Contoh Cerpen Pertama Kali Masuk Sekolah

Cerita cerpen pertama kali masuk sekolah berikut ini dipersembahkan secara khusus untuk teman-teman pelajar yang baru saja mulai belajar. Mungkin saja ketika baru pertama kali masuk tadi ada banyak rekan pelajar yang membutuhkan cerita-cerita seperti ini, benar tidak?


Ya, karangan berikut memang menggambarkan bagaimana pengalaman masuk ke sma yang pendek yang dialami oleh seorang siswa. Cerita ini tentu cukup menarik apalagi belum pernah dibaca sebelumnya. Lalu pengalaman seperti apa yang ada dalam kisah berikut?

Apa yang dialami oleh pelajar yang diceritakan dalam karya ini merupakan sebuah pengalaman yang mengesankan di sekolah baru. Ada kejadian yang menyenangkan, ada pula hal yang menegangkan. Mungkin rekan pelajar semua punya pengalaman sendiri yang menarik?

Ya, bagus atau tidaknya cerpen yang ini tergantung pada penilaian rekan semua. Tapi paling tidak karya ini bisa menjadi tambahan referensi dan bahan belajar bagi rekan semua. Sekarang dari pada penasaran lebih baik kita baca langsung cerita selengkapnya di bawah ini.

Sekolah Baru yang Indah
Cerita Pengalaman Singkat

Udara masih begitu dingin ketika akhirnya aku mulai menghabiskan masa liburan panjang kemarin. Hari ini adalah hari dimana aku harus mulai lagi rutinitas seperti biasa sebagai seorang pelajar.

Tahun ini aku lulus dari sekolah menengah pertama atau yang sering disingkat dengan singkatan SMP. Lulus dengan hasil memuaskan aku akhirnya menghabiskan masa liburan panjang yang bertepatan dengan libur hari raya dengan hati yang sangat gembira. Lama, aku sampai lupa berapa hari tapi yang jelas libur telah usai dan aku harus melanjutkan sekolah.

Lulus SMP aku melanjutkan ke SMA terkenal di daerahku dengan beberapa teman lain. Aku termasuk beruntung bisa masuk di sekolah tersebut. Banyak teman-teman lain yang tidak diterima.

Setelah berbagai persiapan yang dilakukan akhirnya hari ini adalah hari pertama masuk sekolah. Hari ini aku mulai mengikuti acara mos atau orientasi siswa. Aku sangat senang, sekolahku sangat indah, berbeda dengan sekolah yang dulu.

Bangunan sekolahnya banyak dan bagus, di bagian depan ada tingkat untuk ruangan laboratorium bahasa dan perpustakaan. Lapangan basketnya ada, halaman sekolahnya asri dengan taman yang dipenuhi bunga mengelilingi bagian depan kelas.

Tiga hari mengikuti mos aku tidak banyak bicara selain menikmati suasana sekolah yang nyaman. “Hei, jangan melamun terus, nanti bukunya diambil orang loh”, ucap salah satu teman menyapaku.
“Eh, iya…. Kamu siapa?”
“Aku satu kelas dengan kamu, masak kamu lupa….”
“Iya aku ingat tapi maksudku kita kan belum kenalan, aku Dewi”
“Oh, iya aku Ratna… aku mau ke kantin kamu mau ikut tidak?”
“Oh iya, aku ikut…”

Senang rasanya mendapatkan banyak teman baru, Ratna adalah salah satu teman sekelasku. Ada banyak teman lain yang baru aku kenal, mereka kebanyakan baik-baik, cantik dan ganteng lagi.

Setelah masa mos selesai kami mulai mendapatkan pelajaran seperti biasanya di sekolah. Hari itu hari senin ketika pertama kali kita mulai belajar di SMA. Mata pelajaran pertama, tiba-tiba aku merasa takut, “kok gurunya seperti itu ya…” bisikku kepada teman sebangku.

“Memang kenapa sih?” jawab Ratna.
“Itu, seram, sepertinya bapak itu galak…” ucapku lagi.

Aku sempat takut sekali melihat penampilan guru pertama itu. Bayangkan saja, badannya tinggi besar, hitam, matanya tajam dan yang paling membuat aku takut adalah kumisnya yang sangat tebal.

Karena sangat takut aku bahkan sampai merinding dan gemetar, “aduh bagaimana ini…”, ucapku lirih.
“Sudah, diam jangan ribut dulu, belum tentu bapak itu galak”, jawab Ratna sambil melotot ke aku.


Akhirnya aku serius memperhatikan bapak itu. Ternyata benar, setelah berkenalan dan memberikan pelajaran ternyata bapak itu tidak galak. Suaranya ternyata lembut dan terlihat sangat sabar. Akhirnya, pelan-pelan rasa takut ku pun hilang.

Begitulah, hari pertama yang menegangkan ternyata tidak seperti yang aku takutkan sebelumnya. Pengalaman hari pertama masuk sekolah itu membuatku tidak takut lagi ketika melihat guru lain yang tampak galak.

--- Tamat ---

Bagaimana, bagus bukan kisah di atas? Ya, masing-masing orang tentu memiliki cerita tersendiri ketika baru pertama kali masuk sekolah. Mungkin ada yang takut karena tidak memiliki teman, ada yang malu karena baju seragamnya belum jadi. Atau mungkin ada yang sangat senang karena mendapatkan banyak teman.

Apapun dan bagaimanapun yang dialami tersebut tentu akan menjadi cerita tersendiri yang mungkin tidak akan pernah dilupakan. Ya sudah, sekarang kan sudah mulai belajar jadi lebih baik kita fokus dan rajin belajar agar bisa mendapatkan banyak ilmu yang bermanfaat.

Back To Top