari dengan semangat baru. Sampai disini, silahkan lanjut ke cerpen berikutnya.

Tag : Cerpen, Cinta
Back To Top